<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-17354004</id><updated>2011-04-22T05:41:37.975+07:00</updated><title type='text'>Islam - Agamaku</title><subtitle type='html'>Bunga sedang belajar tentang Agamaku, Islam.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://islam-ku.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17354004/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://islam-ku.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Rini</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i79.photobucket.com/albums/j152/riniaisyah/love-is.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>30</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17354004.post-116917568640099042</id><published>2007-01-19T09:56:00.000+07:00</published><updated>2007-01-19T10:01:26.776+07:00</updated><title type='text'>Bertetangga</title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(153, 51, 153); font-style: italic;"&gt;"Engkau adalah pakaianku dan kehormatan tetanggaku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 51, 153); font-style: italic;"&gt;Dan wajib bagiku untuk menjaga tetanggaku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 51, 153); font-style: italic;"&gt;Sesungguhnya tetangga jika jauh dari mata&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 51, 153); font-style: italic;"&gt;Apa yang ditinggal dan dirahasiakan harus dijaga&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 51, 153); font-style: italic;"&gt;Aku tak peduli apakah pintu ada tirai&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 51, 153); font-style: italic;"&gt;Yang menjurai atau bahkan tanpa tirai."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abdullah bin Amr ra bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Tidak akan datang kiamat sehingga banyak perbuatan dan perkataan keji, pemutusan hubungan silaturrahmi, dan sikap yang buruk dalam bertetangga". [HR Imam Ahmad dan Hakim]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap buruk dalam bertetangga termasuk dalam sebagian kecil Tanda-Tanda Kiamat Shugro, yang dimaksud dengan tanda-tanda kiamat shugro (kecil) ialah tanda-tandanya yang kecil, bukan kiamatnya. Tanda-tanda ini terjadi mendahului hari kiamat dalam masa yang cukup panjang dan merupakan berbagai kejadian yang biasa terjadi. Seperti, terangkatnya ilmu, munculnya kebodohan, merajalelanya minuman keras, perzinaan, riba dan sejenisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang dinamakan tetangga mencakup seorang muslim dan seorang kafir, seorang ahli ibadah dan seorang fasik, teman dan musuh, orang asing dan orang senegri, orang yang bisa memberi manfaat dan orang yang memberi madharat, orang dekat dan orang jauh serta yang paling dekat dengan rumahnya dan paling jauh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Ali bin Abi Thalib, batasan tetangga adalah: 'Siapa saja yang mendengar panggilan, maka dia adalah tetangga masjid'. Sekelompok manusia berpendapat :'Barangsiapa tinggal bersama seseorang disuatu tempat atau kota, maka dia adalah tetangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun sikap buruk dalam bertetangga, maka hal ini juga telah terjadi. Berapa banyak tetangga yang tidak kenal tetangga sebelah rumahnya, tidak pernah mengamati keadaannya agar ia dapat memberinya bantuan dan pertolongan jika tetangga itu membutuhkan pertolongannya. Bahkan tidak jarang seorang tetangga tidak mencegah tangannya berbuat buruk terhadap tetangganya. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam melarang seseorang mengganggu dan menyakiti tetangganya dengan sabdanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka tidak boleh ia menggangu tetangganya". [HR Muslim].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sebaliknya beliau menyuruh berbuat baik kepada tetangga dengan sabdanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari Akhir maka hendaklah ia berbuat baik kepada tetangganya". [HR Muslim].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sabda beliau lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Malaikat Jibril senantiasa berpesan kepadaku agar berbuat baik kepada tetangga sehingga aku mengira bahwa seorang tetangga akan menjadi ahli waris bagi tetangganya". [HR Muslim]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hak tetangga:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Jangan kau sakiti dirinya&lt;br /&gt;Rasulullah saw bersabda. "Barangsiapa beriman kepada Allah dari Hari Akhir, maka jangan menyakiti tetangganya." [Mutaffaq Alaih: HR Ahmad dan Muslim]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Berbuat baiklah kepada mereka&lt;br /&gt;Rasulullah saw bersabda, "... dan berbuat baiklah kepada tetanggamu maka kamu akan menjadi muslim." [Ibnu Majjah]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT berfirman, "Tetangga dekat dan tetangga yang jauh." [QS An-Nissa : 36]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Bersikaplah dermawan dengan memberikan kebaikan kepadanya serta berikan mereka hadiah.&lt;br /&gt;Rasulullah memberikan rambu-rambu dalam memberikan hadiah agar didahulukan orang yang paling dekat pintunya dari rumah. Hal ini pernah ditanyakan pada Rasulullah SAW dan beliau menjawab, "Berilah hadiah kepada yang paling dekat pintunya." [Mutaffaq Alaih]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Hormati dan hargai mereka&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda, "Salah seorang dari kalian jangan sekali-kali melarang tetangganya meletakkan kayu di dinding rumahnya." [Mutaffaq Alaih]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah juga bersabda, "Barangsiapa mempunyai kebun bersama teangganya, atau mitra maka ia tidak boleh menjualnya hingga ia bermusyawarah dengannya." [Mutaffaq Alaih]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Sabar terhadap tetangga&lt;br /&gt;Menghadapi tetangga yang buruk sudah menjadi keharusan bagi kita untuk berlaku sabar dalam menghadapinya. Hal ini akan menyebabkan diri kita dicintai Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Dzar berkata, Rasulullah SAW bersabda, "Tiga golongan yang Allah mencintai mereka... Seseorang yang memiliki tetangga, dia disakiti oleh tetangganya kemudian bersabar atas gangguan tersebut sampai keduanya dipisahkan oleh kematian atau sekedup." [HR Imam Ahmad]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hubungan terhadap tetangga harus terjalin baik dan akrab. Akan tetapi akibat hubungan dengan tetangga yang akrab itu, tidak berarti tidak beresiko. Tetangga menjadi tau masalah yang harusnya merupakan rahasia keluarga. Hal ini dapat terjadi karena:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Mereka mendengar sendiri keluhan yang diucapkan;&lt;br /&gt;- istri atau suami sendiri yang secara sengaja mengadu masalahnya kepada tetangga dengan maksud musyawarah;&lt;br /&gt;- bisa jadi suami atau istri merasa lebih tengan mengadu pada tetangga agar permasalahan tidak bocor pada keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk ini, ada beberapa adab dalam bertetanggn:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Menyembunyikan aib keluarga yang ada. Jangan sebarkan.&lt;br /&gt;Janganlah bebas mengumbar cacat (aib) yang ada, apalagi kekurangan salah satu pasangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Berusaha melakukan islah (mendamaikan) antara pasutri yang sedang bertikai.&lt;br /&gt;Islah yang dilakukan dengan cara mendengarkan penuturan dari kedua belah pihak kemudian dicari titik temunya. Ini memunjukkan boleh mengadu persoalan pribadi kepada tetangga bila tetangga tersebut dipandang memiliki pemikiran yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Tetangga tidak boleh menghasut suami atau istri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Abdil-Barr berkata : "Ada tiga hal yang jika ada pada seseorang, maka tidak diragukan lagi akal dan keutamaannya : jika dia dipuji oleh tetangga, kerabat dan temannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syair Islami yang menunjukkan bagaimana indahnya hubungan bertetengga itu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kutundukkan pandanganku di kala muncul tetangga wanita.&lt;br /&gt;Hingga tetangga wanita terlindungi oleh rumahnya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;----------------&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Rujukan:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;- Ensiklopedia Muslim, Abu Bakr Jahr Al-Zazain; Darul Falah Oktober 2000&lt;br /&gt;- Problem Suami Istri dan Penyelesaiannya secara Islami; At-Tibyan Desember 1998&lt;br /&gt;- Majalah As-Sunnah Edisi 11/!V/1422H/2000M&lt;br /&gt;- Etika Bertetangga, karya Syaikh Ali Hasan Ali Abdul Hamid, alih bahasa Arif Mufi MF; Yayasan Al-Madinah - Surakarta&lt;br /&gt;- Asyraus Sa'ah FasalTanda-Tanda Kiamat Kecil oleh Yusuf bin Abdullah bin Ysusf Al-Wabil MA, edisi Indonesia Tanda-Tanda Hari Kiamat hal. 125-127 terbitan Pustaka mantiq, penerjemah Drs A'ad yasin dan Drs Zaini Munir Fadholi&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17354004-116917568640099042?l=islam-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17354004/posts/default/116917568640099042'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17354004/posts/default/116917568640099042'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://islam-ku.blogspot.com/2007/01/bertetangga.html' title='Bertetangga'/><author><name>Rini</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i79.photobucket.com/albums/j152/riniaisyah/love-is.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17354004.post-116105943685015346</id><published>2006-10-17T11:29:00.000+07:00</published><updated>2006-10-17T11:30:37.530+07:00</updated><title type='text'>Perayaan Hari Idul Fitri</title><content type='html'>Sesungguhnya Idul Fitri telah menjadi hari kegembiraan, saling bertemu, berkunjung, dan mengucap selamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun beberapa adab yang telah dicontohkan oleh Rasulullah Saw dalam menghadapi hari khusus ini adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Hendaklah menghadapi Idul Fitri dengan niat yang baik. Tidak berlebih-lebihan dan tidak pula terlalu cuek sehingga tidak menunjukkan kegembiraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Mandi. Kegembiraan tidak akan lengkap bila tubuh kotor. Maka disunnahkan untuk mandi terlebih dahulu sebelum pergi shalat Ied.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Bersih secara sempurna dan wangi. Bagi pria, pakailah wewangian. Sedang kaum wanita, tidak dibolehkan memakai wangi-wangian. Tujuannya adalah agar muslim dan muslimah dalam kondisi yang baik dan wangi dalam menghadapi hari yang penuh kegembiraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Mengenakan pakaian yang baru, jika mampu. Yaitu, pakaian yang belum pernah dikenakan sebelumnya. Hal ini merupakan bentuk kesyukuran terhadap nikmat dari Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umar bin Khattab (ra) pernah membeli baju sutra untuk Rasulullah agar dipakai pada hari Ied. Rasulullah menolak memakainya karena baju tersebut berbahan sutra namun Rasulullah (saw) menyetujui perbuatan Ummar tersebut yang berhias pada hari Ied.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila tidak mempunyai pakaian yang baru, gunakanlah pakaian yang paling bagus. Buatlah persiapan untuk merayakan hari istimewa ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Mengeluarkan zakat fitrah sebelum berangkat shalat Ied. Boleh membayarnya dua hari sebelum 1 Syawal. Tujuannya untuk berbagi kegembiraan di hari raya bagi orang-orang yang kurang mampu. Bila imam mengumandangkan takbir untuk shalat Ied, maka sudah tidak bisa lagi membayar zakat (kecuali karena alasan udzur), yang ada hanyalah sedekah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis riwayat   Ibnu Umar ra.:&lt;br /&gt;"Bahwa Rasulullah saw. memerintahkan agar zakat fitrah diberikan sebelum manusia berangkat untuk salat Ied."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Rasulallah memakan beberapa butri korma sebelum shalat Ied. Intinya, makanlah sebelum Shalat Ied.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Anas Radliallahu anhu, ia berkata :&lt;br /&gt;"Artinya : Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam tidak pergi (ke tanah lapang) pada hari Idul Fitri hingga beliau makan beberapa butir kurma".[1]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Pada Idul Adha, tidak makan sebelum berangkat shalat. Sunnahnya seperti itu, kalau tak mampu, bolehlah makan. Sunnahnya, setelah Shalat Idul Adha, makanlah makanan dari daging hewan kurban yang disembelih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Buraidah Radliallahu anhu ia berkata :&lt;br /&gt;"Artinya : Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam tidak keluar pada hari Idul Fitri hingga beliau makan, sedangkan pada hari Raya Kurban beliau tidak makan hingga kembali (dari mushalla) lalu beliau makan dari sembelihannya" [Diriwayatkan Tirmidzi 542, Ibnu Majah 1756, Ad-Darimi 1/375 dan Ahmad 5/352 dan isnadnya hasan]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Bersegera berangkat ke tempa Shalat Ied.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Membawa serta para wanita menuju tempat shalat. Termasuk yang sedang haid, tua-muda, janda, dan lainnya. Bila sedang haid, tidaklah boleh shalat. Tujuannya agar semua para wanita bersama-sama merasakan dan merayakan kegembiraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Hendaklah membawa anak-anak ke tempat shalat. Agar mereka juga merasakan kegembiraannya perayaan Ied walau mereka belum wajib shalat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Rasulullah keluar ke tempat shalat dengan berjalan kaki. Beliau tidak menggunakan hewan kendaraannya. Bagi yang letak rumahnya jauh dari lokasi shalat, boleh menggunakan kendaraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;At-Tirmidzi meriwayatkan (530) dan Ibnu Majah (161) dari Ali Radliallahu 'anhu bahwa ia berkata : "Termasuk sunnah untuk keluar menunaikan shalat Id dengan jalan kaki". [Dihasankan oleh Syaikh kami Al-Albani dalam "Shahih Sunan Tirmidzi"].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Bertahlil dan bertakbir dengan suara yang keras sewaktu berangkat ke tempat shalat. Hal ini untuk menunjukkan kegembiraan dan kemeriahan lebaran dengan Kebesaran Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah pasti riwayat bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam :&lt;br /&gt;"Artinya : Beliau keluar pada hari Idul fitri, maka beliau bertakbir hingga tiba di mushalla (tanah lapang), dan hingga ditunaikannya shalat. Apabila beliau telah menunaikan shalat, beliau menghentikan takbir".[Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah dalam "Al-Mushannaf" dan Al-Muhamili dalam "Kitab Shalatul 'Iedain" dengan isnad yang shahih akan tetapi hadits ini mursal. Namun memiliki pendukung yang menguatkannya. Lihat Kitab "Silsilah Al Hadits As-Shahihah" (170). Takbir pada Idul Fithri dimulai pada waktu keluar menunaikan shalat Ied]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti Ibnu Mas'ud, ia mengucapkan takbir dengan lafadh :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allahu Akbar Allahu Akbar Laa ilaha illallaha, wa Allahu Akbar, Allahu Akbar wa lillahil hamdu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Allah Maha Besar Allah Maha Besar, Tidak ada sesembahan yang benar kecuali Allah, Allah Maha Besar Allah Maha Besar dan untuk Allah segala pujian". [Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah 2/168 dengan isnad yang shahih]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan Ibnu Abbas bertakbir dengan lafadh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar, wa lillahil hamdu, Allahu Akbar, wa Ajalla Allahu Akbar 'alaa maa hadanaa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Allah Maha Besar Allah Maha Besar Allah Maha Besar dan bagi Allah lah segala pujian, Allah Maha Besar dan Maha Mulia, Allah Maha Besar atas petunjuk yang diberikannya pada kita". [Diriwayatkan oleh Al Baihaqi 3/315 dan sanadnya shahih]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Tidak mengerjakan shalat apapun sebelum Shalat Ied. Kecuali bila shalatnya di dalam masjid, maka mengerjakan Shalat Tahiyyatul Masjid. Setelah Shalat Ied dan sampai di rumah, Rasulullah lalu mengerjakan shalat 2 raka'at.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Tidak ada adzan dan iqomah selama Shalat Ied.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis riwayat   Ibnu Abbas dan Jabir bin Abdullah Al-Anshari ra.:&lt;br /&gt;"Dari Ibnu Juraij, ia berkata: Atha telah mengabarkanku dari Ibnu Abbas dan dari Jabir bin Abdullah Al-Anshari, keduanya berkata: Tidak ada azan bagi salat hari raya idul fitri atau idul adha. Kemudian aku bertanya kepadanya tentang itu, lalu Jabir bin Abdullah Al-Anshari memberitahukan kepadaku bahwa tidak ada azan untuk salat hari raya idul fitri, baik saat imam menaiki mimbar maupun sesudahnya. Juga tidak ada iqamat, seruan atau apapun. Pada saat itu tidak ada azan atau iqamat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. Rasulullah mendahulukan shalat sebelum menyampaikan khutbah lebaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Abbas berkata :&lt;br /&gt;"Artinya : Aku menghadiri shalat Ied bersama Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, Abu Bakar, Umar dan Utsman Radhiyallahu 'anhum. Semua mereka melakukan shalat sebelum khutbah" [Riwayat Bukhari 963, Muslim 884 dan Ahmad 1/331 dan 346]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis riwayat   Ibnu Umar ra.:&lt;br /&gt;"Bahwa Nabi saw., Abu Bakar dan Umar, mereka melakukan salat Ied (idul fitri dan idul adha) sebelum khutbah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16. Rasulullah sebagai imam menghadap manusia ketika berkhutbah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abi Said Al-Khudri Radhiyallahu 'anhu berkata :&lt;br /&gt;"Artinya : Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam biasa keluar menuju mushalla pada hari Idul Fithri dan Adha. Maka yang pertama kali beliau lakukan adalah shalat. Kemudian beliau berpaling menghadap manusia sedangkan mereka dalam keadaan duduk di shaf-shaf mereka. Beliau lalu memberi pelajaran, wasiat dan perintah" [Dikeluarkan oleh Bukhari 956, Muslim 889, An-Nasa'i 3/187, Al-Baihaqi 3/280 dan Ahmad 3/36 dan 54]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17. Tidak mengeluarkan mimbar untuk Shalat Ied.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis riwayat   Abu Said Al-Khudri ra.:&lt;br /&gt;"Bahwa Rasulullah saw. selalu keluar pada hari raya raya idul adha dan hari raya idul fitri. Beliau memulai dengan salat. Setelah menyelesaikan salat dan mengucapkan salam, beliau berdiri menghadap kaum muslimin yang duduk di tempat salat mereka masing-masing. Jika beliau mempunyai keperluan yang perlu disampaikan, beliau akan tuturkan hal itu kepada kaum muslimin. Atau ada keperluan lain, maka beliau memerintahkannya kepada kaum muslimin. Beliau pernah bersabda (dalam salah satu khutbahnya di hari raya): Bersedekahlah kalian! bersedekahlah! Bersedekahlah! Dan ternyata mayoritas yang memberikan sedekah adalah kaum wanita. Setelah itu beliau berlalu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18. Rasulullah mengkhususkan satu khutbah lebaran untuk kaum wanita, terpisah dari khutbah untuk para pria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis riwayat   Jabir bin Abdullah ra.:&lt;br /&gt;"Bahwa Nabi saw. pernah melaksanakan salat hari Raya Fitri. Beliau memulai dengan salat terlebih dahulu. Sesudah itu beliau berkhutbah kepada kaum muslimin. Selesai khutbah Nabi saw. turun dan mendatangi kaum wanita. Beliau memberikan peringatan kepada mereka sambil berpegangan pada tangan Bilal. Lalu Bilal membentangkan pakaiannya dan para wanita memberikan sedekah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis riwayat   Ibnu Abbas ra., ia berkata:&lt;br /&gt;"Aku pernah ikut salat Idul Fitri bersama Nabi saw., Abu Bakar, Umar dan Usman. Mereka semua melakukan salat Ied sebelum khutbah, kemudian ia berkhutbah, ia berkata: Rasulullah saw. turun, seola-olah aku melihat beliau ketika beliau dengan isyarat tangan mempersilakan kaum lelaki duduk. Kemudian beliau berjalan di antara barisan sampai ke tempat para wanita. Beliau disertai Bilal. Lalu beliau membaca: Hai Nabi, apabila para wanita yang beriman mendatangimu untuk mengadakan janji setia, bahwa mereka tidak akan mempersekutukan Allah. Beliau membaca ayat ini hingga akhir. Lalu beliau bertanya: Apakah kalian akan berjanji setia? Seorang wanita satu-satunya di antara mereka menjawab tegas: Ya, wahai Nabi Allah! Saat itu tidak diketahui siapa wanita tersebut. Kemudian Rasulullah saw. bersabda: Bersedekahlah kalian! Bilal membentangkan pakaiannya seraya berkata: Marilah, demi bapak ibuku sebagai tebusan kalian! Mereka pun segera melemparkan gelang dan cincin ke dalam pakaian Bilal."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19. Saling berjabat tangan bagi mereka yang bertemu (tidak bagi wanita dan pria) dan mengucap selamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20. Memilih jalan lain ketika pulang, baik berjalan kaki maupun berkendaraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Jabir bin Abdillah Radliallahu 'anhu, ia berkata :&lt;br /&gt;"Artinya : Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam pada hari raya biasa mengambil jalan yang berlainan (ketika pergi dan ketika kembali dari mushalla-pen)" [Hadits Riwayat Bukhari 986].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;21. Menjalin tali silaturrahim, saling memberi hadiah, saling mengucap selamat (Taqqabbalallahu minna wa minkum bukan meminta maaf). Semua ini dilakukan di hari Ied saja, 1 Syawal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;22. Boleh menabuh rebana bagi kaum wanita diantara sesama wanita untuk menunjukkan kegembiraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;23. Meninggalkan sesuatu yang melampaui batas pada hari itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu'alam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17354004-116105943685015346?l=islam-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17354004/posts/default/116105943685015346'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17354004/posts/default/116105943685015346'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://islam-ku.blogspot.com/2006/10/perayaan-hari-idul-fitri.html' title='Perayaan Hari Idul Fitri'/><author><name>Rini</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i79.photobucket.com/albums/j152/riniaisyah/love-is.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17354004.post-116021062974001625</id><published>2006-10-07T15:40:00.000+07:00</published><updated>2006-10-07T15:43:50.126+07:00</updated><title type='text'>Solat Berjamaah</title><content type='html'>Solat berjamaah adalah solat yang dilakukan secara bersama, dipimpin oleh yang ditunjuk sebagai imamnya. Solat-solat yang bisa dikerjakan berjamaah adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Solat Lima Waktu: Subuh, Zhuhur, Ashar, Maghrib dan Isya&lt;br /&gt;   2. Solat Jum'at&lt;br /&gt;   3. Solat Tarawih&lt;br /&gt;   4. Solat Ied Fitri dan 'Idul Adha&lt;br /&gt;   5. Solat Jenazah&lt;br /&gt;   6. Solat Istisqa (Minta Hujan)&lt;br /&gt;   7. Solat Gerhana Bulan dan Matahari&lt;br /&gt;   8. Solat Witir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Cara Melakukan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berniat dalam hati bahawa ia menjadi makmum atau iman. Adapun seseorang yang pada mulanya solat sendirian, kemudian ada orang lain yang mengikuti di belakangnya, baginya tidak dituntut sebagai imam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makmum tidak dibenarkan mendahului imam, baik tempat berdirinya maupun gerakannya selama solat berjama'ah berlangsung. Makmum diharuskan mengikuti sikap/gerak imam, tidak boleh terlambat apa lagi sampai tertinggal hingga dua rukun solat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila makmum menyalahi gerakan imam (sengaja tidak mengikutinya) maka putuslah arti jama'ah baginya; dan ia disebut mufarriq.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antara imam dan makmum harus berada dalam satu tempat yang tidak terputus oleh sungai atau tembok mati kerana itu berjamaah melalui radio atau seumpamanya dalam jarak jauh, tidak memenuhi syarat berjamaah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam hendaklah orang yang berdiri sendiri, bukan orang yang sedang makmum kepada orang lain. Selain itu, imam hendaklah seorang laki-laki. Perempuan hanya dibenarkan menjadi imam sesama perempuan dan anak-anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Solat berjamaah hukumnya sunnah muakkad yaitu sunnat yang sangat dianjurkan. Perbedaan nilai solat berjamaah, 27 kali lebih baik daripada solat sendirian (munfarid). Solat berjamaah paling sedikit adalah adanya seorang imam dan seorang makmum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila seseorang terlambat mengikuti solat berjamaah, hendaklah ia segera melakukan takbiratul ihram, lalu berbuat mengikuti imam sebagaimana adanya. Bila imam sedang duduk, hendaklah ia duduk, bila iamam sedang sujud iapun harus sujud; demikian seterusnya. Apabila imam sudah memberi salam, hendaklah ia bangun kembali untuk menambah kekurangan raka'at yang tertinggal dan kerjakanlah hingga raka'atnya memenuhi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ukuran satu rakaat solat ialah ruku'. Bila seseorang mendapatkan imam ruku dan dapat mengikutinya dengan baik, maka ia mendapatkan satu rakaat bersama imam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah s a.w. bersabda: "Apabila seseorang di antara kamu mendatangi shalat, padahal imam sedang berada daam suatu sikap tertentu, maka hendaklah ia berbuat seperti apa yang sedang dilakukan oleh imam". (HR Turmudzi dan Ali r.a. )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Hikmah Berjamaah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Solat berjamah mengandung faedah dan manfaat yang bervariasi sesuai dengan kepentingan umat dan zaman. Melalui jamaah, silaturahmi antar umat, disiplin, dan berita-berita kebajikan dapan dikembangkan dan disebarkan luaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah s a.w. bersabda: Solat berjamaah itu lebih utama nilainya dari solat sendirian, sebanyak dua puluh tujuh derajat" (HR Bukhari dan Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Imam (Ikutan)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam adalah ikutan, demikian pengertiannya. Untuk menjadi seorang imam diperlukan beberapa persyaratan yang mengikat. Misalnya memiliki usia yang lebih tua atau dituakan, memiliki pengetahuan tentang Al Quran dan hadits Rasulullah s a.w., memiliki keindahan bacaan dengan ucapan yang fasih (kalau di zaman Rasulullah s a.w., peribadi-peribadi yang lebih dahulu hijrah diperhatikan untuk menjadi imam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerana imam adalah ikutan, maka pemilihan pribadi amat diperhatikan. Pro dan kontra yang berlebihan atas seseorang imam kerana dosa besarnya yang menonjol, pasti akan membubarkan jamaah. Adapun dalam kesalahan umum, maka semua manusia tidak suci dari dosa. Seorang yang biasa menjadi imam, maka tidak ada salahnya untuk sewaktu-waktu ia berada di belakang imam yang lain. Walau dia sendiri mungkin lebih baik dari imam yang bersangkutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dari Abdullah bin Masud, dia berkata: Rasulullah s a.w.  bersabda: "Menjadi Imam dari suatu kaum ialah mana yang lebih baik bacaan Al Qur'annya. Bila semuanya sama bagusnya, hendaklah imamkan mana yang paling alim (banyak tahu) akan sunnah Rasul. Kalau semuanya sama alim tentang sunnah Rasul, maka dahulukan mereka yang lebih dulu hijrah. Kalau mereka sama dahulu hijrah, maka iammkanlah mereka yang lebih tua usianya" (HR Imam Ahmad dan Muslim, dari Abdullah bin Mas'ud).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau mereka ada bertiga, hendaklah diimamkan seorang. Yang lebih berhak menjadi imam ialah yang lebih banyak bacan (tahu tentang bacaan Al Qur'annya)". (HR Imam Muslim, Ahmad dan Nasa'i dengan sumber Abi Said Al-Khudry).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidaklah halal bagi seorang mukmin yang imam kepada Allah s.w.t. dan hari akhir yang mengimami sesuatu kaum kecuali atas izin kaum itu. Dan janganlah ia mengkhususkan satu do'a untuk dirinya sendiri dengan meninggalkan mereka. Kalau ia berbuat demikian, berkhianatlah ia kepada mereka". (HR Abu Daud dari Abu Hurairah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Keadaan Shaf&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Solat salah satu ibadah yang menghubungkan peribadi kepada Allah s.w.t., dan juga mengatur hubungan sesama manusia. Solat yang baik mendatangkan tamsil yang indah dan berguna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shaf yang baik akan menghemat tempat, merapikan barisan dan kesatuan jamaah serta mendatangkan nilai tambah bagi ibadah itu sendiri, bahkan menjadi cermin disiplin kehidupan dan pergaulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah s a.w. bersabda: "Aturlah shaf-shaf kamu dan dapatkanlah jarak antaranya, ratakanlah dengan tengkuk-tengkuk". (HR Imam Abu Dawud dan An Nasa'i disahihkan Ibnu Hibban dari Anan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sering orang mengira bahawa shaf yang baik adalah shaf yang dilakukan secara santai-lapang. Tidaklah demikian sebenarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Untuk Shaf yang Baru&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila shaf terisi penuh, maka mulailah dengan shaf yang baru dari arah sebelah kanan. Bila yang terbelakang hanya seorang diri, maka usahakanlah ia dapat masuk shaf yang sudah ada; atau tariklah seorang anggota shaf yang ada untuk menemaninya (yang ditarik pasti mahu, andaikan ia mengerti tata tertibnya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Shaf Kaum Wanita&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shaf kaum wanita sebaiknya terletak di belakang shaf kaum lelaki, sementara shaf anak-anak berada di tengah; demikian bila dimungkinkan. Bila tidak, shaf makmum lelaki dan wanita bisa diatur secara sejajar; atau mungkin tercampur sama sekali, bagaikan jamaah musim haji di masjidil Haram, Makkah. Shaf yang bercampur baur sebenarnya kurang baik, bahkan mudah mengandung fitnah; sementara solat itu sendiri mencegah kekejian dan kemungkaran, yang akan mendatangkan fitnah, apalagi jika melakukan solat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah s a.w. bersabda: "Sebaik-bauknya shaf kaum lelaki itu di depan, dan seburuk-buruknya ialah di bagian belakangnya, dan sebaik-baiknya shaf kaum wanita itu ialah pada bagian akhirnya dan sejelek-jeleknya ialah di bagian depannya". (HR Imam Muslim dari Abu Hurairah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pengganti Imam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila solat berjamaah, sebaiknya orang yang di belakang imam adalah mereka yang merasa dirinya siap sebagai pengganti, bila tiba-tiba imam mendapat halangan, umpamanya batal, jatuh sakit, lupa ingatan, terlupa rukun dan sebagainya. Apabila seseorang solat di sebuah masjid di luar asuhan atau daerahnya sendiri, maka dia tidak boleh langsung bertindak menjadi imam, kecuali bila diminta. Mungkin saja disana sudah ada jadwal imam tetap. Begitu pula bila ia bertamu, kerana yang paling hak menjadi imam adalah tuan rumah sendiri, kecuali bila ia diminta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Imam Yang Arif&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. bahawa Rasulullah s a.w.  bersabda: "Manakala seseorang di antara kamu solat bersama-sama orang banyak, maka hendaklah ia meringankan (memendekkan) bacaan surat atau ayat-ayatnya. Mungkin ada diantara jamaah yang tidak tahan lama berdiri, ada yang sakit, atau ada yang sudah tua. Dan manakala seseorang dari kamu itu solat sendirian, maka silakan ia memanjangkan bacaan sekehendaknya". (HR Bukhari dan Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khutbah dipendekkan dan solat diperpanjang, demikian petunjuk Rasulullah s a.w. Di pejabat, pekerja dibatasi oleh waktu, maka khutbah yang pendek sangat tepat dan bermanfaat. Khutbah yang seakan-akan cerita bersambung, membosankan, akhirnya jama'ah berbual dan mengantuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ringkasan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Kalau solat di rumah, maka tuan rumah lebih berhak menjadi imam, kecuali tuan rumah mempersilakannya.&lt;br /&gt;    * Orang yang bagus bacaan Al-Qurannya lebih diutamakan untuk menjadi imam.&lt;br /&gt;    * Bila solat telah berlangsung, mereka yang datang belakangan terus saja mengikuti imam yang sudah ada.&lt;br /&gt;    * Imam sedapatnya orang yang lebih disukai makmum, kerana iman itu dipilih untuk diikuti.&lt;br /&gt;    * Imam sahabat rawatib, sebaiknya oleh imam yang biasa ditetapkan, kecuali ada kesepakatan menunjuk orang lain sebagai imam.&lt;br /&gt;    * Imam yang fasih lebih utama, sebagai halnya seorang yang dituakan, baginya amat layak menjadi imam dalam solat.&lt;br /&gt;    * Imam itu bertanggung jawab atas makmumnya, kerana itu seorang imam harus tahu benar dengan kedudukannya.&lt;br /&gt;    * Orang makmum yang tepat berada di belakang imam, hendaklah seorang yang amat tahu dalam masalah ibadah yang sedang dilakukan. Mereka harus bertindak tepat pada saat imam batal, salah, lupa dan sebagainya. Bila perlu ia berhak menggatikan imam, sekalipun imam berkebaratan atau tidak tahu tentang kesalahannya.&lt;br /&gt;    * Seorang di belakang imam berlaku sebagai barometer, berhak meluruskan baris atau shaf di kanan dan kirinya.&lt;br /&gt;    * Apabila selesai solat, imam segera duduk mengarah ke jamaah. Sebaiknya imam berdzikir secara pelan dan kusyu, dan jamaahpun berdzikir atau berdoa sesuai kata hatinya; demikian yang terbaik.&lt;br /&gt;    * Bila imam berdoa, diaminkan atau tidak diaminkan, doa imam sudah membawa kepentingan jamaahnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17354004-116021062974001625?l=islam-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17354004/posts/default/116021062974001625'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17354004/posts/default/116021062974001625'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://islam-ku.blogspot.com/2006/10/solat-berjamaah.html' title='Solat Berjamaah'/><author><name>Rini</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i79.photobucket.com/albums/j152/riniaisyah/love-is.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17354004.post-116021034378737353</id><published>2006-10-07T15:38:00.000+07:00</published><updated>2006-10-07T15:39:09.530+07:00</updated><title type='text'>Berwudhu</title><content type='html'>Cara atau jalan untuk membina mental dan rohani sungguh banyak sekali. Jalan yang pasti ialah mendekatkan diri kepada Allah SWT dan mengekalkannya yang disebut sebagai ibadah. Salah satu mata rantai ibadah itu adalah Wudhu'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kegunaan Air Wudh&lt;/span&gt;u&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  * Untuk segala macam solat hukumnya wajib.&lt;br /&gt;  * Untuk Thawaf di Ka'bah, thawaf apa saja, hukumnya wajib.&lt;br /&gt;  * Sewaktu hendak membaca Al-Qur'an hukumnya sunnat&lt;br /&gt;  * Sewaktu hendak tidur atau lain-lain perbuatan yang baik, hukumnya sunnat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Alat Yang Dipakai&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alat yang dipakai ialah air. Meskipun demikian, air yang digunakan untuk berwudhu' adalah air yang suci lagi menyucikan (pengertiannya?), iaitu: Air hujan, Air Sumur, Air Sungai, Air Laut, Air dari mata Air, Air Telaga, Air Danau, Air Ais, Air Ledeng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Cara-caranya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berniat dalam hati bahawa berwudhu' untuk..., lalu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  * Membasuh muka dengan air (cukup sekali asalkan merata ke seluruh muka)&lt;br /&gt;  * Basuhlan tangan hingga sampai dengan kedua siku (cukup sekali asal merata).&lt;br /&gt;  * Sapulah sebahagian kepala, cukup sekali saja&lt;br /&gt;  * Basuhlan kaki hingga sampai dengan kedua mata kaki (cukup sekali asal merata).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila dikerjakan seperti di atas, maka wudhu' sudah sah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Berwudhu' yang lebih sempurna&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila ingin berwudhu' lebih sempurna, yakni sempurna lahiriah dan sempurna pula dalam ganjaran, maka kerjakanlah tabahan-tambahannya dengan cara sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Mulailah dengan mengucapkan Bismillaahir rahmaanir rahiim...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Menghadaplah kearah kiblat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Usahakanlah berwudhu' dengan tidak meminta bantuan orang lain, seperti menimba, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Basuhlah jari-jari tangan dengan menyelat-nyelatinya. Dan bagi jari yang bercincin, jam atau perhiasan yang dipakai di jari-jari lainnya, bukalah perhiasan tersebut agar air dapat merata membasahi seluruh jari-jari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Berkumur-kumur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Masukkanlah air ke dalam hidung, lalu keluarkanlah kembali (istinsyaq).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Gosoklah gigi untuk menghilangkan sisa makanan dan bau mulut yang kurang sedap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Mulailah dengan anggota wudhu'yang sebelah kanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Ulangilah masing-masing sampai tiga kali (3X).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Ratakanlah air hingga membasahi seluruh anggota wudhu'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Ketika menyapu kepala, ratakan seluruhnya (letakkan ibu jari samping kiri dan kanan kepala, lalu putarlah telapak tangan dari depan ke belakang, kemudian kembali ke depan (cukup sekali).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Basuhlah telinga dengan memasukkan telunjuk ke lubang telinga, ibu jari dibelakang telinga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Bila selesai berwudhu', hadapkan muka ke arah kiblat dan berdoalah dengan membaca:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asyhadu an laa ilaaha illalaahu wa asyhadu anna Muhammadan 'abduhu wa Rasuuluh, Allahummaj'alnii minat tawwaa biinaa waj'alnii minal mutathahhiriin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bersaksi bahwa Tidak ada Tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa sesungguhnya Muhammad itu adalah hamba-Nya dan rasul-Nya. Ya allah , masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang bertaubat, dan jadikanlah aku masuk ke dalam golongan orang-orang yang suci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Lakukanlah solat sunnat wudhu' dua raka'at.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Hal-hal yang Membatalkan Wudhu'&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Keluar sesuatu dari "dua pintu" belakang seperti buang angin (kentut), buang air besar atau kecil, haid atau nifas, dan sebaganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Hilang akal (kerana sakit, mabuk, gila dan sebagainya) .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Bersetubuh.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17354004-116021034378737353?l=islam-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17354004/posts/default/116021034378737353'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17354004/posts/default/116021034378737353'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://islam-ku.blogspot.com/2006/10/berwudhu.html' title='Berwudhu'/><author><name>Rini</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i79.photobucket.com/albums/j152/riniaisyah/love-is.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17354004.post-115536048246547941</id><published>2006-08-12T12:26:00.000+07:00</published><updated>2006-08-12T12:28:03.176+07:00</updated><title type='text'>Jujur (Shiddiq)</title><content type='html'>Shiddiq (jujur, benar) adalah lawan kaa dari kidzb (bohong atau dusta). Secara morfologi, akar kata shidq berasal dari kata shadaqa, yashduqu, shadqun, shidqun. Ungkapan shaddaqahu mengandung arti qabila qauluhu 'pembicarannya diterima'. Ungkapan shaddaqahu al-hadits mengandung arti anba'ahu bi al-shidq 'ia menyampaikan berita dengan benar dan jujur'. Ada orang mengatakan shadaqtu al-qauma, yang berarti qultu lahum shidqan 'aku katakan kepada mereka secara benar atau secara jujur'. Demikian juga ancaman jika aku sampaikan kepada mereka; aku katakan shadaqtu hum 'aku berkata benar kepada mereka'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa ayat Allah yang memeberikan ilustrasi yang jelas tentang makna (shiddiq):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. "Agar Dia menanyakan kepada orang-orang yang jujur (benar) tentang kebenaran mereka dan Dia menyediakan bagi orang-orang kafir siksa yang pedih." (al-Akhzab:8)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. "... Dan ibunya (Maryam) adalah seorang yang sanga benar (shiddiq)..." (al-Maa'idah:75)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. "Dan orang yang datang membawa kebenaran (Muhammad) dan membenarkannya, mereka itulah orang-orang yang bertakwa." (az-Zumar:33)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam al-Ghazali membagi sikap benar atau jujur (shiddiq) ke dalam enam jenis:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Jujur dalam lisan atau bertutur kata&lt;/span&gt;. Setiap orang harus dapat memelihara perkataannya. Kejujuran seperti ini hanya terjadi dalam menyampaikan berita atau pembicaraan yang mengandung berita. Menepati janji termasuk kategori kejujuran jenis ini. Bentuk jujur yang pertama ini merupakan bantuk yang paling terkenal dan fenomenal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Jujur dalam berniat dan berkehendak&lt;/span&gt;. Kejujuran seperti ini mengacu kepada konsep ikhlas, yaitu tiada dorongan bagi seseorang dalam segala tindakan dan gerakannya selain dorongan karena Allah. Jika dicampuri dengan dorongan obsesi dari dalam jiwanya, maka batallah kebenaran niatnya. Orang yang seperti ini dapat dikatakan pembohong.&lt;br /&gt;Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam hadist Abu Hurairah yang diriwayatkan Imam Muslim sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ketika Rasulullah saw bertanya kepada seorang alim, 'Apa yang telah kamu kerjakan dari yang telah kamu ketahui?' Ia menjawab, 'Aku telah mengerjakan hal ini dan hal itu.' Lalu Allah berkata, 'Engkau telah berbohong karena kamu ingin dikatakan bahwa si Fulan orang alim."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Jujur dalam berobsesi atau bercita-cita (azam)&lt;/span&gt;. Manusia terkadang mengemukakan obsesinya untuk melakukan sesuatu. Misalnya, "Jika Allah menganugerahkan banyak harta kepadaku, aku akan sedekahkan setengahnya." Janji atau obsesi ini harus diucapkan secara jujur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Jujur dalam menepati obsesi&lt;/span&gt;. Dalam suatu kondisi, hati terkadang banyak mengumbar obsesi. Baginya mudah saat itu untuk mengumbar obsesi. Kemudian, saat kondisi realitas sudah memungkinkannya untuk menepati janji obsesinya itu, ia memungkirinya. Nafsu syahwatnya telah menghantam keinginannya untuk merealisasikan janjinya. Hal itu sungguh bertentangan dengan kejujuran (shiddiq).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Jujur dalam beramal atau bekerja&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Jujur dalam maqam-maqam beragama&lt;/span&gt;. Merupakan kejujuran paling tinggi. Contohnya adalah kejujuran dalam khauf (rasa takut akan siksaan Allah), raja' (mengharapkan rahmat Allah), ta'dzim (mengagungkan Allah), ridha (rela terhadap segala keputusan Allah), tawwakal (mempercayakan diri kepada Allah dalam segala totalitas urusan), dan hubb *mencintai Allah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya orang-orang yang beriman hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah, mereka itulah orang-orang yang benar (beriman sejati)." (al-Hujaraat:15)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalian harus jujur, karena jujur itu bersama-sama dengan kebaktian yang sempurna (birr). Keduanya akan berada di dalam surga. Dan hati-hatilah kalian dengan berbohong karena bohong itu bersama-sama perbuatan dosa yang terus-menerus (fujur). Keduanya akan masuk neraka. Dan mintalah kalian keyakinan dan perlindungan dari segala penyakit kepada Allah. Karena seseorang setelah diberi keyakinan akan lebih baik daripada diberi perlindungan dari segala penyakit. Dan janganlah kalian saling hasut, saling membenci, saling memutuskan (tali silaturahmi), saling memebenci, saling membelakangi, serta jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara sebagaimana Allah perintahkan kepada kalian." (HP Bukhari, Ahmad, dan Ibnu Maajah)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17354004-115536048246547941?l=islam-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17354004/posts/default/115536048246547941'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17354004/posts/default/115536048246547941'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://islam-ku.blogspot.com/2006/08/jujur-shiddiq.html' title='Jujur (Shiddiq)'/><author><name>Rini</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i79.photobucket.com/albums/j152/riniaisyah/love-is.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17354004.post-115043828633475200</id><published>2006-06-16T13:07:00.000+07:00</published><updated>2006-06-16T13:11:26.426+07:00</updated><title type='text'>Menilai SQ Berdasarkan Asma’ul Husna (nama-nama Allah yang mulia dan terbaik)</title><content type='html'>Kita sudah sering mendengar IQ (Intelegence Quotient) dan EQ.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IQ bersifat logis, linier, dan rasional (tidak melibatkan perasaan). IQ dapat dihitung berdasarkan validitas dengan seperangkat penilaian. Kelemahannya adalah ia hanya bekerja dalam batas-batas yang ditentukan, dan menjadi tidak berguna jika seseorang ingin menggali wawasan baru atau berurusan dengan hal-hal yang terduga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Otak EQ cara kerjanya berfikir asosiatif. Jenis pemikiran ini membantu seseorang menciptakan asosiasi antarhal, misalnya antara lapar dan nasi, antara rumah dan kenyamanan, antara ibu dan cinta, dll. Kelemahan dari otak EQ adalah variasinya sangat individual dan tidak ada dua orang yang memiliki kehidupan emosional yang sama. Hal ini tampak dari pernyataan "saya dapat mengenali emosi anda, saya dapat berempati terhadapnya, tetapi saya tidak dapat memiliki emosi anda".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata para peneliti potensi-diri, IQ baru dapat bekerja efektif apabila seseorang mampu memfungsikan EQ-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir-akhir ini, mulai terdengar istilah SQ, Spiritual Quotient. Seorang psikolog, Danah Zohar, bersama seorang fisikawan, Ian Marshall, mengenalkan satu lagi potensi-diri yang dinamai SQ. Kata Zohar dan Marshall, IQ dan EQ baru akan bekerja secara efektif apabila seseorang mampu menjalankan SQ atau kecerdasan spiritualnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katanya ada ''G-Spot'' atau ''Titik Tuhan'' di dalam kepala kita yang memungkinkan kita memberikan makna pada kehidupan. Lebih jauh lagi, lewat SQ inilah seseorang dapat berhubungan dengan ''pusat'' tempat nilai-nilai luhur dan mulia menetap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana kita dapat meyakini adanya potensi SQ ini serta bagaimana pula mengasah dan melatihnya supaya potensi tersebut berfungsi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi kita Muslim [SubhanAllah], menurut Ary Ginanjar Agustian memiliki sistim penilaian barometer suara hati, nilai dan keyakinan serta barometer aplikasi dan realitas suara hati dengan acuan pertanyaan:&lt;br /&gt;“Apakah ada dorongan suara hati untuk menerapkan sifat-sifat Allah secara kodrati dalam tindakan Anda?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan bagi Allah Asma’ul Husna, maka memintalah kamu dengan Asma’ul Husna itu kepada-Nya, dan tinggalkan kamulah orang-orang yang menyimpang dalam (menyebut atau menggunakan) nama-nama-Nya kelak mereka mendapat balasan apa-apa yang mereka perbuat.” (QS Al-A’raaf: 180)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Allah mempunyai 99 nama, barang siapa saja yang menghapal (mengamalkan)nya, surgalah imbalannya.” (HR. Thurmidzi dan Abu Hurairah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita umat Islam dituntut tidak hanya sekedar menghapal Asma’ul Husna, tetapi mengamalkannya (sesuai dengan kodrat sebagai manusia) secara berkelanjutan sehingga menjadi kebiasaan dalam pernuatan kita sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana menilai Asma’ul Husna dalam perbuatan dan tindakan manusia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh: Ar-Rahman, Maha Pengasih&lt;br /&gt;Pertanyaan : “Apakah sifat ini mendorong suara hati Anda untuk mengasihi orang lain”&lt;br /&gt;Jawaban:&lt;br /&gt;A. Sangat baik = skor 3&lt;br /&gt;B. Baik = skor 2&lt;br /&gt;C. Sedikit = skor 1&lt;br /&gt;D. Tidak Ada = skor 0&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian dilanjutkan dengan Asma’ul Husna Lainnya hingga 99.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem penghitungan jumlah akhir untuk klasifikasi tingkat SQ adalah:&lt;br /&gt;247 – 297 = istimewa / sangat tinggi&lt;br /&gt;148 – 247 = baik / tinggi&lt;br /&gt;51 – 147 = rentan / rendah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan mengaktualisasikan sifat Allah dalam Asma’ul Husna berari telah membangkitkan potensi kecerdasan SQ kita. Peningkatan SQ ini sangant bergantung pada sejauh mana tingkat pemahaman Asma’ul Husna dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ar-Rahim = Apakah Anda penyayang?&lt;br /&gt;Al-Malik = Apakah Anda dapat menguasai diri?&lt;br /&gt;Al-Qudduus = Apakah Anda suci dalam bertindak dan berpikir?&lt;br /&gt;As-Salam = Apakah Anda hidup sejahtera?&lt;br /&gt;Al-Mu’min = Apakah Anda dipercaya orang?&lt;br /&gt;Al-Muhaimin = Apakah Anda mampu mengawasi dan memelihara?&lt;br /&gt;Al-Aziz = Apakah Anda sering menghormati orang lain?&lt;br /&gt;Al-Jabbar = Apakah Anda perkasa dan memiliki keperkasaan?&lt;br /&gt;Al-Mutakabbir = Apakah Anda memiliki kebesaran jiwa?&lt;br /&gt;Al-Khaliq = Apakah Anda dapat berkreasi dan inovatif?&lt;br /&gt;Al-Hasiib = Apakah Anda penuh perhitungan dalam bertindak dan mengambil keputusan?&lt;br /&gt;As-Shobuur = Apakah Anda penyabar?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;---------------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;1. Allah&lt;br /&gt;2. Ar-Rahman = Maha Pengasih, Pemurah&lt;br /&gt;3. Ar-Rahim = Maha Penyayang&lt;br /&gt;4. Al-Malik = Maha Merajai&lt;br /&gt;5. Al-Qudduus = Maha Suci&lt;br /&gt;6. As-salaam = Maha Menyelamatkan&lt;br /&gt;7. Al-Mu’min = Maha Memelihara Keamanan&lt;br /&gt;8. Al-Muhaimin = Maha Memelihara Keamanan&lt;br /&gt;9. Al-Aziz = Maha Perkasa&lt;br /&gt;10. Al-Jabbaar = Maha Agung&lt;br /&gt;11. Al-Mutakabbir = Maha Angkuh&lt;br /&gt;12. Al-Khaaliq = Maha Pencipta&lt;br /&gt;13. Al-Baari’ = Maha Pencipta&lt;br /&gt;14. Al-Mushawwir = Maha Pembentuk&lt;br /&gt;15. Al-Ghaffaar = Maha Pengampun&lt;br /&gt;16. Al-Qahhaar  = Maha Menentukan&lt;br /&gt;17. Al-Wahhaab = Maha Pemberi&lt;br /&gt;18. Al-Razzaaq = Maha Pemberi Rezeki&lt;br /&gt;19. Al-Fattaah = Maha Membuka&lt;br /&gt;20. Al-‘Aliim = Maha Mengetahui&lt;br /&gt;21. Al-Qaabidh = Maha Pemegang Dan Penahan&lt;br /&gt;22. Al-Baasith = Maha Pelepas&lt;br /&gt;23. Al-Khaafidh = Maha Merendahkan&lt;br /&gt;24. Ar-Raafi’ = Maha Meninggikan&lt;br /&gt;25. Al-Mu’izz = Maha Memuliakan&lt;br /&gt;26. Al-Mudzill = Maha Menghinakan&lt;br /&gt;27. As-Samii’ = Maha Mendengar&lt;br /&gt;28. Al-Bashiir = Maha Melihat&lt;br /&gt;29. Al-Hakam = Maha Menetapkan Hokum&lt;br /&gt;30. Al-‘Adl = Maha Adil&lt;br /&gt;31. Al-Lhatiif = Maha Lembut&lt;br /&gt;32. Al-Khabiir = Maha Pemberi Tahu&lt;br /&gt;33. Al-Haliim = Maha Penyantun Dan Penyabar&lt;br /&gt;34. Al-‘Azhiim = Maha Agung&lt;br /&gt;35. Al-Ghafuur = Maha Pengampun&lt;br /&gt;36. Asy-Syakuur = Maha Pembalas Jasa&lt;br /&gt;37. Al-‘Aaliy = Maha Tinggi&lt;br /&gt;38. Al-Kabiir = Maha Besar&lt;br /&gt;39. Al-Hafiizh = Maha Pemelihara&lt;br /&gt;40. Al-Muqiit = Maha Penentu Masa&lt;br /&gt;41. Al-Hasiib = Maha Pembuat Perhitungan&lt;br /&gt;42. Al-Jaliil = Maha Luhur&lt;br /&gt;43. Al-Kariim = Maha Mulia&lt;br /&gt;44. Ar-Raqiib = Maha Mengawasi&lt;br /&gt;45. Al-Mujiib = Maha Mengabulkan&lt;br /&gt;46. Al-Waasi’ = Maha Luas Rahmat-Nya&lt;br /&gt;47. Al-Hakiim = Maha Bijaksana&lt;br /&gt;48. Al-Waduud = Maha Penyayang&lt;br /&gt;49. Al-Majiid = Maha Mulia Dan Agung&lt;br /&gt;50. Al-Baa’its = Maha Membangkitkan&lt;br /&gt;51. Asy-Syahiid = Maha Menyaksikan&lt;br /&gt;52. Al-Haqq = Maha Benar&lt;br /&gt;53. Al-Wakiil = Yang Dipasrahi&lt;br /&gt;54. Al-Qawiyyu = Maha Kuat&lt;br /&gt;55. Al-Matiin = Maha Kukuh&lt;br /&gt;56. Al-Waliyyu = Maha Penolong&lt;br /&gt;57. Al-Hamiid = Maha Terpuji&lt;br /&gt;58. Al-Muhshi = Maha Menghitung&lt;br /&gt;59. Al-Mubdi’ = Menciptakan Makhluk Sejak Permulaan&lt;br /&gt;60. Al-Mu’iid = Menghidupkan Makhluk-Nya Kembali&lt;br /&gt;61. Al-Muhyi = Maha Menghidupkan&lt;br /&gt;62. Al-Mumiit = Mematikan Makhluk&lt;br /&gt;63. Al-Hayyu = Hidup Kekal&lt;br /&gt;64. Al-Qayyum = Maha Berdiri Sendiri&lt;br /&gt;65. Al-Waajid = Maha Pencipta&lt;br /&gt;66. Al-Maajid = Maha Mulia&lt;br /&gt;67. Al-Waahid = Maha Esa&lt;br /&gt;68. Ash-Shamad = Tempat Bergantung Segala Sesuatu&lt;br /&gt;69. Al-Qaadir = Maha Kuasa&lt;br /&gt;70. Al-Muqtadir = Maha Berkuasa&lt;br /&gt;71. Al-Muqaddim = Mendahulukan&lt;br /&gt;72. Al-Mu’akhkhir = Mengakhirkan&lt;br /&gt;73. Al-Awwal = Yang Pertama&lt;br /&gt;74. Al-Aakhir = Yang Terakhir&lt;br /&gt;75. Azh-Zhaahir = Nyata Adanya&lt;br /&gt;76. Al-Baathin = Tersembunyi&lt;br /&gt;77. Al-Waali = Maha Pelindung Dan Penguasa&lt;br /&gt;78. Al-Muta’aal = Maha Tinggi&lt;br /&gt;79. Al-Barru = Maha Berbuat Baik&lt;br /&gt;80. At-Tawwaab = Maha Penerima Tobat&lt;br /&gt;81. Al-Muntaqim = Maha Pembalas&lt;br /&gt;82. Al-‘Afuwwu = Maha Pemaaf&lt;br /&gt;83. Ar-Ra’uuf = Maha Berbelas Kasihan&lt;br /&gt;84. Maalikul-Mulki = Yang Memiliki Kerajaan&lt;br /&gt;85. Dzul-Jalaali Wal-Ikraam = Yang Memiliki Keagungan Dan Kemuliaan&lt;br /&gt;86. Al-Muqsith = Maha Adil&lt;br /&gt;87. Al-Jaami’ = Maha Mengumpulkan&lt;br /&gt;88. Al-Ghaniyyu = Maha Kaya&lt;br /&gt;89. Al-Mughni = Maha Pemberi Kekayaan&lt;br /&gt;90. Al-Maani’ = Maha Pencegah&lt;br /&gt;91. Adh-Dhaarru = Yang Dapat Mendatangkan Marabahaya&lt;br /&gt;92. An-Naafi’ = Yang Dapat Mendatangkan Manfaat&lt;br /&gt;93. An-Nuur = Cahaya&lt;br /&gt;94. Al-Haadi = Maha Pemberi Petunjuk&lt;br /&gt;95. Al-Baadii’u = Maha Pencipta&lt;br /&gt;96. Al-Baaqi = Yang Kekal Selamanya&lt;br /&gt;97. Al-Waarits = Maha Mewarisi&lt;br /&gt;98. Ar-Rasyiid = Maha Pemberi Petunjuk&lt;br /&gt;99. Ash-Shabuur = Maha Sabar.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17354004-115043828633475200?l=islam-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17354004/posts/default/115043828633475200'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17354004/posts/default/115043828633475200'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://islam-ku.blogspot.com/2006/06/menilai-sq-berdasarkan-asmaul-husna.html' title='Menilai SQ Berdasarkan Asma’ul Husna (nama-nama Allah yang mulia dan terbaik)'/><author><name>Rini</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i79.photobucket.com/albums/j152/riniaisyah/love-is.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17354004.post-115043799154902034</id><published>2006-06-16T13:04:00.000+07:00</published><updated>2006-06-16T13:06:31.620+07:00</updated><title type='text'>Masjid Raya AI Ma'shun Medan (Sebuah Tinjauan Arsitektural dan Ornamental)</title><content type='html'>&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/6126/69/320/masjidrayamedan.jpg" alt="" border="0" /&gt;Masjid Raya Al Ma'sun Medan merupakan salah satu peninggalan dari Kesultanan Deli yang terdapat di kota Medan dan belum pernah diteliti secara khusus. Penelitian yang dilakukan sebelumnya hanya membahas secara singkat dan tidak mendalam. Masjid ini pernah disebutkan oleh peneliti Belanda bernama Van Ronkel dalam majalah NION (1916-1934) yang mengatakan bahwa Medan (Kota Raja) terkenal dengan kekayaannya dan keindahan masjidnya. la juga menyebutkan bahwa masjid ini dibangun di tanah kerajaan atas perintah pemerintahannya (Sultan). Masjid ini didirikan pada tahun 1906 M yaitu pada masa pemerintahan Sultan Ma'mun Al Rasyid Perkasa Alamsyah dengan bantuan seorang arsitek berasal dari tentara KNIL yang bernama TH. van Erp.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian terhadap Masjid Raya Al Ma'shun Medan bertujuan untuk memaparkan bentuk arsitektural dan ragam hias arsitektural maupun ornamental yang terdapat pada masjid, mengidentifikasi komponen-komponen masjid dengan tujua untuk mengetahui sejauh mana kehadiran komponen-komponen asing tersebut diterapkan pada masjid. Berdasarkan tujuan penelitian tersebut, maka tinjauan yang dilakukan adalah tinjauan arsitektural dan ornamental.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mencapai tujua penelitian ini dilakukan metode yang dilaksanakan secara bertahap Tahap pertama yaitu pengumpular data dilakukan studi kepustakaar dan studi lapangan. Tahal selanjutnya adalah pengolahan date (analisis) dilakukan klasifikasi tabulasi dan perbandianga dengar jomnonen-koml2Qnen arsfektural dan ornamental yang mempunyai persamaan dengan komponenkomponen yang terdapat pada masjid. Tahap akhir dari penelitian ini (penafsiran data) dilakukan dengan menggunakan data analogi sejarah. Sumber sejarah yang digunakan berupa somber-somber sejarah yang memberikan gambaran mengenai Kesultanan Deli, data-data mengenai perkembangan arsitektur (kesenian) Islam dan arsitektur Eropa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka diperoleh beberapa kesimpulan. Komponen-komponen budaya yang mendominasi arsitektur dan ragam hias Masjid Raya Al Ma'shun Melon pada umumnya berasal dari Arsitektur Islam khususnya Mesir (periode Mamluk yang berlanjut sedikit pada periode Ottoman); Spanyol (Andalusia) dan Maghribi; India (periode Mughal Architecture); serta Arab (Timor Tengah) sedangkan komponen-komponen yang berasal dari Eropa (Kolomal) merupakan komponen pelengkap. Komponen-komponen budaya yang mendominasi masjid merupakan komponen-komponen yang pada umumnya berasal dari arsitektur Islam yaitu arsitektur yang berkembang pada masa puncak kejayaan kerajaan-kerajaan Islam Hal ini menandakan bahwa adanya keinginan untuk menjadikan masjid sebagai masjid Kerajaan Islam yang indah dan megah, serta memperlihatkan kemakmuran kesultanan Deli sebagai salah satu Kerajaan Islam yang besar d kawasan tersebut. Di samping itu juga menunjukkan pengarul kekuasaan Sultan di kerajaan dalan kapasitasnya sebagai kepala dar pelindung agama Islam di kawasar tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;RATIH BAIDURI&lt;/strong&gt;, dibawah bimbingan Supratikno Rahardjo, M. Hum. Fakultas Sastra Universitas Indonesia, 1996. [Sumber : &lt;a href="http://www.arkeologi.net/index1.php?id=view_news&amp;amp;ct_news=304"&gt;Indonesia Archaeology on the Net&lt;/a&gt;]&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17354004-115043799154902034?l=islam-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17354004/posts/default/115043799154902034'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17354004/posts/default/115043799154902034'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://islam-ku.blogspot.com/2006/06/masjid-raya-ai-mashun-medan-sebuah.html' title='Masjid Raya AI Ma&apos;shun Medan (Sebuah Tinjauan Arsitektural dan Ornamental)'/><author><name>Rini</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i79.photobucket.com/albums/j152/riniaisyah/love-is.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17354004.post-115043772275241769</id><published>2006-06-16T13:00:00.000+07:00</published><updated>2006-06-16T13:02:02.826+07:00</updated><title type='text'>Perempuan dalam Arsitektur Islam</title><content type='html'>ISLAM menempatkan kaum perempuan pada kedudukan yang tinggi. Ini dapat dilihat dari data tekstual yang tertuang dalam Al Quran maupun hadis. Ungkapan penghargaan terhadap kaum perempuan sudah sangat lumrah kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai contoh, ungkapan bahwa surga di bawah telapak kaki ibu. Bentuk lain yang barangkali belum banyak diketahui masyarakat luas adalah bentuk penghargaan yang diwujudkan dalam bentuk material, khususnya arsitektur Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menarik sekali jika mengamati produk arsitektur dalam masyarakat Islam. Di tanah Arab tempat kelahiran Islam, masyarakatnya membedakan antara ruang bagi perempuan (harem) dan ruang pria. Di kawasan Indonesia pun beberapa daerah menetapkan perbedaan area bagi perempuan dan pria, misalnya dengan membatasi dengan tiang atau dengan ketinggian lantai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk apakah pembedaan tersebut? Untuk membatasi gerak perempuan? Menurut saya, justru untuk melindungi perempuan dari orang-orang asing yang tidak selayaknya melihat mereka. Untuk menghindarkan perbuatan negatif yang dapat dialami kaum perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya arsitektur harem, khususnya di Irak abad ke-18, memiliki keunikan tersendiri. Penghuninya dapat melihat ke luar tanpa dilihat orang yang berada di luar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kawasan Cairo, Mesir, pada bangunan-bangunan tempat tinggal yang terbuat dari kayu, dinding-dindingnya dibuat ornamen kerawang yang memungkinkan cahaya dan udara masuk ke dalam ruangan. Pada bagian atas, khusus tempat perempuan dibuatkan kotak khusus yang memungkinkan kaum wanita melihat ke luar melalui lubang kayu berukir tanpa terlihat dari luar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terasa sekali bahwa dalam arsitektur Islam, pengkhususan ruang bagi kaum perempuan jika dicermati bukanlah untuk membatasi gerak mereka karena kaum perempuan tetap memiliki akses untuk melihat lingkungan luar, tetapi lebih pada sikap melindungi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak banyak yang menyadari bahwa bangunan Taj Mahal yang kemudian menjadi permata pariwisata India, yang tahun ini memasuki 350 tahun bangunan itu berdiri, merupakan contoh penghargaan seorang suami kepada istrinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shah Jahan, seorang maharaja dari wangsa Mughal di era Islam India, memutuskan membangun sebuah meusoleum "seindah kecantikan istrinya" dengan konsep Islam. Istrinya, Mumtaz Mahal, artinya yang terpilih di istana, wafat pada saat melahirkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istri yang telah menemaninya selama 19 tahun itu kemudian dibuatkan meusoleum yang dibangun selama 22 tahun. Meusoleum tersebut dilengkapi dengan masjid, tempat pertemuan, dan kolam-kolam yang luas. Materialnya yang terbuat dari pualam putih, emas, dan permata itu penuh dengan hiasan bunga yang terpahat di dinding dengan struktur yang megah memancarkan keanggunan dengan menara dan kubahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taj Mahal mungkin hanya bentuk simbolik berbentuk materiil tentang penghargaan seorang suami kepada istrinya dalam masyarakat Islam. Bila kembali membuka catatan sejarah Rasulullah pada masa awal kenabiannya, nyata sekali bahwa seorang suami sangatlah memerlukan istri sebagai pendamping, sebagai orang yang mampu memperkuat keimanannya. Rasulullah merasa yakin dengan bisikan Jibril karena kemampuan Khadijah, istri beliau, yang dapat membangun kepercayaan diri beliau tentang kepribadiannya yang mulia sehingga terpilih menjadi nabi. Arsitektur hanyalah salah satu contoh bentuk visual yang membantu masyarakat menyadari betapa agama sangatlah menghargai keberadaan perempuan dan mengagungkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Ira Adriati Winarno&lt;/strong&gt;, SSn, MSn Pengajar Seni Rupa Islam pada Departemen Seni Murni FSRD ITB Bandung. [sumber: &lt;a href="http://www.kompas.com/kompas-cetak/0411/08/swara/1370556.htm"&gt;kompas&lt;/a&gt;]&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17354004-115043772275241769?l=islam-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17354004/posts/default/115043772275241769'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17354004/posts/default/115043772275241769'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://islam-ku.blogspot.com/2006/06/perempuan-dalam-arsitektur-islam.html' title='Perempuan dalam Arsitektur Islam'/><author><name>Rini</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i79.photobucket.com/albums/j152/riniaisyah/love-is.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17354004.post-115043747509309770</id><published>2006-06-16T12:52:00.000+07:00</published><updated>2006-06-16T13:21:12.390+07:00</updated><title type='text'>Ilmuwan Mesir: Lebih dari 60 Hadits Nabi Terbukti Secara Ilmiah</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;14/10/2005 11:49 WIB&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; eramuslim&lt;/span&gt; - Cendekiawan Mesir Dr. Zaghlul an-Najjar menemukan bahwa Allah telah menurunkan lebih dari 1.000 ayat yang secara tegas berkaitan dengan tema mukjizat ilmiah. An-Najjar juga mengungkapkan, ada lebih dari 60 hadits Nabi saw telah berbicara tentang hakikat ilmiah di alam semesta ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih lanjut an-Najjar, seperti dilansir situs Mishr al-'Arabiyyah, mendorong perlunya seorang Muslim dan Muslimah untuk mempelajari bagaimana mempertahankan Al-Qur'an dan Sunnah Nabi serta para sahabatnya. Pasalnya, Nabi dan para sahabatnya itu merupakan kebenaran yang nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cendekiawan Mesir itu juga menyatakan bahwa ketika para orientalis mengarahkan 'panah racun' mereka terhadap Al-Qur'an menemui kebuntuan, kini mereka pun membidik hadits-hadits Nabi, padahal sabda utusan Allah itu juga menurut Al-Qur'an merupakan kebenaran mutlak. Bahkan menurut an-Najjar, tak ada satu pun disiplin ilmu yang lebih teliti dan rumit seperti halnya ilmu hadits.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doktor Mesir yang juga anggota Dewan Otoritas Lembaga I'jaz Ilmi di Makkah Al-Mukarramah itu menambahkan, ada beberapa kalangan Yahudi, Kristen dan Muslim yang coba-coba meragukan otensitas hadits. Namun menurut an-Najjar, pada kenyataannya Al-Qur'an menyebut Muhamad itu sebagai seorang yang ma'shum (dijaga dari kekeliruan) dalam urusan agama dengan kebenaran yang mutlak. Dan itu kata an-Najjar, terdapat di banyak ayat Al-Qur'an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih kata an-Najjar, saat ini ada seorang yang bermukim di Amerika dan disokong oleh negara itu serta negara Zionis Israel, mendirikan sebuah televisi satelit, di mana semua program-programnya getol menyerang Al-Qur'an, Nabi Muhammad dan para sahabatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cendekiawan yang juga anggota Dewan Tertinggi Urusan Islam di Mesir itu memberikan beberapa contoh dari hadits ilmiah itu yakni, Rasulullah saw bersabda, "Barangsiapa merampas sejengkal dari tanah bumi ini, maka dia akan ditenggelamkan oleh tujuh tanah bumi ini."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal menurut an-Najjar, dalam Al-Qur'an hanya dikenal dengan ungkapan tujuh langit. Lalu sejumlah ilmuwan penasaran, dan mereka pun mengadakan penelitian serta pengeboran, sampai akhirnya mereka menemukan kenyataan yaitu, ketika getaran bumi itu bergerak, didapatinya batas-batas tanah bumi yang tujuh itu, yang berpusat pada satu titik, di mana dari setiap batas itu dilapisi dari dalam. Dan Nabi saw bersabda ketika mendeskripsikan Tanah Haram di Makkah, bahwa di Makkah itulah titik pertama dari pusat lapisan tanah yang pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;An-Najjar juga menyebutkan contoh lainnya yaitu, Nabi saw bersabda, "Jangalah mendekati lautan kecuali seorang yang berhaji atau berumrah atau berperang di jalan Allah. Karena di bawah lautan itu terdapat api, dan di bawah api itu ada lautan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut an-Najjar, terkait hadits itu para ilmuwan itu menggelar penelitan, pasalnya bagaimana mungkin dua hal yang bertolak belakang dapat saling berdampingan. Sampai akhirnya mereka menemukan kenyataan bahwa, setiap samudera bumi dan beberapa lautan itu memanas yang mencapai ribuan derajat celcius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lainnya lagi, sabdanya yang menyebutkan bahwa tak akan terjadi hari kiamat sehingga bumi yang luas ini berubah menjadi padang rumput dan sungai-sungai. Setelah penelitan, para ilmuwan menegaskan bahwa bumi saat ini tengah menjalani perputaran menuju serbuan air es dan berubahnya padang pasir yang tandus ke curah hujan yang deras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;An-Najjar menegaskan, kita sekarang ini tengah menuju ke era es baru, dan itu salah satu tanda hari kiamat. Demikian juga para ulama menetapkan bahwa bersama dengan perputaran bumi, secara perlahan matahari akan berubah dari timur menuju ke barat, dan itu juga salah satu tanda hari kiamat, di mana Nabi yang mulia bersabda, "Hari kiamat tak akan terjadi sampai api keluar dari selatan Hijaz (Arab Saudi dan sekitarnya), yang akan menyinari leher-leher unta di al-Yusrah.".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut an-Najjar, di bagian barat dari Jazirah Arab ditutupi oleh lebih dari 300 lempengan vulkanik yang masih aktif sampai sekarang, dan jika lempengan-lempengan vulkanik itu mengamuk, maka dapat dipastikan itu akan menjadi tanda kubra (besar) kiamat.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(hmi/msr)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17354004-115043747509309770?l=islam-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17354004/posts/default/115043747509309770'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17354004/posts/default/115043747509309770'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://islam-ku.blogspot.com/2006/06/ilmuwan-mesir-lebih-dari-60-hadits.html' title='Ilmuwan Mesir: Lebih dari 60 Hadits Nabi Terbukti Secara Ilmiah'/><author><name>Rini</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i79.photobucket.com/albums/j152/riniaisyah/love-is.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17354004.post-115043673691100213</id><published>2006-06-16T12:38:00.000+07:00</published><updated>2006-06-16T12:45:36.983+07:00</updated><title type='text'>Kronika Budaya Andalusia</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Di depan kita musuh berada&lt;br /&gt;Di belakang kalian lautan samudra&lt;br /&gt;Hanya satu pilihan  bagi kita:&lt;br /&gt;'Menang'!!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Jargon Kontroversial versi Sejarah Islam).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menang adalah pilihan. Spekulasi yang keluar dari teriakan Thariq bin Ziyad menjadi legendaris tatkala empat kapal yang membawa 12000 tentara bersandar di pantai persis di balik bukit bebatuan yang kini terukir dengan nama Gibraltar itu dibakarnya sendiri (dari bahasa Arab: Jabal Thariq, bukit Thariq).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di musim semi pada tahun 711 M merupakan awal Thariq mengukir babak baru dalam perjalanan sejarah selanjutnya. Perang di daerah Rio Barbate berkecamuk antara bala tentara Tariq dan pasukan Roderic, Raja Spanyol-Visigoth. Roderic kalah dengan luka yang parah dan jasadnya tak pernah terketemukan sampai kini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Moors”, orang-orang Spanyol menyebut Thariq dan bala tentaranya. Hal itu dimungkinkan karena mereka berangkat dari Maroko. Orang-orang Moors sendiri tidak pernah menyebutnya demikian. Mereka adalah orang-orang Arab yang berasal dari Damaskus dan Madinah, kemudian bersama-sama orang-rang Berber mualaf sebagai tentara untuk penaklukan atau pembebasan (futuhah=babad) ke semenanjung Iberia yang akhirnya di sebut Andalusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah pembebasan Andalusia tersebut mereka mulai adaptasi dengan komunitas baru. Sesuai dengan kondisi sebagai serdadu yang tidak memberi peluang untuk membawa wanita, mayoritas mereka mengawini orang-orang Spanyol maupun Visigoth, atau mengawini budak-budak Galicia untuk dijadikan istri. Dari sinilah akulturasi terbentuk dengan sendirinya selama 900 tahun hingga menjadi peradaban Independen yang mampu mengubah wajah dan jiwa bangsa Spanyol sepanjang masa, yaitu peradaban Moors atau sering disebut juga Peradaban Islam Andalusi (al Hadlarah al Islamiyah al Andalusia).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peradaban Kosmopolitan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara barbagai futuhah Arab-Islam, pembebasan Andalusia memberikan dampak yang berbeda. Fenomena yang menyolok antara pembebasan Andalusia dengan negeri lain di Arab Timur (al Masriq al ‘Arabi) dan Afrika Utara adalah bahwa Andalusia merupakan negeri kosmopolitan atau meminjam istilah Ibn Khaldun dengan Al ‘Umran al Khadlari (Peradaban Urban) sedangkan yang lain adalah al ‘Umran al Badawi (Peradaban Nomad). (al Jabiri:1999).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pranata sosial yang telah berlaku di Andalusia sebelum dan sesudah futuhah adalah paranata sosial kota. Penduduknya merupakan penduduk kota atau para petani yang menetap di kota yang kedua bentuk masyarakat tersebut terikat dalam jalinan organis dalam sebuah kota provinsi. Sehingga yang berlaku dalam futuhah Andalusia adalah pembebasan dari kota ke kota, artinya tidak menggunakan sistem penaklukan dari suku ke suku lain seperti yang terjadi di wilayah yang berbentuk al ‘Umran al Badawi dengan konsekuensi logis apabila kepala suku masuk ke agama Islam maka otomatis anggota suku tersebut memeluk Islam juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun Andalusia tidaklah demikian, bentuk kemasyarakatan plural tidak terpengaruh dengan&lt;br /&gt;penaklukan Arab yang memeluk agama Islam. Mereka masih tetap mengikuti adat-istiadat dan agama yang dianutnya. Dan Arab -Islam secara damai tidak mempersoalkan mengenai agama maupun adat mereka, bahkan dengan sendirinya Arab-Islam (termasuk di dalamnya: Berber) mulai adaptasi dengan pranata sosial dan budaya yang berlaku pada masyarakat kota, sehingga&lt;br /&gt;lama-kelamaan sosial-budaya mereka beralih menjadi “orang-orang Andalusia” atau dengan kata lain adalah warga resmi Andalusia yang dijalin dengan pranata ashabiyah Andalusiah (keterikatan emosional sosial dan budaya Andalusia) dan pada perkembangan futuhah, pranata sosial-budaya tersebut beralih pada ashabiyah madiniyah (keterikatan emosional warga kota) seperti pada kota Cordoba, Sevilla, maupun kota lainnya. Sehingga dapat memperkuat karekter kota di Andalusia dan jadilah satu-kesatuan peradaban yang punya spesifikasi sendiri untuk dapat dipelihara dan dibanggakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setrategi Kebudayaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karakteristik peradaban Andalusia pada awalnya masih mengikuti unsur-unsur umum menyangkut elemen kekuasaan yang berada di sebelah Afrika Utara (al Maghrib al ‘Arabi) bahkan secara politik masih berpusat di Damaskus, Syiria. ketika masa Umayah dan di Baghdad ketika peralihan kekuasaan khilafah ke tangan dinasti Abbasiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menarik karakteristik peradaban Islam secara goegrafis pada akhir keruntuhan dinasti Umayah pada umumnya dibagi menajadi dua yaitu Maghrib yang meliputi Maroko, Aljazair dan Andalusia. Dan Masriq meliputi Baghdad, Kufah, Basrah dll. Sedangkan secara spesifik, karakter Andalusia maupun Maghrib terbagi menjadi tiga prespektif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           Pertama, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;prespektif historis&lt;/span&gt;. Seperti yang dikemukakan al Jabiri bahwasanya wilayah Andalusia dan Maghrib tersebut tidak memiliki “mauruts al qadiimah”, artinya masyarakat tersebut tidak mengenal sistem peninggalan-peninggalan berupa pengetahuan dan keyakinan kuno pra-Islam yang perlu dibangkitkan guna membuat dominasi ideologi dan kekuasaan. Meski mereka tetap mengikuti keyakinan agamanya; kristen maupun yahudi. Mereka tidak mempunnyai kepentingan dominasi untuk melakukan penyusupan dalam agama, kebudayaan maupun kekuasaan Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           Kedua, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;prespektif geografis&lt;/span&gt;. Wilayah Andalusia dan Maghrib merupakan wilayah yang jauh dari&lt;br /&gt;persaingan politik, ideologi, budaya antara kekuasaan Abbasiah dan Fathimiyah. Hal ini memberi kesempatan bagi penguasa Umayyah di Andalusia dengan wilayah yang masih berbentuk propinsial yakni menginduk pada pemerintahan pusat Abbasiah di Baghdad, guna menancapkan kekuasaan yang lebih kuat secara politik. Abdurahman III an Nashir (912-962 M) memproklamirkan diri menjadi khalifah yang independan dari kekuasaan Baghdad. Bahkan disela-sela itu, kebangkitan pemikiran ilmu pengetahuan di Andalusia sebagai strategi kebudayaan, dapat dicanangkannya secara lebih konkrit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           Ketiga, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;prespektif ideologis&lt;/span&gt;. Sejarah Islam dari kurun ke kurun selalu diisi dengan persaingan ideologi keagamaan. Hal ini mempengaruhi sistem sosial, politik dan budaya yag ada di Andalusia. Pada masa tersebut adalah masa skisma ideologi dan politik yang lagi genting-gentingnya dalam mempengaruhi ideologi resmi kekuasaan. Kekuasaan Baghdad mengangkat mazhab Hanafi sebagai ideologi resmi. Lalu muncullah madzhab Maliki sebagai tandingan secara ideologis dan oposisi secara politis terhadap kekuasaan Abbasiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika mazhab Maliki berkembang di Andalusia maka pihak kekhalifahan memilihnya untuk dijadikan ideologi resmi negara. Dari sudut politis, demikian ini sangat memberi dampak positif bagi pihak kekhalifahan Andalusia untuk menandingi kekhalifahan Baghdad dan Masriq pada umumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           Otoritas para ahli fiqh mazhab Maliki dalam mengatur soal agama dan pemikiran sangatlah luas&lt;br /&gt;hingga menjadi acuan masyarakat demi kepentingan status-quo, seperti pelarangan studi filsafat. Sebagai konsekuensi logis, akhirnya masyarakat Andalusia lebih tertarik mendalami ilmu-ilmu yang tidak dipermasalahkan unsur ideologinya oleh para ahli fiqh status-quo semisal matematika, astronomi dan logika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ideologi sebagai target proyek kebudayaan Namun dalam perkembangannya, pihak kekhalifahan Umayyah mencabut larangan para ahli fiqh dalam mempelajari filsafat tersebut sehingga perjalanan kebudayaan berjalan dengan baik, dari proyek kebudayaan yang dipelopori Ibnu Hazm hingga mencapai kematangan pada masa Ibnu Rusd dalam mengulas pemikiran filsafat Aristoteles. Namun konteks pencanangan strategi budaya tersebut tetap tak lepas dari frame "target kepentingan ideologis" untuk memperkuat status quo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut catatan sejarah kontemporer menuliskan perkembangan sosial budaya yang sangat fantastis pada masa tersebut. Cordoba sebagai ibukota Andalusia mempunyai 21 Suburb, 500 masjid, 300 pemandian umum, 70 Perpustakaan, beberapa mil jalan besar, lampu jalan, hingga menjadikan Cordoba sebagai kota terbesar di Eropa Barat. Dan saksi yang masih tersisa kebesarannya adalah masjid Cordoba yang dibangun pada awal kepemerintahan dinasti Umayah (National Geographic Vol. 174, no. 1, July 1988)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           Seni arsitektur pun lebih berkembang dengan pesat dan didukung kekuasaan. Tahun 961 M di&lt;br /&gt;bawah kepemerintahan al Hakam II, pembangunan kota kecil yang disebut madinat al Zahra diselesaikan selama 25 tahun. Kota kecil yang berada 5 mil di barat daya kota Cordoba merupakan kota termegah yang menghabiskan biaya negara terbesar ketiga. Kemewahan tersebut diperhitungkan sesuai dengan populasi yang menghuni kota tersebut, keluarga Hakam II, para Jenderal, hingga tukang kebunnya saja mencapai jumlah 20.000 orang. Pengawal kerajaan berjumlah 12.000 dan hareemnya berjumlah lebih 60.000 orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sini mulailah masa keruntuhan dinasti Umayah terlihat. Kesenjangan sosial pun mulai merentang panjang. Kemewahan seorang khalifah memberikan jarak pada sisi-sisi gelap penduduk Andalusia. Kriminalitas mulai meningkat dan kerusuhan mulai terangkat ke permukaan. Hingga beberapa pemegang kekuasaan kecil di kota-kota Andalusia mulai tumbuh keterikatan warga kota secara separatif (al 'ashabiyah madiniyah) karena tidak puas dengan kekuasaan sentral Cordoba. Beberapa mereka meminta bantuan raja Spanyol utara. Alcid, dari kata Arab as Sayyid, itulah sebutan yang sangat populer orang Islam untuk orang kristen utara yang mau membantu memerangi penguasa kota lain seperti yang terjadi pada saat emir dari Zaragoza mengambil alih kekuasaan Valencia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa perpecahan ini memberikan peluang bagi tumbuhnya raja-raja kecil, muluk at tawaif (1009-1031M) untuk mengatur wilayahnya yang hanya sebatas kota. Hal yang menarik dari pada masa tersebut adalah masa yang sangat kompetitif di berbagai bidang kebudayaan dan ilmu pengetahuan. Para akademisi dan seniman saling bersaing untuk menampilkan kelebihan masing-masing negara-kotanya. Sehingga memberikan identitas yang berbeda-beda di setiap negara kota tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski pada masa tersebut Cordoba bukan lagi menjadi sentra kekuasaan namun identitas intelektualnya masih melekat sehingga kota tersebut dikenal sebagai pusat mazhab pemikiran teoretis dan spekulatif, sedangkan Sevilla sebagai pusat seni sastra. Sementara Toledo dan Zaragoza terkenal dengan aliran matematik dan sains.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan politik tidak banyak mempengaruhi kebudayaan. Keporakporandaan sistem politik tidak mesti memporak-porandakan bangunan kebudayaan dan pemikiran kecuali setelah datangnya penguasa Almuravid (al Murabitun) pada tahun 1085 pimpinan Yusuf ibn Tashufin dari gurun pasir Maghrib dan beraliran Maliki yang jumud serta fanatik. Awal kedatangannya pada dasarnya bertujuan meredam disintegrasi Andalusia pada masa muluk at tawaif dan mempertahankan Andalusia menghadapi serangan Kerajaan Kristen dari utara yang telah menguasai Castilla dan Leon. Akan tetapi secara kontradiktif dinasti Almuravid sangat menyukai budaya bermewah-mewah dan foya-foya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi yang memprihatinkan pada tahun 1145 itu, memunculkan sebuah gerakan revolusioner yang dipimpin oleh al Mahdi ibn Tumart dengan membangkitkan kembali konsep Ibn Hazm dengan mazhab zahiriyah-nya untuk menghimpit ideologi Imam Malik di wilayah Andalusia. Mereka disebut dinasti AlMohad (al Muwahidun). Mereka mengembangkan proyek kebudayaan dalam frame ideologis hingga pada masa puncaknya yakni pada masa khalifah Almohad III, Ya’qub al Mansur. Madzhab Ibn Hazm menjadi ideologi resmi dan Pemikiran fiqhiyah far’iyah dan qiyas Madzhab Maliki diberangus secara represif. Bagi yang melanggarnya akan dihukum keras dan mengharuskan bagi warga Andalusia untuk kembali menafsirkan Al Qur’an dan Hadits dengan makna zahir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proyek kebudayaan dan ilmu pengetahuan juga berkembang ketika al Mansur mencabut kembali larangan mempelajari filsafat yang telah dilarang pada zaman al Muravid dan menghimpun buku-buku filsafat serta ilmu-ilmu pra-Islam. Kemudian ia menugaskan Abu al Walid Ibn Rusyd untuk meringkasnya serta memberi komentar penting mengenai filasafat Aristoteles. Hal tersebut mengingatkan kembali pada masa dinasti Umayyah yang dipimpin al Muntasir dan Hakam I. Akhirnya ada kesinambungan politik kebudayaan dalam mengentaskan proyek kebudayaan yang terjadi di Andalusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           Akan tetapi pada  tahun 1212, Dinasti Almohad berhasil dipukul mundur oleh kerajaan Kristen&lt;br /&gt;Utara dalam peperangan al ‘Iqab (hukuman balasan) atau orang Spanyol menyebutnya sebagai "La Navas de Tolosa". Almohad mundur melewati selat Gibraltar menuju Granada. Kota-kota Andalusia telah dikuasai Kristen Utara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proyek kebudayaan Andalusia pun berlanjut di kota Granada, dengan dibangunnya istana al Hambra. Perkembangan arsitektur dan astronomi menjadi identitas utama. Sementara di pihak lain, proyek kebudayaan tersebut juga dilanjutkan oleh kerajaan Kristen di bawah Raja Alfonso X dengan mendirikan sekolah penerjemahan dengan mempekerjakan para ilmuwan Kristen, Muslim dan Yahudi berkolaborasi untuk menerjemahkan manuskrip Arab ke bahasa Latin seperti, komentar-komentar Ibn Rusyd (Averoes) terhadap filsafat Aristoteles, al Jabar dan matematikanya al Khawarizimi (Logarithma), Cannon Ibn Sina (Avecienna). (National Geographic Vol. 174, no. 1, July 1988)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           Strategi kebudayaan yang diarahkan ke ideologi demi mempertahankan kekuasaan merupakan&lt;br /&gt;bumerang bagi pelaku kebudayaan tersebut. Sebab konflik ideologi tidaklah pudar dari masa ke masa seperti konflik yang terjadi antara Dinasti Abbasiah yang bermadzhab sunni Asy‘ari, Dinasti Fatimiyah yang bermadzhab Syi’i-Ismaily dan Almohad yang bermadzhab Ibn Hazm. Bahkan yang terakhir adalah konflik yang terjadi antara Almohad sendiri dengan Kristen-Katolik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di penghujung 1491 tentara Ferdinand dan Isabella memasuki tapal batas Granada kemudian menemui Muhammad XII Abd Abillah (atau Boabdil) guna mengadakan perundingan peralihan kekuasaan. Secara tertutup Boabdil menerima perundingan penyerahan kekuasaan Granada dengan perjanjian damai (The Solemn Declaration) terdiri 67 pasal yang intinya agar penduduk Muslim di Granada tetap bebas melakukan aktifitas keagamaan dan kehidupan mereka. Dan Boabdil minta jaminan keselamatan untuk meninggalkan Granada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stanley Lane-Poole dalam buku klasiknya “The Moors in Spain” tahun 1887 menceritakan detik-detik kepergiannya Boabdil dari istana Alhambra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Allahu Akbar!!!” teriaknya tertekan dengan kepedihan mendalam saat ia berhenti sejenak menengok kembali ke belakang melihat Alhambra. Aisyah, ibunya yang berdiri di sampingnya, memberikan komentar: “Kau dapat menangis selayaknya wanita…” katanya, “…. Tapi kenapa kau tidak bisa melakukan perlawanan selayaknya pria…?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tanggal 2 Januari 1492, tepatnya di wilayah Alpujara, tempat Boabdil menghentikan langkahnya yaitu di jalan kecil yang kini menjadi legenda, bernama Jalan El ultimo Sopiro del Moro. Sebuah jalan yang berarti: Nafas terakhir orang-orang Moors.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17354004-115043673691100213?l=islam-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17354004/posts/default/115043673691100213'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17354004/posts/default/115043673691100213'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://islam-ku.blogspot.com/2006/06/kronika-budaya-andalusia.html' title='Kronika Budaya Andalusia'/><author><name>Rini</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i79.photobucket.com/albums/j152/riniaisyah/love-is.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17354004.post-115043610042830756</id><published>2006-06-16T12:30:00.000+07:00</published><updated>2006-06-16T12:35:00.503+07:00</updated><title type='text'>Al-Qur'an vs Iptek</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Ke-1.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Angin membantu penyerbukan.&lt;br /&gt;Dan Kami telah meniupkan angin untuk mengawinkan (tumbuh-tumbuhan) dan Kami turunkan hujan dari langit, lalu Kami beri minum kamu dengan air itu, dan sekali-kali bukanlah kamu yang menyimpannya. [Al Hijr (15):22].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilmu biologi modern mengemukakan bahwa sarana pernyerbukan/perkawinan tanaman ada beberapa macam. Ada penyerbukan dengan bantuan serangga semisal lebah dan kupu-kupu, ada juga yang menggunakan bantuan angin. Angin meniupkan spora-spora tanaman dan membawanya pada tanaman lain. 1400 tahun yang lalu Al Qur'an mengemukakan fakta ilmiah tersebut yang mana ilmu Biologi tentang hal ini baru diketemukan beberapa tahun yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ke-2.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di laut yang dalam tidak ada cahaya. Atau seperti gelap gulita di lautan yang dalam, yang diliputi oleh ombak, yang di atasnya ombak (pula), di atasnya (lagi) awan; gelap gulita yang tindih-bertindih, apabila dia mengeluarkan tangannya, tiadalah dia dapat melihatnya, (dan) barang siapa yang tiada diberi cahaya (petunjuk) oleh Allah tiadalah dia mempunyai cahaya sedikit pun. [An Nuur(24):40]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lingkungan di laut dalam digambarkan dalam buku yang berjudul oceans:&lt;br /&gt;Kegelapan di laut dalam ditemukan sekitar kedalaman 200 meter dan di bawahnya. Pada kedalaman ini, hampir tidak ada cahaya. Dibawah kedalaman 1000 meter tidak ada cahaya sama sekali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, kita mengetahui mengenai struktur umum dari laut, ciri-ciri makhluk hidup didalamnya, salinitasnya, maupun jumlah air yang terdapat didalamnya, luas permukaan dan kedalamannya. Kapal selam dan peralatan khusus, yang dikembangkan dengan tekhnologi modern, memungkinkan ilmuwan untuk mendapatkan informasi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia tidak dapat menyelam lebih dari 40 meter tanpa bantuan peralatan khusus. Mereka tidak dapat hidup dikedalaman tanpa bantuan, dalam bagian gelap lautan, seperti pada kedalaman 200 meter. Oleh karena itu, ilmuwan hanya baru-baru ini saja menemukan potongan informasi rinci mengenai laut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi, pernyataan "kedalaman didalam lautan" digunakan dalam Surat An-Nur 1400 tahun yang lalu. Jelas ini merupakan salah satu mukjizat Al-Qur'an bahwa informasi tersebut diberikan ketika tidak ada peralatan yang tersedia guna memungkinkan manusia menyelam ke kedalaman laut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disamping itu, pernyataan didalam ayat 40 surat An-Nur "...." memperlihatkan kepada kita mukjizat yang lain dari Al-Qur'an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilmuwan baru-baru ini menemukan bahwa terdapat gelombang internal, yang "terjadinya pada batas densitas atau kerapatan antara lapisan-lapizsan yang berbeda". Gelombang internal ini menutup perairan yang dalam dari laut dan samudera karena air dalam mempunyai kerapatan yang lebih tinggi daripada air di atasnya. Gelombang internal berperilaku seperti gelombang permukaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka pecah, seperti gelombang permukaan. Gelombang internal tidak dapat dilihat oleh mata manusia, tetapi dapat dideteksi dengan mempelajari suhu atau perubahan salinitas pada lokasi tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernyataan dalam Al-Quran persis sama seperti penjelasan diatas. Tanpa riset, kita hanya dapat melihat gelombang pada permukaan laut. Adalah tidak mungkin bagi seseorang untuk mengetahui mengenai gelombang internal di bawah laut. Tetapi, dalam surat An-Nur, Allah memberitahukan kepada kita mengenai jenis gelombang yang terjadi pada kedalaman lautan. Jelas, fakta ini, yang baru-baru ini saja ditemukan ilmuwan, sekali lagi menunjukkan bahwa Al-Qur'an merupakan firman Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ke-3.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin naik kelangit semakin sedikit kadar oksigen sehingga kita sesak bernafas.&lt;br /&gt;"Barangsiapa dikehendaki Allah diberi petunjuk, niscaya Allah akan melapangkan dadanya untuk berserah diri (kepada Allah). dan barangsiapa yang dikehendaki sesat, maka Allah menjadikan dadanya sempit dan sesak seolah-olah ia naik kelangit" [Al An'am 125].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari siapakah Muhammad saw tahu kalau kita naik kelangit akan sesak nafas kita karena kekurangan oksigen? Ayat ini turun 14 abad yang lalu yang belum ada penelitian tentang langit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ke-4.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga kegelapan yang dilalui bayi dalam kandungan.&lt;br /&gt;"Allah menciptakan kamu didalam perut Ibu mu tahap kejadian demi tahap kejadian didalam gelap yang tiga". [Az Zumar(39):6].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pameran Islam di London terpampang kaligrafi dengan tulisan ayat Al Quran tersebut, berserta terjemahannya dalam bahasa Inggris. Lalu masuklah dokter ahli bedah kandungan bangsa inggris, yang jelas tak beragama Islam. setelah melihat benda yang dipajang akhirnya ia melihat kaligrafi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu ia tidak tahu huruf kaligrafi tersebut, tapi setelah membaca terjemahannya ia sungguh kagum dan heran. Sebagai ahli kandungan dia mengetahui bahwa bayi yang terdapat dalam rahim ibunya di lindungi oleh tiga lapisan selaput halus tapi kuat. selaput itu adalah Amnion membrane, Decudea membrane, dan Chorion membrane. Dokter itu terpesona karena mengetahui ayat itu turun 14 abad yang lalu, disaat bangsa Eropa dan amerika tenggelam dalam kebodohan. Dari mana! Muhammad saw tahu bahwa dalam rahim ada tiga kegelapan yang harus di lewati si bayi, yaitu tiga selaput membrane tersebut?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ke-5.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ubun-ubun di kepala (otak) kita yang mengendalikan gerakan kita. Ketahuilah, sungguh jika dia tidak berhenti (berbuat demikian) niscaya Kami tarik ubun-ubunnya,(yaitu) ubun-ubun orang yang mendustakan lagi durhaka.&lt;br /&gt;[Al 'Alaq(96):15-16]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ungkapan "(yaitu) ubun-ubun orang yang mendustakan lagi durhaka" pada ayat diatas adalah paling menarik. Riset yang dilakukan pada tahun-tahun belakangan ini mengungkapkan bahwa bagian prefrontal, yang bertanggung jawab atas manajemen fungsi-fungsi tertentu dari otak, terletak pada bagian depan tengkorak. Ilmuwan baru menemukan fungsi bagian ini, yang ditunjukkan Al-Qur'an 1400 tahun yang lalu, dalam waktu 60 tahun terakhir. Jika kita melihat pada bagian dalam tengkorak di bagian depan kepala, kita akan menemukan bagian depan dari cerebrum. Sebuah buku yang berjudul "Essentials of Anatomy and Physiology", yang mencakup hasil-hasil riset paling akhir mengenai fungsi-fungsi bagian ini, mengatakan:&lt;br /&gt;"Motivasi dan pemikiran untuk merencanakan melakukan gerakan terdapat pada bagian anterior dari frontal lobes, bagian prefrontal. Ini merupakan bagian dari cortex asosiasi....."&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Buku tersebut juga mengatakan:&lt;br /&gt;Dalam hubungan dengan keterlibatannya dalam gerakan, bagian prefrontal juga dianggap merupakan pusat fungsional bagi penyerangan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, bagian cerebrum ini bertanggung jawab atas perencanaan, motivasi, dan menimbulkan perilaku baik dan berdosa, dan bertanggung jawab atas orang berbohong atau mengatakan yang benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelas bahwa pernyataan "ubun-ubun orang yang mendustakan lagi durhaka" benar-benar berhubungan dengan penjelasan diatas. Fakta ini, yang baru ditemukan ilmuwan dalam waktu 60 tahun terakhir, dinyatakan Allah dalam Al-Qur'an sejak lama.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17354004-115043610042830756?l=islam-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17354004/posts/default/115043610042830756'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17354004/posts/default/115043610042830756'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://islam-ku.blogspot.com/2006/06/al-quran-vs-iptek.html' title='Al-Qur&apos;an vs Iptek'/><author><name>Rini</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i79.photobucket.com/albums/j152/riniaisyah/love-is.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17354004.post-115043556190678590</id><published>2006-06-16T12:25:00.000+07:00</published><updated>2006-06-16T12:26:01.966+07:00</updated><title type='text'>Bekal Meninggalkan Zona Nyaman</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Oleh Rahmat*&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namanya juga meninggalkan Zona Nyaman, tentu akan berada di zona yang tidak nyaman. Dalam zona yang tidak nyaman kita harus memiliki bekal agar kita kuat dan bisa bertahan di zona tidak nyaman tersebut. Bagi orang yang tidak memiliki bekal yang cukup bisa kembali ke zona nyaman semula sebelum mencapai zona nyaman yang lebih tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal pertama yang diperlukan untuk meninggalkan zona nyaman ialah niat yang lurus. Untuk apa Anda meninggalkan zona nyaman? Tentu saja harus demi kebaikan, baik bagi sendiri, keluarga, bangsa, dan tentu saja untuk kemuliaan Islam (Izzatul Islam).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang kedua ialah persiapan dan rencana yang matang. Untuk hal ini telah saya bahas pada artikel "Langkah Awal yang Salah". Kemudian hal ketiga ialah harus memiliki sikap yang unggul. Anda akan meninggalkan zona nyaman Anda menuju zona nyaman yang lebih tinggi yang melalui zona tidak nyaman, tentu saja Anda harus memiliki sikap-sikap yang mencerminkan bahwa Anda memang lebih unggul dari orang rata-rata yang betah pada zona nyaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun sikap-sikap yang perlu Anda bina ialah:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;   &lt;li&gt;   High Achiever. Tidak cepat puas dan selalu ingin mencapai hasil yang terbaik.&lt;/li&gt;   &lt;li&gt;   Risk Taker. Selalu saja ada resiko untuk hal yang lebih baik.&lt;/li&gt;   &lt;li&gt;   Peka terhadap Peluang. Waspada pada setiap peluang yang muncul sehingga tidak lepas begitu saja.&lt;/li&gt;   &lt;li&gt;   Kreatif. Selalu memiliki ide untuk memecahkan masalah atau menciptakan peluang yang baru.&lt;/li&gt;   &lt;li&gt;   Sabar. Kadang hasil tidak selalu dicapai dengan cepat. Maka kesabaran mutlak diperlukan.&lt;/li&gt;   &lt;li&gt; Percaya Diri. Nasib Anda ditentukan oleh Anda sendiri dengan izin Allah SWT, jika Anda tidak percaya diri, bagaimana jadinya?&lt;/li&gt;   &lt;li&gt;   Antusias. Antusias ditambah "action" sama dengan sukses.&lt;/li&gt; &lt;/ol&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;[Sumber : &lt;/span&gt;&lt;a style="font-style: italic;" href="http://www.motivasi-islami.com/artikel0075.html"&gt;Artikel Motivasi Islam&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17354004-115043556190678590?l=islam-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17354004/posts/default/115043556190678590'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17354004/posts/default/115043556190678590'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://islam-ku.blogspot.com/2006/06/bekal-meninggalkan-zona-nyaman.html' title='Bekal Meninggalkan Zona Nyaman'/><author><name>Rini</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i79.photobucket.com/albums/j152/riniaisyah/love-is.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17354004.post-115043510700657037</id><published>2006-06-16T12:16:00.000+07:00</published><updated>2006-06-16T12:18:38.546+07:00</updated><title type='text'>Mr.Jacques Yves Costeau</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jika Anda termasuk orang yang gemar menonton acara televisi "Discovery" pasti kenal Mr.Jacques Yves Costeau. Ia seorang ahli kelautan (oceanografer) dan ahli selam terkemuka dari Perancis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang tua yang berambut putih ini sepanjang hidupnya menyelam ke berbagai dasar samudera di seantero dunia dan membuat film dokumenter tentang keindahan alam bawah laut untuk ditonton jutaan pemirsa di seluruh dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari ketika sedang melakukan eksplorasi di bawah laut, tiba-tiba ia menemukan beberapa kumpulan mata air tawar-segar yang sangat sedap rasanya karena tidak bercampur/tidak melebur dengan air laut yang asin di sekelilingnya, seolah-olah ada dinding atau membran yang membatasi keduanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fenomena ganjil itu membuat penasaran Mr. Costeau dan mendorongnya untuk mencari tahu penyebab terpisahnya air tawar dari air asin di tengah-tengah lautan. Ia mulai berpikir, jangan-jangan itu hanya halusinasi atau khayalan sewaktu menyelam. Waktu pun terus berlalu setelah kejadian tersebut, namun ia tak kunjung mendapatkan jawaban yang memuaskan tentang fenomena ganjil tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai pada suatu hari ia bertemu dengan seorang profesor muslim, kemudian ia pun menceritakan fenomena ganjil itu. Profesor itu teringat pada ayat Al-Qur'an tentang bertemunya dua lautan (surat Ar-Rahman ayat 19-20) yang sering diidentikkan dengan Terusan Suez. Ayat itu berbunyi "Marajal bahrayni yaltaqiyaan, baynahumaa barzakhun laa yabghiyaan..." artinya "Dia biarkan dua lautan bertemu, di antara keduanya ada batas yang tidak bisa ditembus." Kemudian dibacakan surat Al Furqan ayat 53 di atas. Selain itu, dalam beberapa kitab tafsir, ayat tentang bertemunya dua lautan tapi tidak bercampur airnya diartikan sebagai lokasi muara sungai, di mana terjadi pertemuan antara air tawar dari sungai dan air asin dari laut. Namun tafsir itu tidak menjelaskan ayat berikutnya dari surat Ar-Rahman ayat 22 yang berbunyi "Yakhruju minhumaa lu'lu`u wal marjaan" artinya "Keluar dari keduanya mutiara dan marjan." Padahal di muara sungai tidak ditemukan mutiara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terpesonalah Mr. Costeau mendengar ayat-ayat Al Qur'an itu, melebihi kekagumannya melihat keajaiban pemandangan yang pernah dilihatnya di lautan yang dalam. Al-Qur'an ini mustahil disusun oleh Muhammad yang hidup di abad ke tujuh, suatu zaman saat belum ada peralatan selam yang canggih untuk mencapai lokasi yang jauh terpencil di kedalaman samudera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar-benar suatu mukjizat, berita tentang fenomena ganjil 14 abad yang silam akhirnya terbukti pada abad 20. Mr. Costeau pun berkata bahwa Al-Qur'an memang sungguh-sungguh kitab suci yang berisi firman Allah, yang seluruh kandungannya mutlak benar. Dengan seketika ia pun memeluk Islam. Allahu Akbar...! Mr. Costeau mendapat hidayah melalui fenomena teknologi kelautan. Maha Benar Allah yang Maha Agung. Shadaqallaahul `Azhim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah s.a.w. bersabda: "Sesungguhnya hati manusia akan berkarat sebagaimana besi yang dikaratkan oleh air." Bila seorang bertanya, "Apakah caranya untuk menjadikan hati-hati ini bersih kembali?" Rasulullah s.a.w. bersabda, "Selalulah ingat mati dan membaca Al-Qur'an."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi." (Q.S Al Furqan:53)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;[Sumber: Majalah Percikan Iman, Edisi 4 Tahun II]&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17354004-115043510700657037?l=islam-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17354004/posts/default/115043510700657037'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17354004/posts/default/115043510700657037'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://islam-ku.blogspot.com/2006/06/mrjacques-yves-costeau.html' title='Mr.Jacques Yves Costeau'/><author><name>Rini</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i79.photobucket.com/albums/j152/riniaisyah/love-is.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17354004.post-115043445613267734</id><published>2006-06-16T12:00:00.000+07:00</published><updated>2006-06-16T12:07:36.403+07:00</updated><title type='text'>Rumah Islami</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam buku berjudul, "Menyelamatkan Kota-kota Islam (Islamic Cities and Convservation)" karya Jim Antoniou mengajak pembaca untuk menggembara dan menelusuri ke kota-kota kuno Islam yang membentang dari Barat hingga ke Timur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menyatakan bahwa keluarga Islam terdiri dari keluarga batih (extended) dan bukan model keluarga nukleus seperti lazimnya keluarga Barat. Bentuk rumah dan keluarga batih Islam berupa sebuah halaman yang di dalamnya terdapat kamar dengan pintu-pintu yang menghadap ke halaman yang merupakan inti dari suatu kehidupan keluarga. Konsekuensi dari sistem batih ini adalah pola kehidupan sosial penghuninya mempengaruhi kegiatan yang dilakukan oleh kelompok-kelompok secara terpisah. Suatu kegiatan kelompok memerlukan suatu ruangan khusus bagi laki-laki dan tamu. Kelompok lain memerlukan ruangan yang dikhususkan bagi wanita dan kegiatan kehidupan keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, setelah pengaruh metodologi perencanaan kota yang berasal dari pihak asing (barat), model keluarga seperti itu menahan pembangunan di sebuah lingkungan perkotaan yang modern. Bahkan, motodolgi perencanaan kotapun sebenarnya tidak cocok dengan karakter penghuni kota Islami, misalnya dalam hal sistem kepemilikan tanah, konsep-konsep dan rancang bangun rumah dan peruntukkan yang tidak sesuai dengan sifat penduduk kota yang tradisional.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17354004-115043445613267734?l=islam-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17354004/posts/default/115043445613267734'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17354004/posts/default/115043445613267734'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://islam-ku.blogspot.com/2006/06/rumah-islami.html' title='Rumah Islami'/><author><name>Rini</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i79.photobucket.com/albums/j152/riniaisyah/love-is.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17354004.post-114724291053740355</id><published>2006-05-10T13:08:00.000+07:00</published><updated>2006-05-10T13:35:10.783+07:00</updated><title type='text'>Dosa-Dosa Yang Dianggap Biasa : Bai'un Najsh</title><content type='html'>Bai'un Najsh (Menaikkan Tawaran Harga Barag Tetapi Ia Tidak Bermakud Membelinya&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Bai’un najsh yaitu menaikkan tawaran harga barang tetapi ia tidak bermaksud membelinya, untuk menipu orang lain yang ingin membeli sehingga ia mau menaikkan tawaran harga tersebut. Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda :&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Janganlah kalian saling bersaing dalam penawaran barang (untuk tujuan menipu)” (HR Al Bukhari, lihat Fathul Bari : 10/484).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tak diragukan lagi, ini adalah salah satu bentuk penipuan. Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda :&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Makar (tipu daya) dan penipuan adalah tempatnya neraka” (Lihat sisilatul Ahadits Ash Shahihah , 1057).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Banyak kita saksikan, para pemandu suatu acara pelelangan atau para penjaga stan dalam pameran mobil atau barang-barang lainnya memakan barang haram disebabkan perbuatan yang mereka lakukan. Diantaranya, mereka acapkali melakukan bai’un najsy, memperdaya pembeli. Atau bila mereka dalam posisi selaku pembeli mereka menipu para penjual dan hanya mau membeli dengan harga serendah-rendahnya. Berbeda jika mereka selaku penjual barang atau menjualkan barang orang lain, mereka akan mengelabui para pembeli dan menaikkan harga setinggi-tingginya. Mereka adalah para penipu hamba Allah dan para pembawa bahaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;[Oleh : Muhammad Shalih Al Munajjid]&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17354004-114724291053740355?l=islam-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17354004/posts/default/114724291053740355'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17354004/posts/default/114724291053740355'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://islam-ku.blogspot.com/2006/05/dosa-dosa-yang-dianggap-biasa-baiun.html' title='Dosa-Dosa Yang Dianggap Biasa : Bai&apos;un Najsh'/><author><name>Rini</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i79.photobucket.com/albums/j152/riniaisyah/love-is.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17354004.post-114196066199119533</id><published>2006-03-10T10:15:00.000+07:00</published><updated>2006-03-10T10:17:49.996+07:00</updated><title type='text'>Musibah</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Tabah dan kuatkan dirimu menghadapi musibah,&lt;br /&gt;ketahuilah bahwa manusia itu tidaklah abadi.&lt;br /&gt;Atau engkau tidak melihat &lt;br /&gt;bahwa musibah itu berlimpah,&lt;br /&gt;sementara kematian bagi seorang hamba&lt;br /&gt;selalu mengintai.&lt;br /&gt;Orang yang engkau lihat&lt;br /&gt;tidak pernah tertimpa musibah&lt;br /&gt;bukanlah jalan hidup yang engkau ikuti.&lt;br /&gt;Kalau engkau ingat musibah&lt;br /&gt;kematian Nabi Muhammad (saw)&lt;br /&gt;jadikanlah musibahmu yang sesungguhnya&lt;br /&gt;adalah musibah kematian Nabi."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Abul Itahiyah&lt;/span&gt; dikutip oleh Muhammad bin Muhammad al-Manjabi dalam Tasliyatu Ahlil Masha'ib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musibah yang paling menyedihkan yang telah menimpa seorang muslim adalah musibah wafatnya Nabi Muhammad (saw). Dengan wafatnya Nabi (saw), terputuslah wahyu dari langit sampai hari kiamat, dan terputus pula kenabian beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wahai manusia, siapapun dari kalangan manusia atau dari kalangan mukminin yang tertimpa musibah, hendaknya ia menghibur diri dengan hiburan karena ia belum merasakan musibah kematianku, baru merasakan musibah lainnya. Karena tak seorangpun dari ummatku yang tertimpa musibah sepeninggalku yan glebih besar dari musibah kematianku." &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;(HR. Ibnu Majah No.1599 dalam al-Janaiz)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menghibur diri jika sedang mengalami musibah adalah merupakan hal yang wajar untuk menghilangkan kesedihan. Bagi seorang mukmin, musibah harus diterima dengan lapang dada. Menyadari bahwa semua itu berasal dari Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku sungguh merasa takjub kepada seorang mukmin, apa saja yang Allah takdirkan bagi dirinya, pasti akan menjadi kebaikan baginya." &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;(HR. Ahmad, Ibnu Hibban)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di setiap musibah yang ditakdirkan Allah pasti memiliki hikmah (bagi mereka yang berpikir). Jadi, sudah sewajarnya, bila musibah yang dialami sebisa mungkin ditutupi. Seperti kata Abdullah bin Muhammad al-Harawi, "Diantara mata kebajikan adalah menutupi musibah sehingga orang lain mengira bahwa kita tidak pernah tertimpa musibah."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17354004-114196066199119533?l=islam-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17354004/posts/default/114196066199119533'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17354004/posts/default/114196066199119533'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://islam-ku.blogspot.com/2006/03/musibah.html' title='Musibah'/><author><name>Rini</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i79.photobucket.com/albums/j152/riniaisyah/love-is.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17354004.post-113410878267317872</id><published>2005-12-09T12:57:00.000+07:00</published><updated>2005-12-09T13:13:02.686+07:00</updated><title type='text'>Nasehat Bagi Pemuda Muslim Dan Penuntut Ilmu</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;Oleh Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama-tama aku menasihatimu dan diriku agar bertakwa kepada Allah Jalla Jalaluhu, kemudian apa saja yang menjadi bagian/cabang dari ketakwaan kepada Allah Tabaarakan wa Ta'ala seperti :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;[1]&lt;/strong&gt; Hendaklah kamu menuntut ilmu semata-mata hanya karena ikhlas kepada Allah Jalla Jalaluhu, dengan tidak menginginkan dibalik itu balasan dan ucapan terima kasih. Tidak pula menginginkan agar menjadi pemimpin di majelis-majelis ilmu. Tujuan menuntut ilmu hanyalah untuk mencapai derajat yang Allah Jalla Jalaluhu telah khususkan bagi para ulama. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dalam firmanNya.&lt;br /&gt;"Artinya : ... Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat ...?"&lt;br /&gt;&lt;em&gt;[Al-Mujaadilah : 11]&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;[2]&lt;/strong&gt; Menjauhi perkara-perkara yang dapat menggelincirkanmu, yang sebagian "Thalibul Ilmi" (para penuntut ilmu) telah terperosok dan terjatuh padanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diantara perkara-perkara itu :&lt;br /&gt;[a] Mereka amat cepat terkuasai oleh sifat ujub (kagum pada diri sendiri) dan terpedaya, sehingga ingin menaiki kepala mereka sendiri.&lt;br /&gt;[b] Mengeluarkan fatwa untuk dirinya dan untuk orang lain sesuai dengan apa yang tampak menurut pandangannya, tanpa meminta bantuan (dari pendapat-pendapat) para ulama Salaf pendahulu ummat ini, yang telah meninggalkan "harta warisan" berupa ilmu yang menerangi dan menyinari dunia keilmuan Islam. (Dengan warisan) itu jika dijadikan sebagai alat bantu dalam upaya penyelesaian berbagai musibah/bencana yang bertumpuk sepanjang perjalanan zaman. Sebagai mana kita telah ikut menjalani/merasakannya, dimana sepanjang zaman itu dalam kondisi yang sangat gelap gulita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meminta bantuan dalam berpendapat dengan berpedoman pada perkataan dan pendapat Salaf, akan sangat membantu kita untuk menghilangkan berbagai kegelapan dan mengembalikan kita kepada sumber Islam yang murni, yaitu al- Qur'an dan as-Sunnah yang shahihah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuatu yang tidak tertutup bagi kalian bahwasannya aku hidup di suatu zaman yang mana kualami padanya dua perkara yang kontradiksi dan bertolak belakang, yaitu pada zaman dimana kaum muslimin, baik para syaikh maupun para penuntut ilmu, kaum awam ataupun yang memiliki ilmu, hidup dalam jurang taqlid, bukan saja pada madzhab, bahkan lebih dari itu bertaqlid pada nenek moyang mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan kami dalam upaya menghentikan sikap tersebut, mengajak manusia kepada al-Qur'an dan as-Sunnah. Demikian juga yang terjadi di berbagai negeri Islam. Ada beberapa orang tertentu yang mengupayakan seperti apa yang kami upayakan, sehingga kamipun hidup bagaikan "Ghuraba" (orang-orang asing) yang telah digambarkan oleh Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam dalam beberapa hadits beliau yang telah dimaklumi, seperti :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Sesungguhnya awal mula Islam itu sebagai suatu yang asing/aneh, dan akan kembali asing sebagaimana permulaannya, maka berbahagialah bagi orang-orang yang asing"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebagian riwayat, Nabi Shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda :&lt;br /&gt;"Artinya : Mereka (al-Ghurabaa) adalah orang-orang shaleh yang jumlahnya sedikit sekeliling orang banyak, yang mendurhakai mereka lebih banyak dari yang mentaati mereka" &lt;em&gt;[Hadits Riwayat Ahmad]&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Dalam riwayat yang lain beliau bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Mereka orang-orang yang memperbaiki apa yang telah di rusak oleh manusia dari Sunnah-Sunnahku sepeninggalku".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku katakan : "Kami telah alami zaman itu, lalu kami mulai membangun sebuah pengaruh yang baik bagi dakwah yang di lakukan oleh mereka para ghuraba, dengan tujuan mengadakan perbaikan ditengah barisan para pemuda mukmin. Sehingga kami jumpai bahwa para pemuda beristiqomah dalam kesungguhan di berbagai negeri muslim, giat dalam berpegang teguh pada al- Qur'an dan Sunnah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam tatkala mengetahui keshahihannya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi kegembiraan kami terhadap kebangkitan yang kami rasakan pada tahun-tahun terakhir tidak berlangsung lama. Kita telah dikejutkan dengan terjadinya sikap "berbalik", dan perubahan yang dahsyat pada diri pemuda- pemuda itu, di sebagian negeri &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;[1]&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;. Sikap tersebut, hampir saja memusnahkan pengaruh dan buah yang baik sebagai hasil kebangkitan ini, apa penyebabnya ? Di sinilah letak sebuah pelajaran penting, penyebabnya adalah karena mereka tertimpa oleh perasaan ujub (membanggakan diri) dan terperdaya oleh kejelasan bahwa mereka berada di atas ilmu yang shahih. Perasaan tersebut bukan saja diseputar para pemuda muslim yang terlantar, bahkan terhadap para ulama. Perasaan itu muncul tatkala merasa bahwa mereka memilki keunggulan dengan lahirnya kebangkitan ini, atas para ulama, ahli ilmu dan para syaikh yang bertebaran diberbagai belahan dunia Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana merekapun tidak mensyukuri nikmat Allah Jalla Jalaluhu yang telah memberikan Taufik dan Petunjuk kepada mereka untuk mengenal ilmu yang benar beserta adab-adabnya. Mereka tertipu oleh diri mereka sendiri dan mengira sesungguhnya mereka telah berada pada status kedudukan dan posisi tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merekapun mulai mengeluarkan fatwa-fatwa yang tidak matang alias mentah, tidak berdiri diatas sebuah pemahaman yang bersumber dari al-Qur'an dan as- Sunnah. Maka tampaklah fatwa-fatwa itu dari pendapat-pendapat yang tidak matang, lalu mereka mengira bahwasanya itulah ilmu yang terambil dari al- Qur'an dan as-Sunnah, maka mereka pun tersesat dengan pendapat-pendapat itu, dan juga menyesatkan banyak orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hal yang tidak sama bagi kalian, akibat dari itu semuanya muncullah sekelompok orang ("suatu jama'ah") dibeberapa negeri Islam yang secara lantang mengkafirkan setiap jama'ah-jama'ah muslimin dengan filsafat-filsafat yang tidak dapat diungkapkan secara mendalam pada kesempatan yang secepat ini, apalagi tujuan kami pada kesempatan ini hanya untuk menasehati dan mengingatkan para penuntut ilmu dan para du'at (da'i).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh sebab itu saya menasehati saudara-saudara kami ahli sunnah dan ahli hadits yang berada di setiap negeri muslim, agar bersabar dalam menuntut ilmu, hendaklah tidak terperdaya oleh apa yang telah mereka capai berupa ilmu yang dimilikinya. Pada hakekatnya mereka hanyalah mengikuti jalan, dan tidak hanya bersandar pada pemahaman-pemahaman murni mereka atau apa yang mereka sebut dengan "ijtihad mereka".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya banyak mendengar pula dari saudara-saudara kami, mereka mengucapkan kalimat itu, dengan sangat mudah dan gampang tanpa memikirkan akibatnya : "Saya berijtihad". Atau "Saya berpendapat begini" atau "Saya tidak berpendapat begitu", dan ketika anda bertanya kepada mereka ; Kamu berijtihad berdasarkan pada apa, sehingga pendapatmu begini dan begitu ?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Apakah kamu bersandar pada pemahaman al-Qur'an dan sunnah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam serta ijma' (kesepakatan) para ulama dari kalangan Sahabat Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam dan yang lainnya ? Ataukah pendapatmu ini hanya hawa nafsu dan pemahaman yang pendek dalam menganalisa dan beristidlal (pengambilan dalil) ?. Inilah realitanya, berpendapat berdasarkan hawa nafsu, pemahaman yang kerdil dalam menganalisa danberistidlal. Ini semuanya dalam keyakinanku disebabkan karena perasaan ujub, kagum pada diri sendiri dan terperdaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh sebab itu saya jumpai di dunia Islam sebuah fenomena (gejala) yang sangat aneh, tampak pada sebagian karya-karya tulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fenomena tersebut tampak dimana seorang yang tadinya sebagai musuh hadits, menjadi seorang penulis dalam ilmu hadits supaya dikatakan bahwa dia memiliki karya dalam ilmu hadits. Padahal jika anda kembali melihat tulisannya dalam ilmu yang mulia ini, anda akan jumpai sekedar kumpulan nukilan-nukilan dari sini dan dari sana, lalu jadilah sebuah karya tersebut. Nah apakah faktor pendorongnya (dalam melakukan hal ini) wahai anak muda ? Faktor pendorongnya adalah karena ingin tampak dan muncul di permukaan. Maka benarlah orang yang berkata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Perasaan cinta/senang untuk tampil akan mematahkan punggung (akan berkaibat buruk)"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi saya menasehati saudara-saudaraku para penuntut ilmu, agar menjauhi segala perangai yang tidak Islami, seperti perasaan terperdaya oleh apa yang telah diberikan kepada mereka berupa ilmu, dan janganlah terkalahkan oleh perasaan ujub terhadap diri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai penutup nasehat ini hendaklah mereka menasehati manusia dengan cara yang terbaik, menghindar dari penggunaan cara-cara kaku dan keras di dalam berdakwah, karena kami berkeyakinan bahwasanya Allah Jalla Jalaluhu ketika berfirman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Serulah manusia kejalan Rabbmu dengan hikmah dan peringatan yang baik, dan debatlah mereka dengan cara yang terbaik ..." [An-Nahl : 125]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwa sesungguhnya Allah Jalla Jalaluhu tidaklah mengatakannya kecuali dengan kebenaran (al-haq) itu, terasa berat oleh jiwa manusia, oleh sebab itu ia cenderung menyombongkan diri untuk menerimannya, kecuali mereka yang dikehendaki oleh Allah. Maka dari itu, jika di padukan antara beratnya kebenaran pada jiwa manusia plus cara dakwah yang keras lagi kaku, ini berarti menjadikan manusia semakin jauh dari panggilan dakwah, sedangkan kalian telah mengetahui sabda Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Bahwasanya di antara kalian ada orang-orang yang menjauhkan (manusia dari agama) ; beliau mengucapkan tiga kali".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;[Nasehat ini dinukil dari kitab "Hayat al-Albani" halaman : 452-455]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Disalin dari Majalah : as-Salafiyah, edisi ke 5/Th 1420-1421. hal 41-48, dengan judul asli "Hukmu Fiqhil Waqi' wa Ahammiyyatuhu". Ashalah, diterjemahkan oleh Mubarak BM Bamuallim LC dalam Buku "Biografi Syaikh Al- Albani Mujaddid dan Ahli Hadits Abad ini" hal. 127-150 Terbitan Pustaka Imam Asy-Syafi'i.]&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17354004-113410878267317872?l=islam-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17354004/posts/default/113410878267317872'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17354004/posts/default/113410878267317872'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://islam-ku.blogspot.com/2005/12/nasehat-bagi-pemuda-muslim-dan.html' title='Nasehat Bagi Pemuda Muslim Dan Penuntut Ilmu'/><author><name>Rini</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i79.photobucket.com/albums/j152/riniaisyah/love-is.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17354004.post-113021443681094647</id><published>2005-10-25T11:26:00.000+07:00</published><updated>2005-10-25T11:27:16.816+07:00</updated><title type='text'>Tata Cara Menghitung Zakat Profesi Tiap Tahun</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Penanya   :   SOFWAN A.&lt;br /&gt;Alamat   :   CIREBON&lt;br /&gt;Tanggal   :   2003-12-29 07:29:29&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalamu'alaikum wr.wb. 1. Apakah perbedaan antara zakat profesi dan zakat mal, seandainya saya sudah mengeluarkan zakat profesi (dari penghasilan setahun) apakah masih perlu mengeluarkan zakat mal ? 2. Untuk mempermudah, saya berniat mengeluarkan zakat profesi dengan perhitungan selama setahun. Bagaimanakah hukum yang membolehkan bahwa saya dapat mengeluarkan zakat sebesar 2.5 % dari sisa penghasilan(profesi) saya yang belum dibelanjakan untuk keperluan hidup? 3. perhitungan nishab itu untuk 1 tahun atau 1 bulan ? Terima kasih atas jawaban yang diberikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalamu `alaikum Wr. Wb.&lt;br /&gt;Al-Hamdulillahi Rabbil `Alamin, Washshalatu Wassalamu `Alaa Sayyidil Mursalin, Wa `Alaa `Aalihi Waashabihi Ajma`in, Wa Ba`d&lt;br /&gt;1. Zakat profesi itu hampir sama dengan zakat pertanian. Yaitu wajib dikeluarkan zakatnya pada saat mengambil gaji / panen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil panen bersih dari seorang petani yang telah mengeluarkan zakat, menjadi hak milik petani. Selama harta itu tetap berbentuk hasil pertanian seperti beras, gandum atau sejenisnya, maka hartai itu sudah tidak perlu dizakatkan lagi. Tapi ketika harta itu dibelikan ternak, misalnya, maka bila jumlah ternak itu telah memenuhi aturan zakat peternakan, wajiblah dia berzakat atas ternaknya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zakat profesi bila kita anggap mengacu kepada zakat pertanian, maka dikeluarkan zakatnya pada saat menerima gaji. Sisanya disimpan sebagai tabungan. Namun bila tabungan ini tersimpan dalam bentuk ternak, emas atau modal berputar perdagangan, maka tentu saja ada zakatnya tersendiri secara khusus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zakat mal yang Anda tanyakan itu tentu saja terkait juga dengan bentuk harta yang Anda miliki, apakah berbentuk emas, perak, ternak, perdagangan atau berbentuk tabungan. Semua harus dikeluarkan zakatnya sesuai dengan kriteria masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Sebagaimana sudah sering kami bahas, bahwa ada dua metode menghitungan zakat profesi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, dengan membayarkan 2,5 % dari penghasilan kotor secara langsung, biak dibayarkan bulanan ataupun tahunan. Metode ini lebih adil dan tepat bagi mereka yang diluaskan rezekinya oleh Allah SWT. Kedua, dengan membayarkan 2,5 % dari gaji setelah dipotong dengan kebutuhan pokok. Metode ini lebih adil diterapkan oleh mereka yang penghasilannya pas-pasan kalau tidak mau dibilang kurang. Demikian dijelaskan oleh pakar zakat dunia, Dr. Yusuf Al-Qaradawi dalam Fiqhuz Zakah-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi katakanlah Anda termasuk kelompok kedua, maka Anda perlu merinci dengan hati nurani dan penuh dengan rasa taqwa, apa-apa saja pengeluaran pokok Anda tiap bulan. Lalu sisa gaji Anda setelah dipotong dengan pengeluaran pokok Anda bulan itulah yang Anda keluarkan 2,5 % -nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami sarankan sebaiknya Anda membayarkan zakatnya setiap bulan atau setiap menerima gaji. Karena akan terasa mudah dan ringan dibandingkan dengan membayar zakat pada akhir tahun. Karena kalau dihitung-hitung, jumlahnya akan sama saja. Padahal bila dibayarkan sekaligus, akan terasa besar dan berat.. Akan lebih mudah bila Anda membayar zakat sebulan Rp. 25.000 selama 12 kali ketimbang mengeluarkan zakat Rp. 300.000 sekaligus dalam setahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu juga memudahkan Anda dalam menghitung, karena bisa jadi pengeluaran pokok Anda tiap bulan tidak selalu sama. Sedangkan teknis membayarnya, Anda cukup datang ke ATM pada bank syariah atau menelepon petugas amil zakat, mereka akan memberikan solusi yang terbaik bagi Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Sebenarnya bila mengacu kepada zakat pertanian, maka nisab yang seharga 520 kg beras itu harus dihitung untuk tiap kali panen. Namun karena panen itu biasanya bukan tiap bulan tapi tiap tahun, maka ada pendapat yang mengatakan bahwa nisabnya harus dihitung dari jumlah hasil gaji selama satu tahun terlebih dahulu. Biar sama dengan panen tanaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi kalau gaji Anda perbulan misalnya 1 juta, jumlahkan dulu selama 12 bulan menjadi 12 juta. Lalu kurangi dengan pengeluaran kebutuhan pokok selama setahun. Bila sisanya seharga 520 kg beras, barulah kena kewajiban zakat. Anggaplah harga beras yang Anda makan itu harganya 4.000 kg, maka nisab zakat profesi adalah 520 x 4.000 = Rp. 2.080.000. Jadi bila sisa saldo uang Anda setahun setelah dikurangi belanja kebutuhan pokok masih ada atau lebih dari Rp. 2.080.000, Anda sudah wajib mengeluarkan zakat. Berapa besarnya ? 2,5 % dari sisa uang itu. Kalau jumlahnya 3 juta misalnya, maka zakatnya adalah 2,5 % x 3 juta = Rp. 75.000.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun penghitungan seperti ini bukanlah penghitungan satu-satunya yang dihasilkan oleh para ulama. Masih ada beberapa versi lainnya yang barangkali tidak sama persis dengan metode ini. Tapi inilah yang lebih diutamakan oleh Al-Qradawi bila kita pahami dari bukunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in, Wallahu A`lam Bish-shawab,&lt;br /&gt;Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;[sumber : &lt;/span&gt;&lt;a style="font-style: italic;" target="_blank" href="http://www.syariahonline.com/"&gt;http://www.syariahonline.com/&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;]&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17354004-113021443681094647?l=islam-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17354004/posts/default/113021443681094647'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17354004/posts/default/113021443681094647'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://islam-ku.blogspot.com/2005/10/tata-cara-menghitung-zakat-profesi.html' title='Tata Cara Menghitung Zakat Profesi Tiap Tahun'/><author><name>Rini</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i79.photobucket.com/albums/j152/riniaisyah/love-is.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17354004.post-112962081520807512</id><published>2005-10-18T14:29:00.000+07:00</published><updated>2005-10-18T14:33:35.216+07:00</updated><title type='text'>Kufur Besar dan Macamnya</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kufur besar menjadikan orang yang bersangkutan keluar dari Islam. Kufur besar yaitu kufur dalam i'tiqad (kepercayaan). Macam-macam kufur ini ada banyak. Di antaranya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kufur dengan cara mendustakan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaitu dengan mendustakan (tidak mempercayai) Al-Qur'an atau hadits, atau dengan mendustakan sebagian yang ada pada keduanya. Hal itu berdasarkan firman Allah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan siapakah yang lebih zhalim daripada orang-orang yang mengada-adakan kedustaan terhadap Allah atau mendustakan yang haq tatkala yang haq itu datang kepadanya? Bukankah dalam Neraka Jahannam itu ada tempat bagi orang-orang yang kafir?" (Al-Ankabuut: 68)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apakah kamu beriman kepada sebagian Al-Kitab (Taurat) dan kufur (ingkar) terhadap sebagian yang lain?" (Al-Baqarah: 85)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;2. Kufur karena enggan dan takabur, padahal sebenarnya ia percaya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaitu tiadanya ketundukan pada kebenaran meskipun ia mengakui adanya kebenaran tersebut. Hal itu seperti kufurnya Iblis. Dalilnya adalah firman Allah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat, 'Sujudlah kamu kepada Adam'. Maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir." (Al-Baqarah: 34)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;3. Kufur dengan cara ragu-ragu terhadap adanya hari Kiamat, masalah-masalah ghaib atau mengingkari dan tidak mempercayainya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman, "Dan Aku tidak mengira hari Kiamat itu akan datang, dan seki-ranya aku dikembalikan kepada Tuhanku, pasti aku akan mendapat tempat kembali yang lebih baik daripada kebun-kebun itu. Kawannya (yang mukmin) berkata kepadanya sedang dia bercakap-cakap dengannya, 'Apakah kamu kafir kepada (Tuhan) yang menciptakan kamu dari tanah, kemudian dari setetes air mani, lalu Dia menjadikan kamu seorang laki-laki yang sem-purna?" (A1-Kahfi: 36-37)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;4. Kufur dengan cara berpaling:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaitu berpaling dari ajaran Islam serta tidak mempercayainya. Dalilnya adalah firman Allah,&lt;br /&gt;"Dan orang-orang yang kafir berpaling dari apa yang diperingatkan kepada mereka". (Al-Ahqaaf: 3)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;5. Kufur dengan cara nifaq:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaitu menampakkan kepercayaan terhadap Islam dengan lisan, tetapi tidak mengakuinya dalam hati serta menyelisihinya dalam amal perbuatan. Hal ini berdasarkan firman Allah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yang demikian itu adalah karena bahwa sesungguhnya mereka telah beriman, kemudian menjadi kafir (lagi) lalu hati mereka dikunci mati, karena itu mereka tidak dapat mengerti". (Al-Munaafiquun: 3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Di antara manusia ada yang mengatakan, 'Kami beriman kepada Allah dan Hari Kemudian, padahal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman." (Al-Baqarah: 8)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;6. Kufur dengan cara menentang:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaitu orang yang mengingkari sesuatu dari agama yang diketahui secara umum. Seperti rukun Islam atau rukun iman. Sebagaimana orang yang meninggalkan shalat karena mempercayai bahwa shalat itu tidak wajib. Maka orang tersebut adalah kafir dan murtad dari agama Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula halnya dengan seorang hakim (penguasa) yang menentang hukum Allah. Berdasarkan firman Allah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah maka mereka itu adalah orang-orang yang Kafir." (Al-Maa'idah: 44)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Abbas berkata, "Barangsiapa menentang apa yang diturunkan oleh Allah maka dia adalah kafir."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;KUFUR KECIL DAN MACAMNYA &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Kufur kecil ialah kufur yang tidak menyebabkan orang yang bersangkutan keluar dari Islam. Di antara contohnya yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kufur nikmat:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini berdasarkan firman Allah ketika menyeru orang-orang mukmin dari kaum Nabi Musa Alaihissalam:&lt;br /&gt;"Dan (ingatlah), tatkala Tuhanmu memaklumkan, 'Sesungguh-nya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmatKu) maka sesung-guhnya adzabKu sangat pedih'." (Ibrahim: 7)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;2. Kufur amal:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaitu setiap perbuatan maksiat yang oleh syara' dikategorikan perbuatan kufur, tetapi orang yang bersangkutan masih tetap berpredikat sebagai seorang mukmin. Seperti sabda Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mencaci-maki orang Islam adalah (perbuatan) fasik sedang memeranginya adalah (perbuatan) Kufur." (HR. Al-Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidaklah berzina seorang pezina, sedang ia dalam keadaan beriman. Dan tidaklah minum khamar, sedang ia dalam keadaan beriman." (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbuatan kufur semacam ini tidak menjadikan orang yang melakukannya keluar dari agama Islam (murtad), tetapi ia termasuk dosa besar.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;   Orang yang memutuskan hukum dengan selain yang diturunkan oleh Allah, sedangkan ia mengakui adanya hukum Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Abbas berkata, "Barangsiapa melakukan hal tersebut maka dia adalah orang zhalim dan fasik." Pendapat ini pula yang dipilih Ibnu Jarir. Sedangkan Atha' berkata, "Ia adalah kufur di bawah kufur (tidak menyebabkannya keluar dari Islam)".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;[Taken from kitab Al Firqotun Naajiyah JALAN GOLONGAN YANG SELAMAT karya &lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Syaikh Muhammad Ibn Jamil Zainu]&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17354004-112962081520807512?l=islam-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17354004/posts/default/112962081520807512'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17354004/posts/default/112962081520807512'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://islam-ku.blogspot.com/2005/10/kufur-besar-dan-macamnya.html' title='Kufur Besar dan Macamnya'/><author><name>Rini</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i79.photobucket.com/albums/j152/riniaisyah/love-is.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17354004.post-112961591471757719</id><published>2005-10-18T13:10:00.000+07:00</published><updated>2005-10-18T13:11:54.730+07:00</updated><title type='text'>HalalGuide</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untuk memanfaatkan layanan HalalGuide registrasi terlebih dahulu mudah &amp; cepat melalui SMS ke 2425 sekaligus tergabung dalam keanggotaan Komunitas Madani Peduli Halal (KMPH) dan mendapatkan SMS berita/kajian harian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Cara Registrasi : ketik: hg on&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kirim ke 2425 (dapatkan langsung userID dan Password untuk halaman membership www.halalguide.info)&lt;br /&gt;Cara keluar: ketik: hg off kirim ke 2425&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menanyakan informasi mengenai produk Halal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***Jika mengetahui nama produk saja:&lt;br /&gt;Ketik: hg cari &lt;nama produk=""&gt;&lt;/nama&gt;&lt;br /&gt;&lt;nama produk=""&gt;Contoh&lt;/nama&gt;&lt;br /&gt;&lt;nama produk=""&gt;- HG CARI pepsodent&lt;/nama&gt;&lt;br /&gt;&lt;nama produk=""&gt;- HG CARI mc donald &lt;/nama&gt;&lt;br /&gt;&lt;nama produk=""&gt;- HG CARI kecap manis bango &lt;/nama&gt;&lt;br /&gt;&lt;nama produk=""&gt;- HG CARI pizza hut &lt;/nama&gt;&lt;br /&gt;&lt;nama produk=""&gt;- HG CARI breadtalk &lt;/nama&gt;&lt;br /&gt;&lt;nama produk=""&gt; &lt;/nama&gt;&lt;br /&gt;&lt;nama produk=""&gt;***Jika mengetahui no setifikat dan mengecek kebenarannya:&lt;/nama&gt;&lt;br /&gt;&lt;nama produk=""&gt; &lt;/nama&gt;&lt;br /&gt;&lt;nama produk=""&gt;Ketik: hg cari no:&lt;no sertifikat=""&gt;&lt;/no&gt;&lt;/nama&gt;&lt;br /&gt;&lt;nama produk=""&gt;&lt;no sertifikat=""&gt; &lt;/no&gt;&lt;/nama&gt;&lt;br /&gt;&lt;nama produk=""&gt;&lt;no sertifikat=""&gt;Contoh: &lt;/no&gt;&lt;/nama&gt;&lt;br /&gt;&lt;nama produk=""&gt;&lt;no sertifikat=""&gt; &lt;/no&gt;&lt;/nama&gt;&lt;nama produk=""&gt;&lt;no sertifikat=""&gt;&lt;/no&gt;&lt;/nama&gt;&lt;br /&gt;&lt;nama produk=""&gt;&lt;no sertifikat=""&gt;- HG CARI no:MUI-DIY031001 &lt;/no&gt;&lt;/nama&gt;&lt;br /&gt;&lt;nama produk=""&gt;&lt;no sertifikat=""&gt;- HG CARI no:8160000810305 &lt;/no&gt;&lt;/nama&gt;&lt;br /&gt;&lt;nama produk=""&gt;&lt;no sertifikat=""&gt; &lt;/no&gt;&lt;/nama&gt;&lt;br /&gt;&lt;nama produk=""&gt;&lt;no sertifikat=""&gt;Pengaduan masyarakat akan produk konsumsi&lt;/no&gt;&lt;/nama&gt;&lt;br /&gt;&lt;nama produk=""&gt;&lt;no sertifikat=""&gt; &lt;/no&gt;&lt;/nama&gt;&lt;br /&gt;&lt;nama produk=""&gt;&lt;no sertifikat=""&gt;ketik: hg lap &lt;isi pengaduan=""&gt;&lt;/isi&gt;&lt;/no&gt;&lt;/nama&gt;&lt;br /&gt;&lt;nama produk=""&gt;&lt;no sertifikat=""&gt;&lt;isi pengaduan=""&gt;contoh: hg lap restoran XXX di jalan XXX Kota XXX&lt;/isi&gt;&lt;/no&gt;&lt;/nama&gt;&lt;br /&gt;&lt;nama produk=""&gt;&lt;no sertifikat=""&gt;&lt;isi pengaduan=""&gt;dicurigai mengandung ang ciu padahal memasang stiker&lt;/isi&gt;&lt;/no&gt;&lt;/nama&gt;&lt;br /&gt;&lt;nama produk=""&gt;&lt;no sertifikat=""&gt;&lt;isi pengaduan=""&gt;Dijamin Halal. &lt;/isi&gt;&lt;/no&gt;&lt;/nama&gt;&lt;br /&gt;&lt;nama produk=""&gt;&lt;no sertifikat=""&gt;&lt;isi pengaduan=""&gt;kirim ke 2425&lt;/isi&gt;&lt;/no&gt;&lt;/nama&gt;&lt;br /&gt;&lt;nama produk=""&gt;&lt;no sertifikat=""&gt;&lt;isi pengaduan=""&gt; &lt;/isi&gt;&lt;/no&gt;&lt;/nama&gt;&lt;br /&gt;&lt;nama produk=""&gt;&lt;no sertifikat=""&gt;&lt;isi pengaduan=""&gt;Dapat diakses untuk semua operator kecuali Esia :&lt;/isi&gt;&lt;/no&gt;&lt;/nama&gt;&lt;br /&gt;&lt;nama produk=""&gt;&lt;no sertifikat=""&gt;&lt;isi pengaduan=""&gt;*** Tarif registrasi/keluar: Rp.500,- kec.Indosat&lt;/isi&gt;&lt;/no&gt;&lt;/nama&gt;&lt;br /&gt;&lt;nama produk=""&gt;&lt;no sertifikat=""&gt;&lt;isi pengaduan=""&gt;Rp.650,- Mobile8 Rp.750,-&lt;/isi&gt;&lt;/no&gt;&lt;/nama&gt;&lt;br /&gt;&lt;nama produk=""&gt;&lt;no sertifikat=""&gt;&lt;isi pengaduan=""&gt;*** Tarif pertanyaan/pengaduan: Rp.1000,-/sms&lt;/isi&gt;&lt;/no&gt;&lt;/nama&gt;&lt;br /&gt;&lt;nama produk=""&gt;&lt;no sertifikat=""&gt;&lt;isi pengaduan=""&gt;*** Tarif sms berita/kajian: Rp.500,-/sms/hari&lt;/isi&gt;&lt;/no&gt;&lt;/nama&gt;&lt;br /&gt;&lt;nama produk=""&gt;&lt;no sertifikat=""&gt;&lt;isi pengaduan=""&gt;kec.Indosat Rp.650,- Mobile8 Rp.750,-&lt;/isi&gt;&lt;/no&gt;&lt;/nama&gt;&lt;br /&gt;&lt;nama produk=""&gt;&lt;no sertifikat=""&gt;&lt;isi pengaduan=""&gt;*** Sekaligus sudah berinfaq 2,5%&lt;/isi&gt;&lt;/no&gt;&lt;/nama&gt;&lt;nama produk=""&gt;&lt;no sertifikat=""&gt;&lt;isi pengaduan=""&gt;&lt;/isi&gt;&lt;/no&gt;&lt;/nama&gt;&lt;br /&gt;&lt;nama produk=""&gt;&lt;no sertifikat=""&gt;&lt;isi pengaduan=""&gt; &lt;/isi&gt;&lt;/no&gt;&lt;/nama&gt;&lt;br /&gt;&lt;nama produk=""&gt;&lt;no sertifikat=""&gt;&lt;isi pengaduan=""&gt;Kristiningsih&lt;/isi&gt;&lt;/no&gt;&lt;/nama&gt;&lt;br /&gt;&lt;nama produk=""&gt;&lt;no sertifikat=""&gt;&lt;isi pengaduan=""&gt;PT Degremont (Indonesia)&lt;/isi&gt;&lt;/no&gt;&lt;/nama&gt;&lt;br /&gt;&lt;nama produk=""&gt;&lt;no sertifikat=""&gt;&lt;isi pengaduan=""&gt;Phone. (+6221) 521 2870&lt;/isi&gt;&lt;/no&gt;&lt;/nama&gt;&lt;br /&gt;&lt;nama produk=""&gt;&lt;no sertifikat=""&gt;&lt;isi pengaduan=""&gt;Fax. (+6221) 521 3043&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;[sumber : milis myQuran]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/isi&gt;&lt;/no&gt;&lt;/nama&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17354004-112961591471757719?l=islam-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17354004/posts/default/112961591471757719'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17354004/posts/default/112961591471757719'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://islam-ku.blogspot.com/2005/10/halalguide.html' title='HalalGuide'/><author><name>Rini</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i79.photobucket.com/albums/j152/riniaisyah/love-is.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17354004.post-112961330358905823</id><published>2005-10-18T12:26:00.000+07:00</published><updated>2005-10-18T12:28:23.596+07:00</updated><title type='text'>Al 'Alaq (Segumpal Darah)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;MUQADDIMAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surat Al 'Alaq terdiri atas 19 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyah. Ayat 1 sampai dengan 5 dari surat ini adalah ayat-ayat Al Qur'an yang pertama sekali diturunkan, yaitu di waktu Nabi Muhammad s.a.w. berkhalwat di gua Hira'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surat ini dinamai "Al 'Alaq" (segumpal darah), diambil dari perkataan "Alaq" yang terdapat pada ayat 2 surat ini. Surat ini dinamai juga dengan "Iqra" atau "Al Qalam".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pokok-pokok isinya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perintah membaca Al Qur'an; manusia dijadikan dari segumpal darah; Allah menjadikan kalam sebagai alat mengembangkan pengetahuan; manusia bertindak melampaui batas karena merasa dirinya serba cukup; ancaman Allah terhadap orang-orang kafir yang menghalang-halangi kaum muslimin melaksanakan perintah-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AL 'ALAQ (SEGUMPAL DARAH)&lt;br /&gt;SURAT KE 96 : 19 ayat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TULIS BACA ADALAH KUNCI ILMU PENGETAHUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(96:1)&lt;br /&gt;Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(96:2)&lt;br /&gt;Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(96:3)&lt;br /&gt;Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(96:4)&lt;br /&gt;Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam [1590],&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(96:5)&lt;br /&gt;Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;# [1590] Maksudnya: Allah mengajar manusia dengan perantaraan tulis baca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MANUSIA MENJADI JAHAT KARENA MERASA CUKUP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(96:6)&lt;br /&gt;Ketahuilah! Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(96:7)&lt;br /&gt;karena dia melihat dirinya serba cukup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(96:8)&lt;br /&gt;Sesungguhnya hanya kepada Tuhanmulah kembali(mu).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(96:9)&lt;br /&gt;Bagaimana pendapatmu tentang orang yang melarang,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(96:10)&lt;br /&gt;seorang hamba ketika mengerjakan shalat [1591],&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(96:11)&lt;br /&gt;bagaimana pendapatmu jika orang yang melarang itu berada di atas kebenaran,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(96:12)&lt;br /&gt;atau dia menyuruh bertakwa (kepada Allah)?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(96:13)&lt;br /&gt;Bagaimana pendapatmu jika orang yang melarang itu mendustakan dan berpaling?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(96:14)&lt;br /&gt;Tidaklah dia mengetahui bahwa sesungguhnya Allah melihat segala perbuatannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(96:15)&lt;br /&gt;Ketahuilah, sungguh jika dia tidak berhenti (berbuat demikian) niscaya Kami tarik ubun-ubunnya [1592],&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(96:16)&lt;br /&gt;(yaitu) ubun-ubun orang yang mendustakan lagi durhaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(96:17)&lt;br /&gt;Maka biarlah dia memanggil golongannya (untuk menolongnya),&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(96:18)&lt;br /&gt;kelak Kami akan memanggil malaikat Zabaniyah [1593],&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(96:19)&lt;br /&gt;sekali-kali jangan, janganlah kamu patuh kepadanya; dan sujudlah dan dekatkanlah (dirimu kepada Tuhan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;# [1591] Yang dimaksud dengan orang yang hendak melarang itu ialah Abu Jahal, yang dilarang itu ialah Rasulullah sendiri. Akan tetapi usaha ini tidak berhasil karena Abu Jahal melihat sesuatu yang menakutkannya. Setelah Rasulullah selesai shalat disampaikan orang berita itu kepada Rasulullah. Kemudian Rasulullah mengatakan: "Kalau jadilah Abu Jahal berbuat demikian pasti dia akan dibinasakan oleh Malaikat".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;# [1592] Maksudnya: memasukkannya ke dalam neraka dengan menarik kepalanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;# [1593] Malaikat Zabaniyah ialah malaikat yang menyiksa orang-orang yang berdosa di dalam neraka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENUTUP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surat Al 'Alaq menerangkan bahwa Allah menciptakan manusia dari benda yang hina kemudian memuliakannya dengan mengajar membaca, menulis dan memberinya pengetahuan. Tetapi manusia tidak ingat lagi akan asalnya, karena itu dia tidak mensyukuri ni'mat Allah itu, bahkan dia bertindak melampaui batas karena melihat dirinya telah merasa serba cukup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HUBUNGAN SURAT AL 'ALAQ DENGA SURAT AL QADR :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada surat Al 'Alaq Allah memerintahkan agar Rasulullah s.a.w. membaca Al Qur'an, sedang pada surat Al Qadr Allah menerangkan tentang permulaan turunnya Al Qur'an.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17354004-112961330358905823?l=islam-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17354004/posts/default/112961330358905823'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17354004/posts/default/112961330358905823'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://islam-ku.blogspot.com/2005/10/al-alaq-segumpal-darah.html' title='Al &apos;Alaq (Segumpal Darah)'/><author><name>Rini</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i79.photobucket.com/albums/j152/riniaisyah/love-is.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17354004.post-112917927759322357</id><published>2005-10-13T11:46:00.000+07:00</published><updated>2005-10-13T11:54:37.600+07:00</updated><title type='text'>Lowongan - URGENT</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dear all,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LOWONGAN untuk segala usia dan golongan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah lowongan istimewa telah dipersiapkan sebelum alam ini diciptakan. Lowongan ini terbuka bagi semua orang tanpa pengecualian,tanpa melihat pengalaman kerja, tanpa ijazah, tanpa koneksi.Lowongan ini terbuka bagi semua pengangguran maupun yang sedang bekerja dengan latar belakang apapun, baik direktur, gubernur, tukang becak,perampok, koruptor, pembunuh, pendeta, kyai, para dermawan,orang bodoh, orang cerdas, dll. Setiap pelamar dijamin pasti diterima di salah satu posisi yang disediakan, bahkan yang tidak melamar sekalipun pasti diterima !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LOWONGAN DISEDIAKAN UNTUK 2 POSISI :&lt;br /&gt;A. Penghuni Syurga&lt;br /&gt;B. Penghuni Neraka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;UNTUK POSISI A DISEDIAKAN  FASILITAS DAN KOMPENSASI SBB :&lt;br /&gt;Sebelum kandidat diberi fasilitas final berupa Syurga yang kekal abadi, kandidat dijamin akan memperoleh training outdoor dan indoor, berupa :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Nikmat kubur.&lt;br /&gt;2. Jaminan perlindungan di Padang Mahsyar.&lt;br /&gt;3. Keselamatan meniti Sirath-al mustaqim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syurga memiliki berbagai kenikmatan yang tidak dapat dibandingkan dengan kenikmatan dunia.Rasulullah bersabda, "Demi Allah, dunia ini dibanding akhirat ibarat seseorang yang mencelupkan jarinya ke laut; air yang tersisa di jarinya ketika diangkat itulah nilai dunia" (HR Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nikmat yang lebih indah dari syurga adalah 'merasakan' ridha Allah dan kesempatan merasakan 'wajah' Allah, inilah puncak segala kenikmatan, inilah kenikmatan yang tak mampu dibayangkan manusia,yaitu keindahan menikmati sifat-sifat dan kalam murni Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;UNTUK POSISI B DIPASTIKAN AKAN MENIKMATI BERAGAM KESEMPATAN DIBAWAH INI&lt;br /&gt;Kandidat dipastikan mendapat berbagai fasilitas Neraka berupa alam terbuka dengan fasilitas pemanas ruangan yang bertemperatur sangat luar biasa panasnya. Bahkan bila sebutir pasir neraka dijatuhkan ke muka bumi maka mengeringlah seluruh samudera di muka bumi ini dan mendidihlah kutub es yang ada di muka bumi ini. Bahkan bila seseorang dikeluarkan dari dalamnya sekejab kemudian dipindahkan ke tumpukan api unggun yang menyala-nyala di muka bumi ini maka iapun kan merasa lega.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Neraka sangat luas, jadi para pelamar posisi ini tidak perlu khawatir tidak kebagian tempat. Para pelamar posisi ini juga tak perlu khawatir segera mati kalau dibakar, karena tubuh kita akan dibuat sedemikian rupa hingga mampu memuai kalau dibakar (seperti kerupuk bila digoreng).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw bersabda, "Di neraka gigi seorang kafir akan (memuai) hingga sebesar gunung Uhud, dan (tebal) kulitnya membentang sejauh tiga hari perjalanan"(diriwayatkan oleh Abu Hurairah, HR Muslim).Dalam hadits lain, Rasulullah saw bersabda,"Neraka dipegang oleh tujuh puluh ribu tali, dan setiap talinya di pegang oleh tujuhpuluh ribu malaikat"(HR Muslim). Rasulullah saw bersabda, "Allah mempunyai malaikat yang jarak antara kedua belah matanya adalah sepanjang seratus tahun perjalanan" (Abu Daud, Ibn Hanbal).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh, ya. Fasilitas ini juga meliputi makanan gratis yang mampu membakar isi perut, minuman yang mampu membocorkan usus serta fasilitas kolam renang gratis yang berisi nanah dan darah. Beberapa pembantu gratis juga disiapkan untuk penyayat lidah orang-orang yang suka menyakiti hati orang lain, maupun menyeterika perut orang-orang yang tidak membayar zakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain fasilitas tersebut, para kandidat akan melewati masa training yang lamanya mencapai ribuan tahun, yaitu  :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Training indoor didalam kubur berupa siksa kubur dan 'hidup' dalam kesengsaraan ditemani ular dan makhluk aneh lainnya serta wajah-wajah buruk selama bertahun-tahun hingga ribuan tahun di alam barzakh tergantung kualitas amal ibadahnya dan dosa-dosa yang ia lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Training outdoor dilakukan di padang Mahsyar selama ribuan tahun, dalam suasana kepanikan dan huru-hara yang luar biasa. Bapak, ibu,anak dan saudara-saudara kita tak mampu menolong kita karena setiap orang sibuk dengan urusannya sendiri-sendiri.Bahkan para nabipun tidak mampu menolong, kecuali nabi Muhammad SAW yang akan menolong umatnya yang rajin bersholawat padanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SYARAT-SYARAT PELAMAR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Tidak diperlukan ijazah&lt;br /&gt;- Tidak diperlukan koneksi atau uang sogok.&lt;br /&gt;- Tidak perlu bawa harta&lt;br /&gt; - Tidak perlu berwajah cantik, ganteng, berbadan tegap atau seksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Cukup membawa dokumen asli dari keimanan dan amal karya Anda sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WAKTU WAWANCARA:&lt;br /&gt;Wawancara tahap 1, dilakukan 7 langkah setelah pelayat terakhir meninggalkan kuburan Anda. Sabda Rasulullah SAW: "Sesungguhnya bila jenazah seseorang diletakkan di dalam kubur,maka jenazah itu mendengar suara sandal orang-orang yang mengantarnya ke kuburan pada saat mereka meninggalkan tempat itu (hadisthasan yang diriwayatkan oleh Ahmad Hanbal).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu diketahui jadwal wawancara Anda ini sudah ditentukan sejak roh ditiupkan ke tubuh Anda semasa dalam kandungan ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wawancara tahap 2 : Hanya Allah lah yang tahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; LOKASI DAN LAMA WAWANCARA&lt;br /&gt;Wawancara tahap I, dilakukan di dalam kubur (alam barzakh) selama beberapa menit hingga ribuan tahun tergantung posisi yang dilamarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wawancara tahap II, dilakukan pada hari penghisaban (hari perhitungan) selama beberapa hari hingga ribuan tahun tergantung posisi yang dilamarnya. Dalam salah satu haditsnya Rasulullah pernah bersabda bahwa jarak waktu masa pengadilan antara orang-orang kaya dan orang-orang miskin adalah 500 tahun. Berbahagialah Anda yang miskin selama di dunia, yang memiliki sedikit harta untuk diminta pertanggung jawabannya (karena sebutir nasi yang Anda buang akan diminta pertanggungjawabannya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PEWAWANCARA:&lt;br /&gt;Wawancara tahap I, dilakukan oleh Malaikat Mungkar dan Nakir.&lt;br /&gt;Wawancara tahap II, dilakukan langsung oleh sang Penguasa Hari Kemudian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WAWANCARA HANYA BERISI 6 PERTANYAAN :&lt;br /&gt;1. Siapa Tuhanmu ?&lt;br /&gt;2. Apa agamamu ?&lt;br /&gt;3. Siapa nabimu?&lt;br /&gt;4. Apa kitabmu?&lt;br /&gt;5. Dimana kiblatmu ?&lt;br /&gt;6. Siapa saudaramu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh 6 pertanyaan yang sangat mudah, tapi sayangnya tidak bisa dihapal dari sekarang karena keimanan dan amal kitalah yang akan menjawabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CARA MELAMAR:&lt;br /&gt;Sekalilagi, ini benar-benar rekrutmen yang sangat istimewa, tidak perlu membawa berkas lamaran, siapa saja dijamin diterima, bahkan untuk melamarpun Anda akan dijemput secara khusus. Dijemput oleh makhluk sekaliber malaikat yang bernama Izroil.Ia akan menjemput anda kapan dan dimanasaja (bisa jadi sebentar lagi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BENARKAH LOWONGAN  INI ?&lt;br /&gt;Simaklah hadits dibawah ini, sesungguhnya terlalu banyak rahasia alam ini yang tidak mampu kita ketahui, apalagi mengenai akhirat.Rasulullah saw bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya aku mampu melihat apa yang tak sanggup kalian lihat. Kudengar suara gesekan dilangit(berkriut-kriut), langit sedemikian padatnya, tak ada tempat kosong bahkan seluas empat jari sekalipun karena langit dipenuhi para malaikat yang sedang bersujud kepada Allah SWT.Demi Allah !Sekiranya kalian mengetahui apa yang aku ketahui (tentang akhirat), niscaya kalian tidak akan pernah tertawa sedikitpun, bahkan kalian pasti akan banyak menangis (karena takut).Dan niscaya kalian tidak akan pernah bisa bersenang-senang dengan istri-istri kalian, dan niscaya kalian akan keluar berhamburan kejalan-jalan (berteriak) untuk memohon (ampun) dan memanjatkan doa kepada Allah (meminta perlindungan dari bencana akhirat) yang akan Dia timpakan" ( HR Tirmidzi &amp; Al-Bukhari).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara jutaan Malaikat dengan penuh rasa takut dan hormat sedang bersujud kepada Allah, dan sementara Malaikat peniup Sangkakala sudah siap di depan trompetnya sejak alam ini diciptakan, sementara itu pula masih banyak diantara kita yang masih terlena dengan dunia ini dan bergelimang dalam alam pikirannya sendiri. Tidak sadar ia bahwa dirinya sedang masuk dalam program penerimaan lowongan yang ada di akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;[sumber : unknown / taken from ukhti azwarti wati]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17354004-112917927759322357?l=islam-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17354004/posts/default/112917927759322357'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17354004/posts/default/112917927759322357'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://islam-ku.blogspot.com/2005/10/lowongan-urgent.html' title='Lowongan - URGENT'/><author><name>Rini</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i79.photobucket.com/albums/j152/riniaisyah/love-is.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17354004.post-112901626676899182</id><published>2005-10-11T14:27:00.000+07:00</published><updated>2005-10-11T14:37:46.776+07:00</updated><title type='text'>Waktu-waktu yang Mustajab</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Oleh Ismail bin Marsyud bin Ibrahim Ar-Rumaih&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah memberikan masing-masing waktu dengan keutamaan dan kemuliaan yang berdeda-beda, diantaranya ada waktu-waktu tertentu yang sangat baik untuk berdoa, akan tetapi kebanyakan orang menyia-nyiakan kesempatan baik tersebut. Mereka mengira bahwa seluruh waktu memiliki nilai yang sama dan tak berbeda. Bagi setiap muslim seharusnya memanfaatkan waktu-waktu yang utama dan mulia untuk berdoa agar mendapatkan kesuksesan, keberuntungan, kemenangan dan keselamatan. Adapun waktu-waktu mustajabah  tersebut antara lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;[1].    Sepertiga Akhir Malam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu bahwasanya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Sesungguhnya Rabb kami yang Maha Berkah lagi Maha Tinggi turun setiap malam ke langit dunia hingga tersisa sepertiga akhir malam, lalu berfirman ; barangsiapa yang berdoa, maka Aku akan kabulkan, barangsiapa yang memohon, pasti Aku akan perkenankan dan barangsiapa yang meminta ampun, pasti Aku akan mengampuninya".&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;[Shahih Al-Bukhari, kitab Da'awaat bab Doa Nisfullail 7/149-150]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;[2].    Tatkala Berbuka Puasa Bagi Orang Yang Berpuasa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abdullah bin 'Amr bin 'Ash Radhiyallahu 'anhu bahwa dia mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Sesungguhnya bagi orang yang berpuasa pafa saat berbuka ada doa yang tidak ditolak".&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;[Sunan Ibnu Majah, bab Fis Siyam La Turaddu Da'watuhu 1/321 No. 1775. Hakim dalam kitab Mustadrak 1/422. Dishahihkan sanadnya oleh Bushairi dalam Misbahuz Zujaj 2/17].&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;[3].    Setiap Selepas Shalat Fardhu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Umamah, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam ditanya tentang doa yang paling didengar oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala, beliau menjawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Di pertengahan malam yang akhir dan setiap selesai shalat fardhu".&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;[Sunan At-Tirmidzi, bab Jamiud Da'awaat 13/30. Dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih Sunan At-Tirmidzi 3/167-168 No. 2782].&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;[4].    Pada Saat Perang Berkecamuk&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Sahl bin Sa'ad Radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Ada dua doa yang tidak tertolak atau jarang tertolak ; doa pada saat adzan dan doa tatkala peang berkecamuk".&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;[Sunan Abu Daud, kitab Jihad 3/21 No. 2540. Sunan Baihaqi, bab Shalat Istisqa' 3/360. Hakim dalam Mustadrak 1/189. Dishahihkan Imam Nawawi dalam Al-Adzkaar hal. 341. Dan Al-Albani dalam Ta'liq Alal Misykat 1/212 No. 672].&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;[5].    Sesaat Pada Hari Jum'at&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu bahwa Abul Qasim Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Sesungguhnya pada hari Jum'at ada satu saat yang tidak bertepatan seorang hamba muslim shalat dan memohon sesuatu kebaikan kepada Allah melainkan akan diberikan padanya, beliau berisyarat dengan tangannya akan sedikitnya waktu tersebut".&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;[Shahih Al-Bukhari, kitab Da'awaat 7/166. Shahih Muslim, kitab Jumuh 3/5-6]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu yang sesaat itu tidak bisa diketahui secara persis dan masing-masing riwayat menyebutkan waktu tersebut secara berbeda-beda, sebagaimana yang telah disebutkan oleh Ibnu Hajar dalam Fathul Bari 11/203.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kemungkinan besar waktu tersebut berada pada saat imam atau khatib naik mimbar hingga selesai shalat Jum'at atau hingga selesai waktu shalat ashar bagi orang yang menunggu shalat maghrib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;[6].   Pada Waktu Bangun Tidur Pada Malam Hari Bagi Orang Yang Sebelum Tidur Dalam Keadaan Suci dan Berdzikir Kepada Allah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari 'Amr bin 'Anbasah Radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya :Tidaklah seorang hamba tidur dalam keadaan suci lalu terbangun pada malam hari kemudian memohon sesuatu tentang urusan dunia atau akhirat melainkan Allah akan mengabulkannya".&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;[Sunan Ibnu Majah, bab Doa 2/352 No. 3924. Dishahihkan oleh Al-Mundziri 1/371 No. 595]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terbangun tanpa sengaja pada malam hari.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;[An-Nihayah fi Gharibil Hadits 1/190]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan "ta'ara minal lail" terbangun dari tidur pada malam hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; [7].    Doa Diantara Adzan dan Iqamah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Anas bin Malik Radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Doa tidak akan ditolak antara adzan dan iqamah".&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;[Sunan Abu Daud, kitab Shalat 1/144 No. 521. Sunan At-Tirmidzi, bab Jamiud Da'waat 13/87. Sunan Al-Baihaqi, kitab Shalat 1/410. Dishahihkan oleh Al-Albani, kitab Tamamul Minnah hal. 139]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;[8].    Doa Pada Waktu Sujud Dalam Shalat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Adapun pada waktu sujud, maka bersungguh-sungguhlah berdoa sebab saat itu sangat tepat untuk dikabulkan".&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;[Shahih Muslim, kitab Shalat bab Nahi An Qiratul Qur'an fi Ruku' wa Sujud 2/48]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang dimaksud adalah sangat tepat dan layak untuk dikabulkan doa kamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; [9].    Pada Saat Sedang Kehujanan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Sahl bin a'ad Radhiyallahu 'anhu bahwasanya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Dua doa yang tidak pernah ditolak ; doa pada waktu adzan dan doa pada waktu kehujanan".&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;[Mustadrak Hakim dan dishahihkan oleh Adz-Dzahabi 2/113-114. Dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahihul Jami' No. 3078&lt;/span&gt;].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam An-Nawawi berkata bahwa penyebab doa pada waktu kehujanan tidak ditolak atau jarang ditolak dikarenakan pada saat itu sedang turun rahmat khususnya curahan hujan pertama di awal musim. [Fathul Qadir 3/340].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; [10].    Pada Saat Ajal Tiba&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Ummu Salamah bahwa Rasulullah mendatangi rumah Abu Salamah (pada wafatnya), dan beliau mendapatkan kedua mata Abu Salamah terbuka lalu beliau memejamkannya kemudian bersabda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Sesungguhnya tatkala ruh dicabut, maka pandangan mata akan mengikutinya'. Semua keluarga histeris. Beliau bersabda : 'Janganlah kalian berdoa untuk diri kalian kecuali kebaikan, sebab para malaikat mengamini apa yang kamu ucapkan".&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;[Shahih Muslim, kitab Janaiz 3/38]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;[11].    Pada Malam Lailatul Qadar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu penuh kesejahteraan sampai terbit fajar".&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;[Al-Qadr : 3-5]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam As-Syaukani berkata bahwa kemuliaan Lailatul Qadar mengharuskan doa setiap orang pasti dikabulkan. [Tuhfatud Dzakirin hal. 56]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;[12].    Doa Pada Hari Arafah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari 'Amr bin Syu'aib Radhiyallahu 'anhu dari bapaknya dari kakeknya bahwasanya Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Sebaik-baik doa adalah pada hari Arafah".&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;[Sunan At-Tirmidzi, bab Jamiud Da'waat 13/83. Dihasankan oleh Al-Albani dalam Ta'liq alal Misykat 2/797 No. 2598]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Disalin dari buku Jahalatun nas fid du'a, edisi Indonesia Kesalahan Dalam Berdoa, oleh Ismail bin Marsyud bin Ibrahim Ar-Rumaih, hal 181-189, terbitan Darul Haq, penerjemah Zainal Abidin Lc&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[sumber : milis myQuran]&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17354004-112901626676899182?l=islam-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17354004/posts/default/112901626676899182'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17354004/posts/default/112901626676899182'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://islam-ku.blogspot.com/2005/10/waktu-waktu-yang-mustajab.html' title='Waktu-waktu yang Mustajab'/><author><name>Rini</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i79.photobucket.com/albums/j152/riniaisyah/love-is.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17354004.post-112857709544380268</id><published>2005-10-06T12:30:00.000+07:00</published><updated>2005-10-06T12:38:15.453+07:00</updated><title type='text'>17 kesalahan umum di bulan puasa</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengan Nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Meski Ramadhan adalah bulan ampunan, untuk menyambut bulan suci Ramadhan yang kini 'menyapa' kita, di bawah ini kami sarikan 17 kekeliruan umum yangsering dialami umat Islam selama Ramadhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya orang yang tidak tahu dan enggan saja yang tidak segera bergegasmenyambut bulan suci ini dalam arti yang sebenarnya, lahir maupun batin. "Berapa banyak orang yang berpuasa (tapi) tak memperoleh apa-apa dari puasanya selain rasa lapar dan dahaga belaka". (HR. Ibnu Majah &amp; Nasa'i)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, setiap kali usai kita menunaikan ibadah shiyam, nampaknya terasa ada saja yang kurang sempurna dalam pelaksanaannya, semoga poin-poin kesalahanyang acap kali masih terulang dan menghinggapi sebagian besar umat inidapat memberi kita arahan dan panduan agar puasa kita tahun ini, lebih paripurna dan bermakna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Merasa sedih, malas, loyo dan tak bergairah menyambut bulan suci Ramadhan. Acapkali perasaan malas segera menyergap mereka yang enggan menahan rasa payah dan penat selama berpuasa. Mereka berasumsi bahwa puasa identik dengan istirahat, break dan aktifitas-aktifitas non-produktif lainnya, sehingga ini berefek pada produktifitas kerja yang cenderung menurun. Padahal puasa mendidik kita untuk mampu lebih survive dan lebih memiliki daya tahan  yang kuat. Sejarah mencatat bahwa kemenangan-kemenangan besar dalam futuhaat (pembebasan wilayah yang disertai dengan peperangan) yang dilancarkan oleh Rasul dan para sahabat, terjadi di tengah bulan Ramadhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga ini menjadi motivator bagi kita semua, agar tidak bermental loyo &amp; malas dan tidak berlindung di balik kata "Aku sedang puasa".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Berpuasa tapi enggan melaksanakan shalat fardhu lima waktu Ini penyakit yang diakui atau tidak menghinggapi sebagian umat Islam,mereka mengira bahwa Ramadhan cukup dijalani dengan puasa semata, tanpa mau repot mengiringinya dengan ibadah shalat fardhu. Padahal shalat dan puasa termasuk rangkaian kumulatif (rangkaian yang tak terpisah/satu paket) rukun Islam, sehingga konsekwensinya, bila salah satunya dilalaikan, maka akan berakibat gugurnya predikat "Muslim" dari dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Berlebih-lebihan dan boros dalam menyiapkan dan menyantap hidangan berbuka serta sahur Ini biasanya menimpa sebagian umat yang tak kunjung dewasa dalam menyikapi puasa Ramadhan, kendati telah berpuluh-puluh kali mereka melakoni bulan puasa tetapi tetap saja paradigma mereka tentang ibadah puasa tak kunjung berubah. Dalam benak mereka, saat berbuka adalah saat "balas dendam" atas segala keterkekangan yang melilit mereka sepanjang + 12 jam sebelumnya,tingkah mereka tak ubahnya anak berusia 8-10 tahun yang baru belajar puasa kemarin sore.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Berpuasa tapi juga melakukan ma'siat Asal makna berpuasa bermakna menahan diri dari segala aktifitas, dalam Islam, ibadah puasa membatasi kita bukan hanya dari aktifitas yang diharamkan di luar Ramadhan, bahkan puasa Ramadhan juga membatasi kita  dari hal-hal yang halal di luar Ramadhan, seperti; Makan, minum, berhubungan suami-istri di siang hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulannya, jika yang halal saja kita dibatasi, sudah barang tentu hal yang haram, jelas lebih dilarang. Sehingga dengan masa training selama sebulan ini akan mendidik kita menahan pandangan liar kita, menahan lisan yang tak jarang lepas kontrol, dsb. "Barang siapa yang belum mampu meninggalkan perkataan dosa (dusta,ghibah,namimah dll.) dan perbuatan&lt;br /&gt;dosa, maka Allah tak membutuhkan puasanya (pahala puasanya tertolak).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Sibuk makan sahur sehingga melalaikan shalat shubuh, sibuk berbuka sehingga melupakan shalat maghrib Para pelaku poin ini biasanya derivasi dari pelaku poin 3, mengapa ? Sebab cara pandang mereka terhadap puasa tak lebih dari ; "Agar badan saya tetap fit dan kuat selama puasa, maka saya harus makan banyak, minum banyak, tidur banyak sehingga saya tak loyo". Kecenderungan terhadap hak-hak badan yang over (berlebihan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Masih tidak merasa malu membuka aurat (khusus wanita muslimah) Sebenarnya momen Ramadhan bila dijalani dengan segala kerendahan hati, akan mampu menyingkap hijab ketinggian hati dan kesombongan sehingga seorang Muslimah akan mampu menerima segala tuntunan dan tuntutan agama ini dengan hati yang lapang. Menutup aurat, misalnya, akan lebih mudah direalisasi ketimbang di bulan selain Ramadhan. Mari kita hindari sifat-sifat nifaq yang pada akhir-akhir ini sangat diumbar dan dianggap sah, Ramadhan serba tertutup, saat lepas Ramadhan, lepas pula jilbabnya, inilah sebuah contoh pemahaman agama yang parsial (setengah-setengah), tidak utuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Menghabiskan waktu siang hari puasa dengan tidur berlebihan Barangkali ini adalah akibat dari pemahaman yang kurang tepat dari sebuah hadits Rasul yang berbunyi "Tidurnya orang yang berpuasa adalah ibadah" Memang selintas prilaku tidur di siang hari adalah sah dengan pedoman hadits diatas, namun tidur yang bagaimana yang dimaksud oleh hadits diatas? Tentu bukan sekedar tidur yang ditujukan untuk sekedar menghabiskan waktu, menunggu waktu ifthar (berbuka) atau sekedar bermalas-malasan, sehingga tak heran bila sebagian -besar- umat ini bermental loyo saat berpuasa Ramadhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih tepat bila hadits diatas difahami dengan; Aktifitas tidur ditengah puasa yang berpahala ibadah adalah bila ; Tidur proporsional tersebut adalah akibat dari letih dan payahnya fisik kita setelah beraktifitas; Mencari rezeki yang halal, beribadah secara khusyu' dsb. Tidur proporsional tersebut diniatkan untuk persiapan qiyamullail(menghidupkan saat malam hari dengan ibadah) Tidur itu diniatkan untuk menghindari aktifitas yang ? bila tidak tidur dikhawatirkan akan melanggar rambu-rambu ibadah Ramadhan, semisal ghibah (menggunjing), menonton acara-acara yang tidak bermanfaat, jalan-jalan untuk cuci mata dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemahaman hadits diatas nyaris sama dengan pemahaman hadits yang menyatakan bahwa bau mulut orang yang berpuasa lebih harum daripada minyak misk(wangi) disisi Allah, bila difahami selintas maka akan menghasilkan pengamalan hadits yang tidak proporsional, seseorang akan meninggalkan aktifitas gosok gigi dan kebersihan mulutnya sepanjang 29 hari karena ingin tercium bau wangi dari mulutnya, faktanya bau mulut orang yang berpuasa tetap saja  akan tercium kurang sedap karena faktor-faktor alamiyah,adapun bau harum tersebut adalah benar adanya secara maknawi tetapi bukan secara lahiriyah, secara fiqh pun, bersiwak atau gosok gigi saat puasa adalah mubah (diperbolehkan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Meninggalkan shalat tarwih tanpa udzur/halangan Benar bahwa shalat tarawih adalah sunnah tetapi bila dikaji secara lebih seksama niscaya kita akan dapatkan bahwa berpuasa Ramadhan minus shalat tarawih adalah suatu hal yang disayangkan, mengingat amalan sunnah di bulan ini diganjar sama dengan amalan wajib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Masih sering meninggalkan shalat fardhu 5 waktu secara berjama'ah tanpa udzur/halangan (terutama untuk laki-laki muslim) Hukum shalat fardhu secara berjama'ah di masjid di kalangan para fuqaha'adalah fardhu kifayah, bahkan ada yang berpendapat bahwa hukumnya adalah fardhu 'ain, berdasarkan hadits Rasulullah SAW yang mengisahkan bahwa beliau rasanya ingin membakar rumah kaum Muslimin yang tidak shalat berjama'ah di masjid, sebagai sebuah ungkapan atas kekecewaan beliau yang dalam atas kengganan umatnya pergi ke masjid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Bersemangat dan sibuk beribadah sunnah selama Ramadhan tetapi setelah Ramadhan berlalu, shalat fardhu lima waktu masih tetap saja dilalaikan. Ini pun contoh dari orang yang tertipu dengan Ramadhan, hanya sedikit lebih berat dibanding poin-poin diatas. Karena mereka Hanya beribadah di bulan Ramadhan, itupun yang sunnah-sunnah saja, semisal shalat tarawih, dan setelah Ramadhan berlalu, berlalu pula ibadah shalat fardhunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Semakin jarang membaca Al Qur'an dan maknanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Semakin jarang bershadaqah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Tidak termotivasi untuk banyak berbuat kebajikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Tidak memiliki keinginan di hatinya untuk memburu malam Lailatul Qadar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Poin nomor 9, 11, 12, 13 dan 14 secara umum, adalah indikasi-indikasi kecilnya ilmu, minat dan apresiasi yang dimiliki oleh seseorang terhadap bulan Ramadhan, karena semakin besar perhatian dan apresiasi seseorang kepada Ramadhan, maka sebesar itu pula ibadah yang dijalankannya selama Ramadhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. Biaya belanja &amp; pengeluaran ( konsumtif ) selama bulan Ramadhan lebih besar &amp;amp; lebih tinggi daripada pengeluaran di luar bulan Ramadan  (kecuali bila biaya pengeluaran itu untuk shadaqah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16. Lebih menyibukkan diri dengan belanja baju baru, camilan &amp; masak-memasak untuk keperluan hari raya pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17. Lebih sibuk memikirkan persiapan hari raya daripada amalan puasa Mereka lebih sibuk apa yang dipakai di hari raya dibanding memikirkan apakah puasanya pada tahun ini diterima oleh Allah Ta'aala atau tidak Orang-orang yang biasanya mengalami poin-poin nomor 15, 16 dan 17&lt;br /&gt;adalah orang-orang yang tertipu oleh "fatamorgana Ramadhan", betapa tidak ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari-hari puncak Ramadhan, mereka malah menyibukkan diri mereka dan&lt;br /&gt;keluarganya dengan belanja ini-itu, substansi puasa yang bermakna menahan diri, justru membongkar jati diri mereka yang sebenarnya,pribadi-pribadi"produk Ramadhan" yang nampak begitu konsumtif, memborong apa saja yang mereka mampu beli. Tak terasa ratusan ribu hingga jutaan rupiah mengalir begitu saja, padahal di luar Ramadhan, belum tentu mereka lakukan. Semoga sentilan yang menyatakan bahwa orang Islam tidak konsisten dengan agamanya,karena di bulan Ramadhan yang seharusnya bersemangat menahan diri dan berbagi, ternyata malah memupuk semangat konsumerisme dan cenderung boros,dapat menggugah kita dari "fatamorgana Ramadhan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah menganugerahi kita dengan rahmat-Nya, sehingga mampu menghindari kesalahan-kesalahan yang kerap kali menghinggapi mayoritas umat ini, amin. Hanya dengan keikhlasan, perenungan dan napak tilas Rasul, insya Allah kita mampu meng-up grade (naik kelas) puasa kita, Wallaahu a'lam bis shawaab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; (Ahmad Rizal, Alumni STAIL, dan KMI Gontor-Ponorogo/Hidayatullah)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;Ilmu merupakan harta abstrak titipan Allah Subhanahu wata'ala kepada seluruh manusia yang akan bertambah bila terus diamalkan, salah satu pengamalannya adalah dengan membagi-bagikan ilmu itu kepada yang membutuhkan. Janganlah sombong dengan ilmu yang sedikit, karena jika  Allah Subhanahu wata'ala berkehendak ilmu itu akan sirna dalam sekejap, beritahulah orang yang tidak tahu, tunjukilah orang yang minta petunjuk, amalkanlah ilmu itu sebatas yang engkau mampu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17354004-112857709544380268?l=islam-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17354004/posts/default/112857709544380268'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17354004/posts/default/112857709544380268'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://islam-ku.blogspot.com/2005/10/17-kesalahan-umum-di-bulan-puasa.html' title='17 kesalahan umum di bulan puasa'/><author><name>Rini</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i79.photobucket.com/albums/j152/riniaisyah/love-is.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17354004.post-112849752545174697</id><published>2005-10-05T14:31:00.000+07:00</published><updated>2005-10-05T14:32:05.460+07:00</updated><title type='text'>12 Langkah Agar Puasa Kita Sempurna</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Agar puasa kita dapat sempurna ada beberapa tips yang mesti kita perhatikan. Untuk itu Al-Madina mencoba mengangkat sebuah tulisan dari Syaikh Abdullah bin Jarullah bin Ibrahim Jarullah dalam buku beliau yang berjudul Risalah Ramadhan tentang langkah-langkah menggapai kesempurnaan ibadah puasa yang berisikan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Makanlah sahur, sehingga membantu kekuatan fisikmu selama berpuasa. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Makan sahurlah kalian, sesungguhnya di dalam sahur itu terdapat berkah."&lt;br /&gt;(HR. Bukhari dan muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bantulah (kekuatan fisikmu) untuk berpuasa di siang hari dengan makan sahur, dan untuk shalat malam dengan tidur siang ". (HR. Ibnu Khuzaimah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Akan lebih utama jika makan sahur itu diakhirkan waktunya, sehingga mengurangi rasa lapar dan haus. Hanya saja harus hati-hati untuk itu anda hendaknya telah berhenti dari makan dan minum beberapa menit sebelum terbit fajar, agar anda tidak ragu-ragu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Segeralah berbuka jika matahari benar-benar telah tenggelam. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Manusia ssenantiassa dalam kebaikan, selama mereka menyegerakan berbuka dan mengakhirkan sahur" (HR. Al Bukhari, Muslim dan At Tirmidzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Usahakan mandi dari hadats besar sebelum terbit fajar, agar bisa melakukan ibadah dalam keadaan suci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Manfaatkan bulan ramadhan dengan sesuatu yang terbaik yang pernah diturunkan di dalamnya, yakni membaca Al Quran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya Jibril alaihis salam selalu menemui Nabi shallallahu alaihi wa salllam untuk membacakan Al Quran baginya."&lt;br /&gt;(HR. Al Bukhari dan Muslim dari Ibnu Abbas Radhiyallahu anhu)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan pada diri Rasulullah shallallahu alaihi wasallam ada teladan yang baik bagi kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Jagalah lisanmu dari berdusta, menggunjing, mengadu domba, mengolok-olok serta perkataan mengada-ada. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Barang siapa tidak meninggalkan perkataan dan perbuatan dusta maka Allah tidak butuh terhadap puasanya dari makan dan minum." (HR. Al Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Hendaknya puasa tidak membuatmu keluar dari kebiasaan. Misalnya cepat marah dan emosi hanya karena sebab yang sepele, dengan dalih bahwa engkau sedang puasa. Sebaliknya, mestinya puasa membuat jiwamu tenang, tidak emosional. Dan jika anda diuji dengan seorang yang jahil atau pengumpat, ia jangan anda hadapi dengan perbuatan serupa. Nasehatilah dia dan tolaklah dengan cara yang lebih baik. Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Puasa adalah perisai, bila suatu hari seseorang dari kamu berpuasa, hendaknya ia tidak berkata buruk dan berteriak-teriak. Bila seseorang menghina atau mencacinya, hendaknya ia berkata: Sesungguhnya aku sedang berpuasa".&lt;br /&gt;(HR. Al Bukhari, Muslim dan para penulis kitab Sunan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ucapan itu dimaksudkan agar ia menahan diri dan tidak melayani orang yang mengumpatnya. Disamping, juga mengingatkan agar ia menolak melakukan penghinaan dan caci-maki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Hendaknya anda selesai dari puasa dengan membawa takwa kepada Allah, takut dan bersyukur kepada-Nya, serta senantiasa istiqamah dalam agama-Nya. Hasil yang baik itu hendaknya mengiringi anda sepanjang tahun. Dan buah paling utama dari puasa adalah takwa, sebab Allah berfirman: "Agar kamu bertakwa"(Al-Baqarah: 183).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Jagalah dirimu dari berbagai syahwat (keinginan), bahkan meskipun halal bagimu. Hal itu agar tujuan puasa tercapai, dan mematahkan nafsu dari keinginan. Jabir bin Abdillah Radhiyallahu 'Anhu berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jika kamu berpuasa, hendaknya berpuasa pula pendengaranmu, penglihatanmu dan lisanmu dari dusta dan dosa-dosa, tinggalkan menyakiti tetangga, dan hendaknya kamu senantiasa bersikap tenang pada hari kamu berpuasa, jangan pula kamu jadikan hari berbukamu sama dengan hari kamu berpuasa".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Hendaknya makananmu dari yang halal. Jika kamu menahan diri dari yang haram pada selain bulan Ramadhan maka pada bulan Ramadhan lebih utama. Dan tidak ada gunanya engkau berpuasa dari yang halal, tetapi kamu berbuka dengan yang haram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Perbanyaklah bersedekah dan berbuat kebajikan. Dan hendaknya kamu lebih baik dan lebih banyak berbuat kebajikan kepada keluargamu dibanding pada selain bulan Ramadhan. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam adalah orang yang paling dermawan, dan beliau lebih dermawan ketika di bulan Ramadhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Ucapkanlah Bismillah ketika kamu berbuka seraya berdo'a:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya Allah, karena-Mu aku berpuasa dan atas rezki-Mu aku berbuka. Ya Allah terimalah daripadaku, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[sumber : iyas_145@yahoo.com]&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17354004-112849752545174697?l=islam-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17354004/posts/default/112849752545174697'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17354004/posts/default/112849752545174697'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://islam-ku.blogspot.com/2005/10/12-langkah-agar-puasa-kita-sempurna.html' title='12 Langkah Agar Puasa Kita Sempurna'/><author><name>Rini</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i79.photobucket.com/albums/j152/riniaisyah/love-is.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17354004.post-112849500549338919</id><published>2005-10-05T13:34:00.000+07:00</published><updated>2005-10-05T13:50:05.500+07:00</updated><title type='text'>10 langkah, Puasa Sehat Cara Hembing</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PKPU Online&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;.  10 Langkah yang mesti dilakukan pada bulan puasa agar tetap sehat cara Hembing&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;   &lt;li&gt;   Tanamkan niat ikhlas untuk menunaikan puasa dan ucapkan syukur atas nikmat Allah SWT.&lt;/li&gt;   &lt;li&gt;Terapkan pola makan sehat.&lt;/li&gt;   &lt;li&gt;Keseimbangan gizi maupun porsinya sangat penting.&lt;/li&gt;   &lt;li&gt;Jangan makan terlalu kenyang dan jangan jadikan saat berbuka dengan mengkonsumsi secara berlebihan.&lt;/li&gt;   &lt;li&gt;Batasi mengkonsumsi makanan berlemak tinggi, terlalu pedas, makanan kalengan, daging olahan dll.&lt;/li&gt;   &lt;li&gt;Perbanyak mengkonsumsi buah-buahan segar saat berbuka atau sahur. Perbanyak minum air putih.&lt;/li&gt;   &lt;li&gt;Sebaiknya saat makan sahur maupun berbuka sajian makanan yang fresh dan dimasak bukan yang telah disimpan selama beberapa hari kemudian dipanaskan.&lt;/li&gt;   &lt;li&gt;Sajikan masakan secara bervariasi, guna meningkatkan nafsu makan saaat sahur&lt;/li&gt;   &lt;li&gt;Batasi mengkonsumsi gula, makanan gorengan, makanan bersantan.&lt;/li&gt;   &lt;li&gt;Lakukan olahraga ringan secara teratur seperti, jalan kaki, senam, olahraga pernafasan dan lain-lain.&lt;/li&gt; &lt;/ol&gt; [Sumber : &lt;a href="http://www.pkpu.or.id/rmdtips.php?id=1"&gt;PPKU Online&lt;/a&gt;]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17354004-112849500549338919?l=islam-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17354004/posts/default/112849500549338919'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17354004/posts/default/112849500549338919'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://islam-ku.blogspot.com/2005/10/10-langkah-puasa-sehat-cara-hembing.html' title='10 langkah, Puasa Sehat Cara Hembing'/><author><name>Rini</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i79.photobucket.com/albums/j152/riniaisyah/love-is.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17354004.post-112832163084616536</id><published>2005-10-03T13:35:00.000+07:00</published><updated>2005-10-03T13:40:30.850+07:00</updated><title type='text'>Cahyono: Mengapa Aku pilih Islam</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya lahir dan dibesarkan di Banyuwangi, sebuah kota di Jawa Timur, tempat orang tua kami tinggal hinga kini. Sebenarnya saya dilahirkan dari keluarga muslim. Ayah dan ibu saya pun beragama Islam. Ketika kecil saya pun beragama Islam. Sampai pada usia 6 tahun, oleh orang tua, saya dimasukkan ke Sekolah Dasar Katolik. Di sekolah ini saya sering kali dicekoki doktrin Kristen: doktrin tentang ketuhanan Yesus dan Bunda Maria. Doktrin itu kalau sudah masuk ke dalam pikiran anak-anak, luar biasa pengaruhnya. Demikianlah yang saya rasakan saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa sadar saya menjalani hidup sebagai orang Kristen. Mulai dari cara berdoa sebelum makan, cara sembahyang dan lain sebagainya. Pada akhirnya saya dibaptis dengan nama Paulus Tjahyono. Dengan demikian resmilah saya menjadi umat Katolik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai sekolah ini saya ingatkan kepada orang tua agar tidak menyekolahkan anak-anaknya ke sekolah milik umat agama lain, meskipun mungkin sekolah itu mutunya lebih bagus. Sebab, sebagaimana yang saya alami, hal tersebut akan membawa perubahan besar dalam kehidupan beragama seorang anak. Kanak-kanak itu masih lugu pikirannya. Mereka belum dapat membedakan secara baik mana yang benar dan mana yang salah. Karena itu, ketika suatu doktrin dipompakan ke pada seorang anak, mereka akan menelannya tanpa menelaah lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Hijrah ke Jakarta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak SMP, bakat lawak sudah tampak pada diri saya. Karena itu, saya banyak disukai teman-teman. Mereka betah berkawan dan mendengarkan saya melawak. Sesekali grup lawak kami walaupun masih amatiran manggung di tempat-tempat pertunjukan kampung atau sekolah.Untuk mengembangkan bakat, pada usia 21 tahun, tepatnya pada tahun 1972, saya hijrah ke Jakarta (saya katakan "hijrah" bukan pindah, karena di Jakarta saya menemukan kembali agama saya). Di sini saya bergabung dengan group komedi Jawa Timur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua tahun kemudian saya bertemu dengan Jojon yang saat itu aktif di group kesenian Jawa Barat. Dari hasil bincang-bincang, kami bersepakat membentuk group lawak dengan nama Jayakarta Group. Bersama dengan Uuk, almarhum Joni Gudel, dan Jojon, kami manggung untuk pertama kalinya di Jakarta Fair. Kerjasama kami tidak hanya didasarkan pada kepentingan bisnis semata, namun lebih diwarnai suasana kekeluargaan. Karena itu, jika di luar pentas, kami seperti keluarga sendiri layaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua teman saya di Jayakarta Group beragama Islam. Saya sering berdiskusi dengan Jojon, Uuk, Prapto atau Ester, mengenai Kristen dan Islam. Dari diskusi itu, saya tergugah untuk mempelajari Islam secara mendalam. Mulailah saya membaca buku-buku Islam, baik yang berkaitan dengan tauhid, akhlak ataupun syariat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain hal di atas, ada salah seorang teman saya yang paling berpengaruh dalam membimbing saya ke arah Islam. Dialah Haji Roma Irama, si Raja Dangdut. Dengan saya sering berdialog tentang Islam. Kebetulan dia tahu banyak tentang ajaran ajaran Katolik, sehingga dia mengetahui persis di mana letak kesalahannya. Dari diskusi itulah, ditambah dengan mempelajari sendiri buku-buku Islam, saya semakin meyakini kebenaran Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ajaran Islam mengenai keesaan Tuhan sangat jelas "laailaha illallah" Tidak ada ilah (Tuhan) yang patut di sembah keculai Allah. Dengan mengucapkan kalimat itu, berarti saya mengikrarkan diri saya sendiri bahwa tidak ada satupun benda, baik berupa kekuasaan, harta maupun hal-hal lainnya yang boleh menguasai hidup saya. Sebab, hidup saya hanya untuk beribadah pada Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, pada tanggal 1 Syawal 1412 H/1992 M, seusai melaksanakan shalat Idul Fitri, saya mengucapkan ikrar dua kalimat syahadat, di bimbing K.H. Rahatib dan disaksikan ribuan umat Islam yang baru saja melaksanakan shalat Idul Fitri di Masjid Agung Banyuwangi, Jawa Timur. Tentu saja orang tua saya sangat senang menyambut keislaman saya. Seolah olah beliau telah menemukan kembali anaknya yang hilang.Dua bulan setelah masuk Islam, secara "tidak sengaja" saya menunaikan ibadah haji. Ceritanya, pada waktu itu saya mengantarkan orang tua mendaftar di sebuah biro penyelenggara haji ONH Plus. Oleh pimpinan biro haji tersebut saya ditawari pergi haji gratis. Wah, tidak dapat saya ungkapkan rasa syukur saya waktu itu. Baru dua bulan masuk Islam sudah menerima karunia yang tidak terhingga, untuk melaksanakan sunnah Nabi Ibrahim a.s.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepulang dari haji, saya merasa dilahirkan kembali. Keimanan saya semakin bertambah. Sejak itu, saya menuntut ilmu agama di Pondok Pesantren Assidiqiyah, Kedoya, Jakarta Selatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;[sumber : unknown]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17354004-112832163084616536?l=islam-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17354004/posts/default/112832163084616536'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17354004/posts/default/112832163084616536'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://islam-ku.blogspot.com/2005/10/cahyono-mengapa-aku-pilih-islam.html' title='Cahyono: Mengapa Aku pilih Islam'/><author><name>Rini</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i79.photobucket.com/albums/j152/riniaisyah/love-is.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17354004.post-112831982758225233</id><published>2005-10-03T13:08:00.000+07:00</published><updated>2005-10-03T13:10:27.583+07:00</updated><title type='text'>ucapan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Barang siapa hafal tujuh kalimat, ia terpandang mulia di sisi Allah dan Malaikat serta diampuni dosa-dosanya walau sebanyak busa laut.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;ul style="text-align: justify;"&gt;   &lt;li&gt;Mengucap &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bismillah&lt;/span&gt; pada tiap-tiap hendak melakukan sesuatu.&lt;/li&gt;   &lt;li&gt;Mengucap &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Alhamdulillah&lt;/span&gt; pada tiap-tiap selesai melakukan sesuatu.&lt;/li&gt;   &lt;li&gt;Mengucap &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Astagfirullah&lt;/span&gt; jika lidah terselip perkataan yang tidak patut&lt;/li&gt;   &lt;li&gt;Mengucap &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Insya Allah&lt;/span&gt; jika merencanakan berbuat sesuatu di hari esok.&lt;/li&gt;   &lt;li&gt;Mengucap &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;La haula wala quwwata illa billah&lt;/span&gt; jika menghadapi sesuatu tak disukai dan tak diingini.&lt;/li&gt;   &lt;li&gt;Mengucap &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun&lt;/span&gt; jika menghadapi dan menerima musibah.&lt;/li&gt;   &lt;li&gt;Mengucap &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;La ilaha illa Allah Muhammad Rasulullah&lt;/span&gt; sepanjang siang malam sehingga tak terpisah dari lidahnya.&lt;/li&gt; &lt;/ul&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;Semoga ridha Allah selalu dianugerahkan kepada kita semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;[sumber : unknown]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17354004-112831982758225233?l=islam-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17354004/posts/default/112831982758225233'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17354004/posts/default/112831982758225233'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://islam-ku.blogspot.com/2005/10/ucapan.html' title='ucapan'/><author><name>Rini</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i79.photobucket.com/albums/j152/riniaisyah/love-is.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17354004.post-112831884221027880</id><published>2005-10-03T12:52:00.000+07:00</published><updated>2005-10-03T12:57:16.120+07:00</updated><title type='text'>Rencana Allah Pasti Indah</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika aku masih kecil, waktu itu ibuku sedang menyulam sehelai kain. Aku yang sedang bermain dilantai, melihat ke atas dan bertanya, apa yang ia lakukan. Ia menerangkan bahwa ia sedang menyulam sesuatu di atas sehelai kain. Tetapi aku memberitahu kepadanya, bahwa yang kulihat dari bawah adalah benang ruwet. Ibu dengan tersenyum memandangiku dan berkata dengan lembut: "Anakku,lanjutkanlah permainanmu, sementara ibu menyelesaikan sulaman ini, nanti setelah selesai, kamu akan kupanggil dan kududukkan di atas pangkuan ibu dan kamu dapat melihat sulaman ini dari atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku heran, mengapa ibu menggunakan benang hitam dan putih, begitu Semrawut menurut pandanganku. Beberapa saat kemudian, aku mendengar suara ibu memanggil, "Anakku, mari kesini, dan duduklah di pangkuan ibu." Waktu aku lakukan itu, aku heran dan kagum melihat bunga-bunga yang indah,dengan latar belakang pemandangan matahari yang sedang terbit, sungguh indah sekali. Aku hampir tidak percaya melihatnya, karena dari bawah yang aku lihat hanyalah benang- benang yang ruwet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian ibu berkata, "Anakku, dari bawah memang nampak ruwet dan kacau,tetapi engkau tidak menyadari bahwa di atas kain ini sudah ada gambar yang direncanakan, sebuah pola, ibu hanya mengikutinya. Sekarang, dengan melihatnya dari atas kamu dapat melihat keindahan dari apa yang ibu lakukan. Sering selama bertahun-tahun, aku melihat ke atas dan bertanya kepada Allah, "Allah, apa yang Engkau lakukan?" Ia menjawab : "Aku sedang menyulam kehidupanmu." Dan aku membantah," Tetapi nampaknya hidup ini ruwet, benang-benangnya banyak yang hitam, mengapa tidak semuanya memakai warna yang cerah? "Kemudian Allah menjawab," Hambaku, kamu teruskan pekerjaanmu, dan Aku juga menyelesaikan pekerjaanKu dibumi ini. Satu saat nanti Aku akan memanggilmu ke sorga dan mendudukkan kamu di pangkuanKu, dan kamu akan melihat rencanaKu yang indah dari sisiKu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhanallah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beruntunglah orang2 yang mampu menjaring ayat indah Allah dari keruwetan hidup di dunia ini. Semoga Allah berkenan menumbuhkan kesabaran dan mewariskan kearifan dalam hati hamba-Nya agar dapat memaknai kejadian2 dalam perjalanan hidupnya, seruwet apapun itu. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhanallah, tulisan ini benar-benar membuka pikiran kita bahwa Allah adalah Dzat Yang maha pengatur segala sesuatu di alam ini. Tulisan ini mengingatkan saya bahwa kendati pun manusia punya keinginan, tetapi Allah mempunyai keputusan yang tak mungkin dapat kita ubah. Mari kita senantiasa bertawakkal kepada Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;[sumber : unknown]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17354004-112831884221027880?l=islam-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17354004/posts/default/112831884221027880'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17354004/posts/default/112831884221027880'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://islam-ku.blogspot.com/2005/10/rencana-allah-pasti-indah.html' title='Rencana Allah Pasti Indah'/><author><name>Rini</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i79.photobucket.com/albums/j152/riniaisyah/love-is.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17354004.post-112821972570067633</id><published>2005-10-02T09:20:00.000+07:00</published><updated>2005-10-03T13:11:20.860+07:00</updated><title type='text'>Ka'bah</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/6126/69/400/kabah02.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/6126/69/400/kabah02.gif" alt="Ka'bah" border="1" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Di dalam Al-Quran Al-Karim, secara tegas Allah SWT menetapkan bahwa ka’bah adalah rumah yang pertama didirikan di muka bumi untuk menyembah Allah SWT disitu. Kemudian manusia di seluruh dunia bila hendak menyembah Allah SWT dengan cara sholat diwajibkan menghadapkan diri mereka ke arah ka’bah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekkah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia. "(QS. Ali Imran : 96)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan dari mana saja kamu , maka palingkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram. Dan dimana saja kamu berada, maka palingkanlah wajahmu ke arahnya, agar tidak ada hujjah bagi manusia atas kamu, kecuali orang-orang yang zalim diantara mereka. " (QS. Al-Baqarah : 150)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah Ka’bah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah Ka’bah adalah sejarah sebelum peradaban manusia ini diciptakan Allah SWT dan sebelum mereka turun ke bumi. Adalah para malaikat yang diperintahkan Allah SWT untuk turun ke bumi dan mendirikan Ka’bah lalu mereka diperintahkan untuk bertawaf di sekelilingnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga datang masa penciptaan Nabi Adam dan singkat cerita beliau diturunkan ke bumi di wilayah yang sekarang bernama India. Selanjutnya beliau berjalan mencari istrinya Hawwa dan ternyata di sekitar rumah Allah inilah beliau bertemu dan kemudian tinggal lalu beranak pinak. Rumah Allah (Ka’bah) ini menjadi tempat untuk beribadah kepada-Nya sepanjang masa, baik masa Nabi Nuh, Ibrahim atau nabi-nabi lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arab Jahiliyah Pun Tidak Menyembah Ka’bah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak zaman Nabi Adam as manusia tahu bahwa Ka’bah bukanlah berhala yang disembah. Bahkan hingga masa kehidupan bangsa Quraisy yang terkenal sebagai penyembah berhala dan telah meletakkan tidak kurang dari 360 berhala di seputar Ka’bah, mereka pun tidak terpikir untuk menyembah ka’bah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan orang arab di masa itu sering membuat tuhan dari makanan seperti roti, kurma dan apapun yang menurut khayal mereka bisa dianggap menjadi tuhan. Tapi tidak dengan Ka’bah, karena dalam keyakinan mereka ka’bah memang bukan tuhan atau berhala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka hanya melakukan ibadah dan tawaf di sekelilingnya. Ka’bah bagi para penyembah berhala itu bukanlah berhala yang disembah, Ka’bah bagi mereka adalah rumah Allah SWT untuk melaksanakan ibadah.&lt;br /&gt;Bukti Lain&lt;br /&gt;Hal itu bisa menjadi lebih jelas ketika raja Abrahah dari Habasyah menyerbu Ka’bah dengan tentara bergajah. Orang-orang Quraisy saat itu tidak merasa takut ka’bah mereka akan hilang, karena dalam diri mereka ada keyakinan bahwa Ka’bah itu bukan tuhan, tapi Ka’bah adalah rumah Allah, tentu saja Sang Pemilik yang akan menjaganya. Abdul Muttalib justru sibuk mengurus kambing-kambing miliknya yang dirampas sang raja. Sedangkan masalah Ka’bah, beliau yakin sekali pasti ada Yang Menjaganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam Al-Quran Al-Karim, peristiwa itu diabadikan dalam sebuah surat pendek :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap tentara bergajah ? Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka itu sia-sia?, dan Dia mengirimkan kapada mereka burung yang berbondong-bondong, yang melempari mereka dengan batu dari tanah yang terbakar, lalu Dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan ."(QS. Al-Fiil : 1-5)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17354004-112821972570067633?l=islam-ku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17354004/posts/default/112821972570067633'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17354004/posts/default/112821972570067633'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://islam-ku.blogspot.com/2005/10/kabah.html' title='Ka&apos;bah'/><author><name>Rini</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i79.photobucket.com/albums/j152/riniaisyah/love-is.jpg'/></author></entry></feed>
