Islam, Agamaku
Blogger Skin
Kisah-kisah yang Menggugah
Menjadi Muslimah
Catatan Harian Menjadi Muslimah
 

Friday, June 16, 2006

Masjid Raya AI Ma'shun Medan (Sebuah Tinjauan Arsitektural dan Ornamental)

Masjid Raya Al Ma'sun Medan merupakan salah satu peninggalan dari Kesultanan Deli yang terdapat di kota Medan dan belum pernah diteliti secara khusus. Penelitian yang dilakukan sebelumnya hanya membahas secara singkat dan tidak mendalam. Masjid ini pernah disebutkan oleh peneliti Belanda bernama Van Ronkel dalam majalah NION (1916-1934) yang mengatakan bahwa Medan (Kota Raja) terkenal dengan kekayaannya dan keindahan masjidnya. la juga menyebutkan bahwa masjid ini dibangun di tanah kerajaan atas perintah pemerintahannya (Sultan). Masjid ini didirikan pada tahun 1906 M yaitu pada masa pemerintahan Sultan Ma'mun Al Rasyid Perkasa Alamsyah dengan bantuan seorang arsitek berasal dari tentara KNIL yang bernama TH. van Erp.

Penelitian terhadap Masjid Raya Al Ma'shun Medan bertujuan untuk memaparkan bentuk arsitektural dan ragam hias arsitektural maupun ornamental yang terdapat pada masjid, mengidentifikasi komponen-komponen masjid dengan tujua untuk mengetahui sejauh mana kehadiran komponen-komponen asing tersebut diterapkan pada masjid. Berdasarkan tujuan penelitian tersebut, maka tinjauan yang dilakukan adalah tinjauan arsitektural dan ornamental.

Untuk mencapai tujua penelitian ini dilakukan metode yang dilaksanakan secara bertahap Tahap pertama yaitu pengumpular data dilakukan studi kepustakaar dan studi lapangan. Tahal selanjutnya adalah pengolahan date (analisis) dilakukan klasifikasi tabulasi dan perbandianga dengar jomnonen-koml2Qnen arsfektural dan ornamental yang mempunyai persamaan dengan komponenkomponen yang terdapat pada masjid. Tahap akhir dari penelitian ini (penafsiran data) dilakukan dengan menggunakan data analogi sejarah. Sumber sejarah yang digunakan berupa somber-somber sejarah yang memberikan gambaran mengenai Kesultanan Deli, data-data mengenai perkembangan arsitektur (kesenian) Islam dan arsitektur Eropa.

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka diperoleh beberapa kesimpulan. Komponen-komponen budaya yang mendominasi arsitektur dan ragam hias Masjid Raya Al Ma'shun Melon pada umumnya berasal dari Arsitektur Islam khususnya Mesir (periode Mamluk yang berlanjut sedikit pada periode Ottoman); Spanyol (Andalusia) dan Maghribi; India (periode Mughal Architecture); serta Arab (Timor Tengah) sedangkan komponen-komponen yang berasal dari Eropa (Kolomal) merupakan komponen pelengkap. Komponen-komponen budaya yang mendominasi masjid merupakan komponen-komponen yang pada umumnya berasal dari arsitektur Islam yaitu arsitektur yang berkembang pada masa puncak kejayaan kerajaan-kerajaan Islam Hal ini menandakan bahwa adanya keinginan untuk menjadikan masjid sebagai masjid Kerajaan Islam yang indah dan megah, serta memperlihatkan kemakmuran kesultanan Deli sebagai salah satu Kerajaan Islam yang besar d kawasan tersebut. Di samping itu juga menunjukkan pengarul kekuasaan Sultan di kerajaan dalan kapasitasnya sebagai kepala dar pelindung agama Islam di kawasar tersebut.

RATIH BAIDURI, dibawah bimbingan Supratikno Rahardjo, M. Hum. Fakultas Sastra Universitas Indonesia, 1996. [Sumber : Indonesia Archaeology on the Net]