Islam, Agamaku
Blogger Skin
Kisah-kisah yang Menggugah
Menjadi Muslimah
Catatan Harian Menjadi Muslimah
 

Friday, March 10, 2006

Musibah

"Tabah dan kuatkan dirimu menghadapi musibah,
ketahuilah bahwa manusia itu tidaklah abadi.
Atau engkau tidak melihat
bahwa musibah itu berlimpah,
sementara kematian bagi seorang hamba
selalu mengintai.
Orang yang engkau lihat
tidak pernah tertimpa musibah
bukanlah jalan hidup yang engkau ikuti.
Kalau engkau ingat musibah
kematian Nabi Muhammad (saw)
jadikanlah musibahmu yang sesungguhnya
adalah musibah kematian Nabi."

Abul Itahiyah dikutip oleh Muhammad bin Muhammad al-Manjabi dalam Tasliyatu Ahlil Masha'ib.

Musibah yang paling menyedihkan yang telah menimpa seorang muslim adalah musibah wafatnya Nabi Muhammad (saw). Dengan wafatnya Nabi (saw), terputuslah wahyu dari langit sampai hari kiamat, dan terputus pula kenabian beliau.

"Wahai manusia, siapapun dari kalangan manusia atau dari kalangan mukminin yang tertimpa musibah, hendaknya ia menghibur diri dengan hiburan karena ia belum merasakan musibah kematianku, baru merasakan musibah lainnya. Karena tak seorangpun dari ummatku yang tertimpa musibah sepeninggalku yan glebih besar dari musibah kematianku." (HR. Ibnu Majah No.1599 dalam al-Janaiz)

Menghibur diri jika sedang mengalami musibah adalah merupakan hal yang wajar untuk menghilangkan kesedihan. Bagi seorang mukmin, musibah harus diterima dengan lapang dada. Menyadari bahwa semua itu berasal dari Allah SWT.

"Aku sungguh merasa takjub kepada seorang mukmin, apa saja yang Allah takdirkan bagi dirinya, pasti akan menjadi kebaikan baginya." (HR. Ahmad, Ibnu Hibban)

Di setiap musibah yang ditakdirkan Allah pasti memiliki hikmah (bagi mereka yang berpikir). Jadi, sudah sewajarnya, bila musibah yang dialami sebisa mungkin ditutupi. Seperti kata Abdullah bin Muhammad al-Harawi, "Diantara mata kebajikan adalah menutupi musibah sehingga orang lain mengira bahwa kita tidak pernah tertimpa musibah."